
(penyanyi Asli Maaya Sakamoto - CLEAR)
Dinyanyikan kembali oleh Tomoyo Daidouji.
"Kaze tte tori tte watashi yori jiyuu ka na
Tsubasa ga nai nara hashitteku wa ikitai tokoro made
Dekiru yo ne
Going Going going... Going on!
Souzou to wa itsumo chigatteru
Nanimokamo kanpeki to wa ikanai kedo
Kokoro no soko ni izumi ga aru no
Donna ni ochikondemo mata
Toumei na mono de mitasarete iku
Kore tte kore tte nante iu kimochi na no
Atsukute itakute kusuguttakute namida ga desou
Kaze tte tori tte watashi yori jiyuu ka na
Tsubasa ga nai nara hashitteku wa ikitai tokoro made
Dekiru yo ne....
Going Going going... Going on!
.......
"Prok prok prok prok" suara tepuk tangan.
Kemudian Tomoyo turun dari panggung berjalan ke arah Syaoran dan yang lain.
"Luar biasa Daidouji"
Syaoran memuji penampilan Tomoyo saat sedang Check sound untuk acara besuk.
"Arigatou, kau bisa saja Li".
Tomoyo tersipu saat dipuji oleh Syaoran.
Kemudian Fuutie li dan Ibu Tomoyo Sonomi daidouji saling melempar pandangan mereka.
"Ciee..." Kata Fuutie.
Syaoran yang merasa tidak melakukan apa apa menoleh pada Fuutie " apaan sih kak".
"Udah lah... kalian cocok kok, iya kan Sonomi" Fuutie menggoda adiknya Syaoran.
"Aku sih oke oke aja hahaha" Kata Sonomi.
"Ibu.." protes Tomoyo karena di goda juga oleh ibunya.
Fuutie dan Sonomi pun tertawa melihat tingkah gugup Syaoran dan Tomoyo.
"By the Way, Kemana Akizuki ya? Padahal baru mau aku kenalin sama Syaoran".
Fuutie mencari cari Sekretaris barunya yang langsung dia pekerjakan hari ini juga. Dia mengotak atik handphone nya dan mencoba menelepon Nakuru.
"Masa baru mulai kerja udah ngilang ngilang sih" Sahut Sonomi.
"Baru saja tadi dia masih di sekitar sini kok!" Kata Fuutie
"Nona Fuutie!!" tiba tiba Nakuru muncul dari arah yang tak di duga duga.
"Astaga.... Jantungku mau copot!! Akizuki lain kali jangan suka mengagetkan ku seperti itu!!!" Fuutie marah pada sekretaris baru nya yang absurd itu.
"???" Nakuru bengong tidak tahu apa kesalahannya.
__ADS_1
"Sudah sudah kamu darimana saja!" tanya Fuutie.
"Kan disuruh Nona Fuutie ketemu Vendor"jawab Nakuru dengan polosnya.
"Eh iya juga ya" Balas Fuutie.
"Trus gimana udah lengkap semua persiapan nya kan?" tanya Fuutie.
"Sudah Perfect sepertinya Nona" Jawab Nakuru.
"Kalau bicara yang jelas, saya tidak mau ada kata 'sepertinya', kalau udah beres bilang udah kalau belum ya belum, mengerti ?!!" Fuutie marah lagi pada Nakuru.
"Susah sekali menghadapi bos yang galak ini, gak boleh salah ngomong sedikit" gumam Nakuru dalam hati.
"Haiii nona Fuutie"Nakuru akhirnya mengiyakan perkataan Fuutie bosnya.
"Kau ini jangan galak galak Fuutie, ntar sekretarismu kabur lagi loh" potong Sonomi.
"Eh, maksudmu siapa yang kabur?" tanya Fuutie pada Sonomi.
"Ya Sekretarismu, yang beralasan sedang cuti" jawab sonomi.
"Huh, dia memang cuti kan?". Fuutie tidak terima dengan tebakan Sonomi.
"Hah sudahlah, lagipula aku sudah memberikan hak haknya, dia mau kembali lagi boleh tidak juga tidak apa apa, pekerjaan menjadi Sektretaris perusahaan Li itu memang tidak mudah! Gaji yang besar harus diiringi dengan tanggung jawab yang besar, bukan begitu?" Tambah Fuutie.
"Itu baru bisnis woman!" Sahut Sonomi.
Akhirnya Nakuru hanya tersenyum dan mengangguk beberapa kali. Tomoyopun juga tersenyum melihat pembicaraan ibunya Sonomi dan kakak Syaoran Fuutie.
Sementara itu berbeda dengan Syaoran, saat Nakuru datang Syaoran memperhatikan nya dan dengan serius membaca tanda pengenal nya
...Li's Food&Co...
..."Nakuru Akizuki"...
...Secretary...
"Tidak salah lagi dia lah, benar dia lah orangnya" gumam Syaoran dalam hati.
"Syaoran ini dia "Nakuru Akizuki" Sekretaris baru kakak" Fuutie memperkenal kan Nakuru pada semuanya.
Nakuru dengan ramah memperkenalkan diri dengan semua yang ada di sana. Termasuk orang yang sedang mencarinya "Syaoran".
"Saya Li Syaoran" Kata Syaoran.
"Wah kau sangat tampan ya" Kata Nakuru.
"Hahaha tampan tapi ga punya pacar buat apa!!" ejek Fuutie pada adiknya.
"Kakak.... !!!" Syaoran memprotes ejekan Fuutie.
Nakuru dan yang lain hanya tersenyum.
Kemudian Nakuru ijin ke belakang dahulu.
"Nona Fuutie boleh saya ijin ke belakang sebentar?" tanya Nakuru.
"Silahkan silahkan" Kata Fuutie.
"Kesempatan" batin Syaoran.
"Kak, aku juga mau ke kamar kecil sebentar"
"Ya sana,Tapi jangan lama lama ya bentar lagi kita pulang Syaoran"
"Ah" jawab Syaoran.
..........
Di lorong menuju Toilet,
"Kak Nakuru" Panggil Syaoran.
"iya"
__ADS_1
Nakuru menoleh ke belakang dan disana berdiri Syaoran dengan sorot mata nya yang tajam.
"Ada apa Li-san?" tanya nya.
"Apakah kakak telah melupakan seseorang?" tanya Syaoran.
"Melupakan? Siapa?" Nakuru memiringkan kepalanya terheran apa maksud pertanyaan pemuda ini.
"Touya kinomoto, apa kah kakak ingat?" kata Syaoran.
Nakuru terperanga mengatupkan kedua tangannya di atas mulutnya.
"Kenapa... Kenapa Li-san bisa tahu tentang Touya?" kata Nakuru.
"Jadi kakak masih ingat?" tanya Syaoran lagi.
"Aku...."
"Jika aku bisa mempertemukan kakak dengan Kak Touya apakah kakak bisa membantuku?"
"Apa?? Anak muda ini...." Nakuru berkata dalam hati.
.................
Rumah Sakura,
"Haaaaatchiiiiiii!!!!".
"Ada yang membicarakanku" Kata Touya dalam hati.
Touya bersin dengan kencang sekencang kencang nya sampai Sakura merasa terganggu.
"Kakak tidak sopan tau bersin dengan suara keras seperti itu!" Protes Sakura.
"Aku lebih sopan daripada kamu anak gadis tapi kalau tidur perutnya terbuka!" Ejek Touya pada adiknya.
"Aku tidak tidur seperti itu!!"
Sakura mengepalkan tangannya dan memasang muka kesal pada kakak nya yang jahil.
"Hahaha kalian ini selalu bertingkah seperti itu" Kata Nadeshiko sambil memasukkan alat alat masak dari kedai mie ramen mereka. Dan kemudian dengan sigap Touya dan Sakura ikut membantunya.
"Ibu... Kenapa kakak selalu menjahiliku!! Sampai kapan dia akan seperti itu terus aku kan sudah besar!!"
Sakura mengadu dan meminta pembelaan dari ibunya.
"Touya" sang ibu hanya menggeleng gelengkan kepala tanda untuk menghentikan keusilannya pada sang adik.
"Bisa nya cuma mengadu!!" kata Touya.
"Dia sangat keterlaluan ibu, kemarin Li dibuatnya sakit perut" adu Sakura.
"Apa ? sakit perut?" tanya Nadeshiko.
"Iya, dia menambahkan bubuk cabe lagi pada mie ramen yang di makan oleh Li" kata Sakura.
"Touya!!!" Nadeshiko kembali menatap tajam anak pertama nya itu.
"Ibu... Anak laki laki harus kuat, justru aku membantunya supaya lebih menikmati mie ramen ayah, mie ramen yang pedas lebih enak kan".
Touya beralasan saja, padahal dia memang tidak suka adiknya didekati orang lain, apalagi orang itu juga keliatan nya baik dan berusaha melindungi Sakura adik kesayangannya itu.
"Kau ini, dia itu bukan seperti anak anak lain, dia kelihatan kaku dan seperti tidak pernah makan di kedai pinggir jalan, gesture tubuh dan gaya bicara nya juga sangat formal, wajahnya bersih dan terawat, sepertinya dia dari keluarga terpandang"
Nadeshiko ternyata sangat memperhatikan Syaoran. Namun ada yang tersipu malu dan bertanya tanya.
"Seperti itu ya? Apa mungkin benar feelingku kalau dia ternyata cowok dari Horikoshi waktu itu? "kata Sakura dalam hati.
"Benar kata ibu, Arloji yang dipakainya juga bukan barang murah".
Tiba tiba sang ayah Fujitaka masuk dan membawa peralatan yang masih tertinggal.
"Karena itu Touya kau tidak boleh sembarangan pada teman Sakura! Siapa tahu dia itu anak dari seorang bos besar" Ucap Nadeshiko mengira ira.
"Hmm bos besar apanya, dia yang tidak boleh sembarangan pada adikku!!" Touya masih geram dalam hati.
__ADS_1
............
Bersambung,