
"Ngeeng ngeeng...." suara deru motor yang melaju kencang.
..."Aku yakin aku tidak salah lihat"...
Touya, kakak Sakura mengendarai motor nya dengan kencang menerobos jalanan padat kota Tokyo yang gemerlap pada malam itu.
Seperti malam-malam biasanya, seusai jadwal kuliah selesai, maka dia akan pergi untuk bekerja Part time. Biasanya dia akan mengambil jobnya di manapun tak terkecuali di Restoran Hot pot tempat dia melihat Nakuru. Ya! Nakuru sahabat nya di masa SMA silam.
Dinginnya angin malam dan pekatnya polusi udara kota Tokyo malam itu tidak membuatnya gentar untuk terus melajukan motor nya membawa dirinya kembali ke rumah nya. Dia sangat menyadari akan keadaan finansial keluarganya, karenanya dia selalu berusaha yang terbaik untuk membantu kedua orang tuanya dan juga adik kesayangannya 'Sakura'.
Saat ini Touya sedang menempuh semester ke-7 dalam program study Strata 1 nya, seharusnya dia bisa lulus lebih cepat, Namun karena dia memilih untuk memecah fokusnya menjadi dua yaitu berkuliah dan bekerja maka masa kuliahnya pun menjadi sedikit lebih lama.
Di sepanjang jalan yang ia lalui, Touya beberapa kali menghela nafasnya, "Huuft" dia teringat ketika moment pertama kali bertemu dengan gadis tomboy itu.
Flash back on
........
Pagi itu terlihat seorang gadis tergesa gesa berjalan menuju kelasnya, gadis itu tak sengaja menjatuhkan sebuah hiasan rambut dari kepala nya.
Pada saat itu Touya mengambilkannya dan dipanggilnya gadis berambut coklat panjang yang belum dikenalinya itu.
"Hey hiasan rambutmu terjatuh!!"
Namun gadis itu tak menoleh, dia bahkan tak mendengar panggilan itu. Maka Touya berlari untuk sampai kepada empunya barang itu. Kemudian disentuhnya bahu gadis yang masih berjalan dengan cepat itu.
"Grepp" tangan Touya yang menyentuh bahu Gadis itu langsung di tangkap olehnya.
"Hiyaaa!!!". Kemudian gadis itu berbalik berhadapan dengan Touya dan hendak menyergapnya dengan kuncian Judo nya.
"Hmph.." Akan tetapi Touya bukan lah Seseorang yang lemah, dia sanggup mengimbangi kuncian gadis itu, sehingga yang terlihat adalah mereka berdua saling memegang tangan dan bahu masing-masing secara berhadap-hadapan.
"kau pasti berniat buruk padaku ya!! enak saja kamu tidak tahu ya siapa aku, Aku bukan cewe lemah tahu!!!" tuduh gadis itu pada Touya.
Touya mendengus dan tertawa kecil, kemudian mematahkan kuncian mereka, sehingga gadis itu pun terdorong mundur beberapa langkah ke belakang. Dan Touya pun memperlihatkan Hiasan rambut milik gadis tadi yang tak sengaja terjatuh. "Benda ini milik mu?".
"Astaga!"gadis itu pun memeriksa rambutnya dan tidak menemukan hiasan rambut yang dia pakai beberapa waktu lalu dari rumah. Dan akhirnya Gadis itu mengambil hiasan rambut nya dari tangan Touya.
"Gomen nasaai!! Terimakasih sebelumnya". Gadis itu pun membungkuk beberapa kali pada Touya sambil memejamkan matanya. Namun tak disangka Touya malah menyodorkan tangannya untuk berkenalan.
__ADS_1
"Perkenalkan Aku Touya kinomoto, siswa kelas Atlit".
"A-Aku!!! Akuu Nakuru Akizuki, aku juga masuk kelas Atlit"
Lantas Touya pun tersenyum lagi, "Mau ku bantu pakaikan?".
Nakuru pun tersipu malu, baru pertama kali dia mendapat perhatian dari seorang laki laki.
"..." Nakuru hanya terdiam, namun Touya yang sudah terbiasa usil pada adiknya Sakura tak sedikitpun canggung pada Nakuru. Kemudian dipasangkan nya hiasan itu di rambut Nakuru.
"Kau sangat cocok memakainya" Kata Touya.
"A-arigatou" wajah Nakuru pun memerah seperti tomat.
.......
Sejak saat itu mereka mulai bersahabat. Ya! persahabatan antara Touya dan Nakuru, yang selalu dibayangi Yue.
Flash back off
...............
"Tuan Yue Moon silahkan masuk, Nona Li dan team sudah menanti kedatangan anda beserta rombongan".
Seorang receptionist mengantarkan klien yang terdiri dari 2 orang lelaki dan 1 orang perempuan, nampak dari 2 lelaki itu, salah satu nya adalah Pimpinan dari mereka, dan yang lain nya adalah bawahannya.
Lelaki muda dan tampak arogan itu kemudian naik ke lantai 5 melalui Lift, setelah pintu lift itu terbuka ketiganya di sambut sendiri oleh Fuutie dan Sekretarisnya Nakuru.
"Tuk, tuk, tuk..." suara sepatu pantofel berhak pria itu membuatnya nampak lebih misterius.
"Hallo apa kabar Tuan Yue Moon, selamat datang ke kantor kami". Sambut Fuutie li dengan senyumannya yang menawan sembari membungkukkan badannya sopan kepada Yue dan rombongannya, begitu pula di balas oleh mereka.
"Terima kasih atas sambutan hangat nya Nona Fuutie li" balasan dari Executive muda tersebut sembari berjabat tangan dengan nya. Dilanjutkan dengan Nakuru dan yang lainnya.
Disaat Nakuru bersalaman dengan Lelaki itu, sekilas Nakuru tidak memercayainya bahwa klien Bos nya ini adalah 'Yue moon', teman sekelasnya bersama Touya ketika masih bersekolah di Horikoshi Gakuen. Namun mereka terlihat saling bersikap profesional seakan lupa jika pernah saling mengenal di masa lalu.
"Ini benar benar Yue, cowok yang sewaktu SMA selalu mengejarku dan yang telah menyebabkan Touya di DO dari Sekolah" batin Nakuru sembari mengerutkan sedikit alisnya.
"Senang bertemu anda Tuan Moon, mari silahkan" Ajak Fuutie li pada rombongan team dari PT.Moon Corp tersebut menuju meeting room.
__ADS_1
Yue yang berjalan terlebih dahulu dan disusul oleh fuutie melirik ke arah Nakuru, Namun Gadis itu tak.menyadarinya.
........
Horikoshi gakuen, Ruang Wakasek kesiswaan.
"Permisi, selamat siang pak".
Syaoran meminta izin memasuki ruangan dengan pintu yang terbuka dan didalamnya terlihat penuh piala yang dipajang di etalase dan berkas-berkas dokumentasi di rak-rak lemari nya.
"Selamat siang, Eh Anda Tuan muda Li.. Silahkan masuk silahkan masuk".
Pak wakasek kesiswaan tersebut mempersilahkan Syaoran untuk masuk ke ruangan tersebut. Syaoran pun masuk dan di persilahkan duduk dengan sopan oleh lelaki setengah tua itu. Tidak seperti awal kedatangannya ke ruangan ini, ketika pak Wakasek kesiswaan itu belum mengetahui Syaoran adalah putra Tuan Li dari Hongkong yang merupakan donatur utama untuk murid beasiswa di Sekolah itu, maka setelahnya Wakasek memperlakukan Syaoran dengan sangat sopan dan istimewa. Salah satu penyebab yang membuat siswa lain cemburu pada anak muda itu.
Di sebuah sisi lorong tak jauh dari Ruang kesiswaan telah berdiri dua orang siswa yang lagi lagi mengikuti Syaoran.
..........
"Mo, menurutmu apa lagi yang dilakukan anak kelas 10 itu?"
"Dengar-dengar pagi ini dia telah mendapat mandat untuk menjadi ketua kelas, itu merupakan suatu syarat untuk mencalonkan diri menjadi Ketua Osis kan?" Kata Mo.
"Benar kah itu?" tanya teman Mo.
"Iya, wali kelasnya pun sebagai guru yang terkenal killer bisa luluh padanya" jelas Mo lagi.
"Hm.. kandidat sebagai calon ketua Osis baru yang kuat" teman Mo merasa sedikit khawatir.
"Kau tidak merasa terancam kan, Yuna?"sindir Mo pada Yuna.
"Haha kenapa aku harus merasa terancam, masa jabatanku masih 1 tahun lagi kan?".
"Apapun bisa saja terjadi kan? apalagi popularitasnya di Sekolah ini begitu tinggi".
"Kita lihat saja nanti, sampai kapan dia terus terusan mencari muka pada guru dan pak Wakasek kesiswaan".
........
Bersambung,
__ADS_1