
Ruangan Kepala Chef "Terada"
.....
"Kau dari dulu tidak berubah ya Fuutie"
Sekilas aura kharismatik dari seorang Executive Chef pudar saat dirinya tengah berbincang manis dengan sahabat lama nya yang juga menyandang status sebagai pimpinannya.
"Hohohoho... kau tahu kan Terada aku akan melakukan apapun demi bisnisku" Fuutie yang duduk dengan gesture anggun sambil menaikkan sebelah kaki jenjangnya diatas kaki yang lain tersebut sedang meminum segelas minuman racikan bartender.
"Sejak saat masih sama-sama berkuliah kau amat ambisius, i see " Terada yang masih berseragam Koki kepala tersebut berdiri di depan meja kerjanya sambil mengamati Fuutie.
"Lalu bagaimana hasil negosiasi mu dengan tuan Moon?"Wajah Terada-san kembali serius.
"Besuk siang aku akan terbang ke Singapura bersama nya" Jawab Fuutie sambil meletakkan sebuah Tiket pesawat di atas meja. Kemudian Terada mengambilnya dan dibaca oleh nya,
...10.55...
...HND (Bandar Udara International Haneda, Tokyo (羽田空港 , Haneda Kūkō)...
...17.40...
...SIN (Changi Airport Singapura, : சிங்கப்பூர் சாங்கி விமான நிலையம்; IATA: SIN)...
...¥163.998 Yen...
...(+/-Rp 17.077.254 dalam Rupiah)...
...Nonstop7 jam 45 mnt...
...ANASingapore Airlines....
"Itu bagus, jika kalian deal maka aku juga yang akan diuntungkan bukan?" Terada tersenyum seolah menyimpan misteri.
"Jadi jika aku berhasil mendapatkan kesempatan ini, kau akan meninggalkan Jepang?" Ucapan Fuutie seakan menyimpan keresahan bahwa Chef andalannya itu hendak pergi.
"Hahaha.. Memangnya tidak boleh, aku juga ingin berkembang Fuutie, apakah selamanya kau akan mengurungku di sini?" tawa Terada terkesan membawa kegetiran untuk Fuutie.
"Terserah kau saja". Fuutie kembali meneguk koktailnya dalam gelas Martini nya.
"Apakah kau takut kehilangan Koki mu? Atau takut aku berada jauh dari mu Fuutie? batin Terada.
"Tok tok tok.." (Suara Pintu diketuk).
"Ya silahkan masuk" Seru Terada.
"Permisi Tuan Terada".
Nakuru sehabis menelepon Touya pun kembali menghampiri Fuutie dan Tuan Terada. Ada yang ingin mereka bicarakan bersama dengan Nyonya Yelan li juga dalam meeting.
__ADS_1
.......
Di dalam bus,
"Oni-chan... Aku pulang duluan ya, nanti kau tidak Perlu menjemputku" Sakura memegangi handphone nya sambil berbicara dengan seseorang di seberang line telepon.
"Apakah ada sesuatu yang terjadi, bukankah jam kerjamu masih 2 jam lagi, kau bekerja 4 jam kan?" Touya pun nampak khawatir pada sang adik.
"Tidak terjadi apa-apa kok kak, hanya jariku sedikit terluka tadi saat mengambil pecahan piring" Jawab Sakura.
"Apa?!! Kau memecahkan piring? berhati-hatilah Sakura! Lalu bagaimana tanganmu?"
Sekejap Touya sangat mengkhawatirkan adiknya. Sampai dirinya terperanjat dan hampir saja melupakan pekerjaannya.
"Tenanglah kakak bukan aku yang memecahkan piring tapi tamu restoran.. Tapi tidak apa-apa kok, Li juga membantuku, dia juga yang mengobati jariku, saat ini pun dia sedang mengantarkanku untuk pulang". Sakura menatap Syaoran yang sedang duduk di sampingnya.
"Bocah itu! baik lah kalau kau baik-baik saja.. Hati-hati dijalan ya Sakura".
"Haikkk..."
Touya menutup panggilan telepon itu.
Sesampainya di Terminal bus,
...Terminal bus Shinjuku....
"Ah(ya)"
"Apakah di Hongkong ada banyak vending machine seperti di Jepang?" tanya Sakura.
"Ada, tapi mungkin tidak sebanyak di sini. Di Jepang hampir seluruh tempat layanan publik terdapat banyak sekali fasilitas vending machine, bahkan di pinggir-pinggir jalan pun kulihat ada". pungkas Syaoran.
"Hihi benar sekali Li.. Di Jepang segalanya ada dalam vending machine, kau bisa membeli apapun li, mulai dari minuman, makanan, bahkan hot food, handphone, perhiasan, dan yang paling membuatku bingung sekarang di Kamata ada loh sebuah Vending machine untuk mencari jodoh" Sakura pun menjelaskan.
"Jodoh?" Syaoran menatap Sakura penuh tanya.
"I-iya" Sakura yang sedari tadi berbicara dengan penuh semangat tiba-tiba menjadi gugup dengan pertanyaan Syaoran. Dia menunduk dan menyembunyikan wajah malunya.
"Hey, kau mau Crepes?" Syaoran melihat ke arah sebuah Vending Machine yang menjual Crepes saat mereka berdua telah keluar dari Terminal.
"Kau mau rasa apa?" tanya Syaoran, Sakura pun memilih Varian rasa Crepes didalam mesin penjual otomatis tersebut.
"Rasa keju cream keliatannya enak" Sakura menunjuk ke arah crepes dengan topping pilihannya di dalam etalase.
"Baik"
__ADS_1
...Vending machine berisi Crepes....
Kemudian Syaoran memasukan koin ¥100 yen sebanyak 4 kali ke dalam lubang koin mesin tersebut.
Tada! dua buah Crepes jatuh di kotak bagian bawah, Crepes tersebut di masukkan kedalam sebuah gelas kaca sehingga tekstur nya tidak akan rusak maupun hancur ketika diturunkan oleh mesin. Kemudian Syaoran membukakan Crepes rasa Keju cream yang masih terbungkus plastik itu untuk Sakura.
"Ini untukmu" Syaoran menyodorkan Crepes rasa keju cream itu pada gadis berwajah manis di dekatnya. Lalu Sakura memakannya. "Oishi!" kata gadis bermata emerald itu.
"Arigatou Li-kun" Sakura pun berterimakasih atas Crepes pemberian Syaoran, namun dia bukan lah gadis yang peminta-minta, dia cukup tahu diri maka Sakura pun menyerahkan 2 koin yang sama seharga Crepes itu yang masing-masing seharga ¥200 yen.
"Untuk apa?" Syaoran bertanya.
"Membayar Crepes ini..." Jawab gadis polos itu.
"Tidak perlu, kan aku yang menawarimu Crepes ini, jadi tentu saja aku yang bayar" Syaoran tersenyum hangat.
"T-tapi aku tidak bermaksud seperti itu Li, aku tidak mau merepotkan mu... " Sakura sangat merasa sungkan pada pemuda itu yang sangat sangat baik memperlakukannya.
"Sudahlah habiskan aku akan membeli softdrink" Syaoran pun kembali memasukkan uangnya kedalam mesin otomatis yang berjajar rapi disepanjang jalan itu. Namun kali ini uang yang dimasukkannya berupa lembaran uang kertas, "Plukk" 2 softdrink pun muncul di dalam kotak, kemudian di serahkannya salah satu minuman bersoda itu untuk Sakura.
"Hmm, ada mesin capit boneka juga! Ayo lihat" Ajak Syaoran pada Sakura mendekat ke sebuah mesin berisi puluhan boneka Teddy bear.
"Wah kawai" Sakura menangkupkan kedua tangannya merasa gemas dengan teddy bear di dalam mesin itu.
"Kau suka Teddy bear yang mana?" Tanya Syaoran sambil memainkan tuas mesin itu.
"Yang warna pink dan punya sayap" kata Sakura.
"Yeap".
"Kau yakin bisa mengambilkannya untukku Li?" tanya Sakura ragu-ragu, karena biasanya susah sekali memainkan mesin capit boneka ini.
"You Win!!!" Suara dari dalam mesin.
"Ini".
Syaoran menyerahkan boneka Teddy bear berwarna pink bersayap yang dia menangkan dari Mesin capit tersebut.
"Waaah... Ini sangat menggemaskan" Sakura memeluk boneka teddy bear itu, dan berkata pada Syaoran "Arigatou gozaimasu Li-kun".
"Sama-sama"
Nampak wajah Syaoran merona ketika melihat Sakura memeluk Teddy bear pemberiannya, Namun dia nampak lega dapat melihat Sakura tersenyum kembali.
"Drrrrrt.. drrtt..." Suara chat masuk ke ponsel Syaoran.
"Li-san, terima kasih untuk bantuan nya sejauh ini agar aku bisa bertemu dengan Touya lagi, saat ini aku sedang menunggu kedatangan Touya untuk menjemputku, kau juga harus segera mengatakan pada Sakura tentang jati diri mu".
__ADS_1
Syaoran memandangi Sakura lagi, dia berfikir ini sudah waktunya, kak Nakuru pun sudah bertemu dengan kak Touya. Dia harus berkata jujur pada Sakura.
Bersambung,