My Prince From Hongkong

My Prince From Hongkong
"Pengakuan yang berujung pahit"


__ADS_3

"Bolehkah aku mengatakan sesuatu pada mu?" Ucap Syaoran.


"Nani?" Sakura pun balik bertanya dengan memasang wajah nya yang penuh tanya.


"Aku ingin mengatakan yang sejujurnya tentang...." Syaoran gugup setengah mati.


"Hm? Tentang apa Li?" Sakura memiringkan kepalanya meminta Syaoran untuk melanjutkan perkataannya.


"Kau ingat kau pernah mengatakan bahwa ada seseorang yang amat mirip denganku?" Syaoran memberanikan diri untuk mengatakan tentang identitas nya yang sebenarnya pada Sakura.


"Maksudmu Li?"


"Sejak aku pertama kali ke Jepang yang ku tahu hanya lah ingin menuntut ilmu saja, namun ketika pertama kali aku melihatmu aku.. "


"Kenapa?"


"Aku sangat ingin mengenalmu.. Aku ingin menjadi sahabatmu 'Sakura', namun maafkan diriku yang selama ini menyembunyikan identitasku". Syaoran mengatakan semua nya yang selama ini ingin dia katakan pada Sakura.


"Menyembunyikan identitas... maksudmu Li?"


"Kau berjanji akan memaafkan ku jika aku mengatakan yang sesungguhnya?" Syaoran menatap Sakura dengan tatapan yang amat dalam.


"Aku... tidak mengerti apa yang kau katakan Li?". Sakura pun kebingungan dan berharap apa yang selama ini menjadi dugaannya tidak benar.


"Aku adalah siswa yang tidak sengaja menabrakmu pada saat Festival Penerimaan siswa baru itu... " Syaoran pun mengakui semua nya.


"Akulah orang yang memakai masker pada waktu itu, dan aku juga telah membohongimu.. Karena aku sebenarnya bersekolah di Horikoshi dan bukan SMA Nasional seperti yang aku katakan padamu" Syaoran menunduk lesu dan tak sanggup melihat wajah gadis yang ada dihadapannya.


"Jadi kau .... Kau benar siswa yang waktu itu...". Sakura sangat tidak bisa mempercayai apa yang telah dia dengar dari mulut Syaoran.


"Kau jahat Li!!..." Sakura sangat kecewa pada Syaoran. Sehingga dia pun secara tidak sengaja menjatuhkan Boneka teddy bear pemberian Syaoran dan berlari meninggalkan pemuda itu.


"Maafkan aku 'Sakura'.....!!!" Syaoran mengejar Sakura.


"hiks hiks hiks..." Sakura menangis sambil berlari , dia menangis sejadi-jadinya.


"Aku sangat tidak menyangka Li bisa melakukan hal ini padaku....." katanya dalam hati.


"Sakuraa!!!!" Syaoran masih mengejar nya hingga mereka menyeberang di perempatan jalan Shinjuku yang ramai.



...Perempatan Shinjuku....


"Sakuraaa!!!!" teriaknya.


"hosh hosh hoshh!!!..." Suara nafas Sakura.yang terengah-engah.


Sampai di tengah traffic light yang sedang ramai orang menyeberang, Syaoran berhasil meraih tangan Sakura.


"Sakura.. Gomen nasai..." Syaoran pun mengerutkan alisnya yang tebal dan memasang wajah menyesal yang amat dalam.


"Lepaskan tanganku Li... Saat ini aku tidak ingin melihatmu..." Sakura nampak sangat marah, emosinya bercampur aduk karena merasa sangat kecewa telah dibohongi oleh orang yang sangat dia percayai.


"Kumohon maafkan kesalahanku..." Syaoran membujuk Sakura.

__ADS_1


"Jangan temui aku lagi Li" Sakura menghempaskan tangan Syaoran dan berlari kembali menuju gang arah pulang ke rumahnya.


"Saku.. ra...." Langkahnya dihentikan oleh seseorang.


"Syaoran-sama" Wey-san menahan Syaoran, Pria tua itu menggelengkan kepalanya pelan agar tuan mudanya tidak mengejar Sakura.


"Tapi Wey!!" Syaoran menatap tajam ke arah Wey-san.


"Hati wanita sangatlah mudah rapuh, kita tidak bisa memaksakan sesuatu kepada nya".


Kemudian Wey mengajak Syaoran untuk pulang.


.....


Kediaman Keluarga Sakura,


"Sakura-chan.. Kenapa kau pulang kerja malah menangis seperti ini?" Nadeshiko sangat khawatir pada sang putri.


"Hiks hiks..." Sakura yang sedang menangis tersedu-sedu di balik selimut diatas tempat tidurnya itu sama sekali tak merespon pertanyaan ibunya.


Wajah Nadeshiko yang cantikpun terlihat murung melihat anak gadisnya tiba-tiba pulang dengan perasaan kacau seperti itu.


"Apakah ini ada hubungannya dengan Li?" batin Nadeshiko.


Kemudian Fujitaka sang ayah juga datang dan menghampiri Sakura dan Nadeshiko.


"Sakura" Panggil Fujitaka.


"Hiks.hiks.hiks..."


"Putri kecil ayah". Panggil Ayah Sakura lagi.


Fujitaka dan Nadeshiko pun sedikit lega melihat putrinya sedikit merespon.


"Ayah....hiks hiks" Sakura pun terkesiap bangun dari tempat tidurnya dan duduk disamping sang ibu walau masih terdengar suara isakan dari nya.


Fujitaka mendekat ke arah putrinya yang manis itu dan sedikit berjongkok " Sakura... Jika kau sudah tenang ceritakanlah apa yang terjadi denganmu, ya!" Ucapnya.


"Em" Sakura hanya mengangguk sekali.


Lantas Fujitaka dan Nadeshiko saling berpandangan lagi.


"Sayang, apakah ini ada hubungannya dengan teman mu Li?" Tanya Nadeshiko pada sang putri.


"Aku tidak mau mendengar nama itu lagi ibu!!". Seketika wajahnya sangat marah dan kembali memposisikan tubuhnya di balik selimut.


Sepasang suami istri itupun saling bertatapan lagi dan sedikit menemukan jawaban dari penyebab putrinya menangis, namun mereka tidak ingin memaksa anaknya jika memang belum siap untuk bercerita. Mereka sedikit lega karena Sakura sudah sedikit merespon dan berhenti dari isakan tangisnya.


"Baik lah kau bersih-bersih dulu baru beristirhat ya sayang... ibu dan ayah kebawah dulu ya sayang". Nadeshiko membelai lembut rambut kecoklatan Sakura, Lalu dirinya dan sang suami pun keluar dari kamar gadis itu.


.....


Mall AEON Meguro city,


Nampak Irish hitam pekat itu menatap seorang gadis bertubuh tinggi dan ramping serta menjinjing sebuah tas Laptop yang semakin mendekat ke arahnya. Semakin mendekat hati pria itu semakin bergemuruh, dia bagaikan menemukan kembali semangat hidupnya yang telah lama hilang.

__ADS_1


"Kau sudah menunggu lama Touya-kun?" Ucap pemilik rambut Coklat panjang yang dicepol ala pramugari tersebut, yang hanya menyisakan poni pendek dan tipis di dahi nya.


"Tak masalah Nakuru" Touya tersenyum tipis.


"Nah, pakai ini"


Touya menyodorkan helm berwarna Pink milik Sakura untuk dipakai Nakuru. Kemudian Nakuru memakainya.


"Naik lah".


"Haikk".


Nakuru pun menaiki Motor Touya dan mereka pun pulang bersama. Sesungguhnya Nakuru merasa canggung setelah lama tak bertemu Touya.


"Nakuru, Kau sudah makan?" tanya Touya dengan kencang karena suara kendaraan yang bising malam itu.


"Aku sudah" Jawab Nakuru.


"Kalau begitu kau mau pergi ke suatu tempat rahasia?" tanya Touya.


"Tempat apa itu? Tempat rahasia?" Nakuru bertanya-tanya.


"Mau tidak?" tanya Touya lagi.


"Emmm..." Nakuru masih berfikir.


"Kalau tidak menjawab itu artinya mau, Let's go!" Touya pun memacu motornya lebih kencang, sehingga Nakuru semakin mengeratkan pegangan nya yang melingkar di perut Touya.



...Yuhi No Oka....


"Buka mata mu Nakuru" Ucap Touya setelah menutup kedua mata Nakuru dengan tangannya.


"Wah.. tempat apa ini Touya?"


Nakuru pun terkesima dengan pemandangan indah di depannya, terbentang luas rerumputan yang hijau subur dan bersih.


Pemandangan malam kota Tokyo disajikan begitu indahnya, terlihat gedung-gedung pencakar langit, menara Tokyo dan Tokyo Skytree, juga lampu-lampu malam terhampar luas memanjakan mata.


"Indah bukan?" Touya pun ikut melihat ke sekeliling.


"Kau tahu dari mana tempat seindah ini Touya-kun?".


"Aku pernah bekerja paruh waktu sebagai pemotong rumput di sini" Touya menjelaskan.


"Mengagumkan sekali, pekerjaanmu selalu menarik". Nakuru seolah-olah memuji dan melirik ke arah Touya.


"Ayo duduk di sebelah sana" Ajak Touya pada Nakuru untuk menuju ke sebuah spot dimana terdapat bangku-bangku taman. Mereka pun duduk disana.


"Touya, aku jujur sangat senang bisa kembali bertemu denganmu" Gadis manis itu menatap mata sahabatnya dengan lembut.


"Aku juga senang Nakuru"Jawab Touya sambil tersenyum.


"Dan mungkin semua ini juga tak lepas dari jasa seseorang yang mungkin kita telah sama-sama mengenalnya". Nakuru mulai serius dengan perkataannya pada Touya.

__ADS_1


..."Seseorang yang telah kita kenal, siapa maksud Nakuru?...


Bersambung,


__ADS_2