My Prince From Hongkong

My Prince From Hongkong
"Akiho mulai beraksi"


__ADS_3

"Dapatkan sekarang juga informasi tentang gadis bernama 'Sakura kinomoto'."


Ucap seseorang dalam sambungan telepon.


Kemudian seseorang itu pergi. Namun ada sepasang mata lain yang juga mengamati gerak geriknya yang mencurigakan.


Sebelum seseorang itu memergokinya, Tomoyo bersembunyi di sela sela tumpukan kardus di lorong belakang mall itu.


"Apa yang dilakukan Akiho?Kenapa dia memata matai Li?" tanya Tomoyo dalam hati.


Lalu Akihopun telah kembali lagi ke Restoran Fuutie.


...........


"Terimakasih kak Nakuru"


Syaoran dan Nakuru telah merencanakan pertemuan mereka dan Touya agar permasalahan ini dapat diselesaikan secara baik baik, agar Syaoran juga dapat berterus terang tentang identitasnya yang telah dia sembunyikan.


"Apakah itu artinya aku dapat gajih double Li-san? Hehe" Tanya Nakuru pada bos kecilnya itu atau lebih tepatnya adik dari Bos nya itu.


"Gajih double maksudnya?Aku harus membayar kak Nakuru?" Syaoran terperanjat menanyakan maksud Nakuru yang berjalan di sampingnya.


"Hahahaha Anda memang terlalu serius ya orangnya, Kukira hanya Touya orang di dunia ini yang paling dingin dan tidak bisa diajak bercanda, ternyata ada yang lebih kaku" kata Nakuru.


Syaoran tidak menyadari pembicaraan penting mereka sedang di awasi oleh seseorang.


.


.


.


"Sakura Kinomoto bertempat tinggal di Prefektur Shibuya tepatnya di Deretan Ruko-ruko yang beralamat di 2-3-21 Honcho, Shinjuku, Ikebukuro, Tokyo, dia bersekolah di SMA Hibiya, Kedua orangtuanya berprofesi sebagai penjual Mie ramen."


Sebuah Chat masuk ke Aplikasi chat gadis bersurai Perak yang sedang merencanakan sesuatu itu. Senyumannya terlihat manis dia tebarkan kepada setiap orang yang menyapanya, namun hatinya sangat berkecamuk merasa sakit seperti di tusuk panah beracun.


Itu dikarenakan 'Syaoran' cowok yang dia inginkan sejak awal, malah memilih mendekati gadis lain yang bahkan bukan dari kalangan mereka. "Gadis sederhana itu tak pantas untuk merebut Li dariku!!" ancamnya dalam hatinya. Hal ini sangat menjatuhkan harga dirinya, Karena itu dia mencoba untuk merusak rencana Syaoran. Dia mulai merencanakan sesuatu yang sepertinya tidak akan baik untuk hubungan antara Syaoran dan Sakura.


"Jika kau tak bisa kudapatkan, siapapun juga tak akan kuberikan kesempatan!!!" Ucapnya dalam hati sembari mengepalkan kedua tangannya.


.................


"Li berhati hatilah, aku tidak sengaja melihat Akiho memata-matai mu tadi" Chat masuk dari Tomoyo.


"Apa!?"


Syaoran yang masih berdiri di lorong dengan Nakuru pun terkaget dan seketika wajah sumringahnya memudar.


"Ada apa Li-san?" Nakuru seketika khawatir kenapa tiba tiba Anak muda itu menjadi sepanik ini.

__ADS_1


Kemudian Syaoran bergegas berlari meninggalkan Nakuru yang masih tampak bertanya tanya. Hingga sampai ke ujung lorong, kemudian dia bertemu Tomoyo yang baru saja keluar dari persembunyiannya.


"Li, sebenarnya ada apa ini? apa yang terjadi?"


Tomoyo bertanya tanya pada sahabatnya itu, dia sedikit khawatir ada rahasia apa yang Syaoran tidak dapat membaginya dengannya.


"Daidouji.. Terimakasih sudah memberitahuku".


Tomoyo mengangguk dan mengernyitkan alisnya, Lantas Syaoran pun memasang wajah serius nya dia khawatir rencana nya dengan Nakuru selanjutnya untuk bertemu dengan Touya sepertinya akan gagal. Namun dia belum bisa menceritakan semua itu pada Tomoyo.


"Maafkan aku Daidouji, saat ini aku belum bisa menceritakan mengenai hal ini kepadamu".


Tomoyo mengangguk dan berkata "Tidak apa-apa Li". Dia cukup memahami ada sesuatu hal yang sulit yang sedang dialami oleh Syaoran.


Syaoran sangat mempercayai Tomoyo, namun pada saat ini dia ingin menemui Akiho terlebih dahulu untuk mencegah nya berbuat yang tidak tidak, karena dia tahu Akiho dari awal selalu berusaha mendekatinya dan ketika Akiho telah mengetahui tentang Sakura, maka dia tidak akan membiarkan Akiho menyakiti Sakura.


Sementara sekembalinya Akiho di Resto Fuutie dia meminta ayahnya untuk segera mengantarkannya pulang, dia beralasan bahwa kepalanya sakit. Kemudian Keluarga Shinomoto itupun meninggalkan Resto Fuutie,


Selang beberapa waktu Syaoran, Nakuru dan Tomoyo pun ikut kembali ke pesta itu.


"Di mana Shinomoto-san kak?"


Syaoran bertanya pada kakaknya Fuutie li, wajahnya tegang tanpa expresi. Kemudian dijawab oleh Wanita itu,


"Dia baru saja pulang dear, ada apa?".


"Tidak apa-apa kak, kak bolehkah aku pulang duluan juga? pestanya sudah hampir selesai kan ?".


"Tentu saja boleh sayang, akan kutelepon Wey supaya menjemputmu ya" Kata Fuutie.


"Tidak usah kak, aku naik taxi saja" Kata Syaoran.


Kemudian Syaoran milirik ke arah Nakuru, dan Nakuru menganggukan kepalanya tanda bahwa dirinya mengerti apa maksud Syaoran. Namun Nakuru tidak dapat menbantu Syaoran saat ini, karena dia masih harus menemani Fuutie bos nya Siang ini. Acara soft opening ini belum usai. Sehingga Nakuru mapun Tomoyo tidak bisa meninggalkan acara ini untuk membantu Syaoran.


...........


"Mitsui Marine Building Annex, 3-11 Kanda Surugadai, Chiyoda-ku, Tokyo."


Syaoran menyebutkan alamat kediaman Shinomoto kepada seorang pengemudi Taxi.


"Haiii.."balas pengemudi Taxi tersebut.


.....


Sesampainya di kediaman Shinomoto,


"Bolehkah saya melihat keadaan Shinomoto-san"


Syaoran meminta izin kepada Tuan Daiki Shinomoto beserta istrinya agar diperbolehkan bertemu Akiho putrinya.

__ADS_1


"Wah Tuan muda Li, saya tidak menyangka bahwa anda sangat se perhatian ini kepada putri kami Akiho".


Tuan Daiki Shinomoto sang Taipan itu terlihat bahagia karena ternyata Syaoran tiba tiba datang dan terlihat mengkhawatirkan kondisi putrinya, dengan ramah Tuan rumah itu mengantar Syaoran sampai ke kamar putrinya; kemudian diikuti oleh beberapa pelayan. Kedua orang tua Akiho pun saling bertukar pandang dan tersenyum satu sama lain.


"Tok tok tok.."


Seorang pelayan mengetuk pintu kamar yang bergagang pintu berukir indah nan mewah itu, Sementara Akiho yang sedang berada di dalam bertanya,


"Ada apa?"


"Tuan muda Li ingin menjenguk anda Nona". Suara seorang pelayan.


"Apa? Li kesini? Untuk apa?" gumam Akiho dalam hati.


Akiho sedikit terkaget atas kedatangan Syaoran, dia tak menyangka cowok itu akan datang kerumahnya. Namun dia merasa senang, karena da mengira bahwa Syaoran benar benar telah mengkhawatirkannya.


"Suruh dia masuk" Suruh Akiho pada pelayan itu.


"Baik Nona"


Kemudian Akiho memulai sandiwaranya,


"Ayah.. Ibu...Li.."


Dia berbaring di tempat tidurnya yang mewah. Kamarnya yang luas dipenuhi perabotan mahal yang serba berwarna pastel itu menambah suasana menjadi hening dan tenang.


Sebenarnya dia tidak sedang sakit, namun emosinya memburunya, dan gadis itu berniat untuk pergi menemui Sakura gadis yang dibicarakan oleh Syaoran dan Nakuru di lorong mall Aeon tadi.


"Baiklah kalian mengobrol saja.. Ayah dan ibu turun kebawah dulu"


Tuan Shinomoto dan istrinya pun turun meninggalkan mereka berdua dengan beberapa pelayan yang berdiri di luar pintu kamar akiho. Memastikan jika Tuan putri nya yang sedang berpura pura sakit itu membutuhkan sesuatu.


Mata Syaoran menatap tajam ke arah gadis perak itu.


"Arigatou Li, kau sampai meninggalkan acara penting kak Fuutie demi menjengukku dan mengkhawatirkan keadaanku"


Akiho tersenyum bahagia, dia tak pernah menyangka bahwa ternyata Li mulai membuka hati untuknya.


Namun semua prasangkanya itu salah besar. Syaoran tidak datang untuk menjengukknya, akan tetapi untuk memperingatkan gadis itu.


"Sudah basa basinya?"


Kemudian Syaoran mendekat ke arah Akiho berbaring, dia terlihat sangat emosional.


"Maksudmu?".


Akiho pun terperanjat dari tempat tidurnya dan terduduk,


"Apa dia tau aku menguping pembicaraanya tentang gadis itu". Akiho pun sedikit menyadari tentang maksud kedatangan Syaoran ke kediamannya itu.

__ADS_1


...************...


Bersambung,


__ADS_2