
Changi airport, Singapore.
"Anda tidak apa-apa Nona fuutie?"Yue menatap lekat kedua irish hitam bisnis women tersebut.
Fuutie pun tersadar dari lamunannya dan melepaskan diri dari pelukan Yue, dan kemudian merapikan penampilannya lagi lalu berdehem "Ehm! terima kasih Tuan Yue, saya tidak apa-apa."
Sang pemilik rambut perak panjang dan mata biru savir tersebut diam‐diam memberi kode pada seorang pria yang terkesan terburu-buru dan tak sengaja menyenggol Fuutie tadi. Dia menaikkan sebelah alisnya, kemudian pria tersebut segera pergi.
Lalu mereka pun melanjutkan perjalanan menuju ke Eskalator hendak turun ke lantai bawah dan keluar dari bandara yang megah tersebut.
"Wanggg... Wanggg... wanggg...!!!"
Sesaat kemudian terdengar bunyi sirine yang mengagetkan para pengunjung bandara. Yue dan Fuutie yang berada tidak jauh dari bunyi sirine tersebut pun menoleh ke arah pusat suara.
"I am sorry.. I am sorry...".Suara pria yang tadi menyenggol Fuutie nampak sedang meminta maaf kepada dua orang Pria berseragam kepolisian bandara Singapura.
Terlihat sebuah Robot Patroli tertabrak olehnya sehingga secara spontan Robot itu bergeser pada posisinya, dan merasakan sensor mencurigakan dari pria tersebut, sehingga secara otomatis mengeluarkan bunyi sirine yang kencang dan nyaring.
...Robot polisi di bandara Changi airport Singapore....
Sebuah Robot polisi setinggi lebih dari 2 meter saat direntangkan sepenuhnya itu dilengkapi penglihatan 360 derajat. Terdapat dua robot polisi yang disiagakan di dalam bandara terbaik di dunia tersebut. Cukup tangguh untuk membuat calon pelanggar hukum berpikir dua kali untuk bertindak krimi*nal di dalam bandara. Robot polisi bertekhnologi canggih tersebut berfungsi untuk memperkuat petugas garis depan keamanan serta memproyeksikan kehadiran polisi tambahan dan berfungsi sebagai pengawas lapangan ekstra. Anggota masyarakat dapat langsung berkomunikasi pada pasukan robot dengan menekan tombol di bagian depan, sambil menunggu petugas manusia tiba.
Tidak hanya Robot polisi, Saat ini di negara kota Asia tenggara ini ada lebih dari 40 robot yang melakukan berbagai macam pekerjaan di dalam bandara. Misalnya saja Robot Leoscrubs yang bertugas mengepel dan mengeringkan lantai dari percikan air terjun indoor Rain Vortex. Ada juga Robot LeoPull, yang bertugas mengumpulkan sampah di Toko-toko di dalam bandara. Dan masih banyak lagi robot fungsional lainnya.
.....
"Astaga orang yang tadi lagi....Apakah orang di Singapore lebih sibuk daripada orang-orang di jepang?" Celetuk wanita yang sedang menuruni tangga berjalan bersama klien nya itu.
"Singapura lebih aman dan kondusif dibandingkan Jepang, tentu saja tingkat mobilitas orang-orang yang bekerja di sini juga lebih tinggi karena merasa nyaman bepergian dan beraktifitas." Kata Yue.
"Oh begitu... amazing Country" Ucap Fuutie sambil melihat-lihat sekeliling dan mengagumi arsitektur bandara Changi dengan design yang sangat indah dan berkonsep back to Nature.
"Anda mau langsung ke Lokasi atau istirahat di Hotel dulu Nona Fuutie?" Yue pun bertanya.
"Saya rasa tubuh saya jet lag , jadi malam ini saya ingin beristirahat dulu Yue-san, tidak apa-apa kan? Fuutie menatap Yue dengan mata nya yang jernih berbinar.
"Baik lah, tenang saja Nona Fuutie".
Lalu mereka berdua pun sampai di pintu keluar bandara beserta diikuti oleh beberapa staf mereka masing-masing. Tidak lupa Fuutie juga mengajak 2 orang anggota Bodyguardnya. Namun kali ini Mobil Yue yang datang menjemput rombongan.
Sebuah Chrysler 300 Limousine menyambut kedatangan mereka.
..."Welcome to Singapore" Ucap seseorang berseragam rapi yang mengendarai mobil Limosin tersebut yang sering disebut sebagai...
...'Chauffeur"....
Semua yang baru datang pun merasa bahagia dengan sambutan hangat itu. Lalu Yue dan Fuutie beserta anak buah mereka memasuki mobil berkapasitas 10 orang tersebut menuju ke Hotel
__ADS_1
.......
Di Resto Li's Food&Co.
"Silahkan anda pilih menu nya Tuan muda Li..."
Masashi-san kemudian menyerahkan buku menu nya pada Syaoran agak gemetaran.
"Mau langsung main course atau appetizer dl?"Tanya cowok bermata kucing itu pada teman-temannya.
"Kita ikut aja, iya kan Ruby?" Kata Tomoyo sambil menoleh ke arah ruby.
"Iya pasti di sini hidangan nya enak semua kan Li" Jawaban Ruby yang di sertai pertanyaan pada syaoran.
"Ya.. Tentu" Jawab Syaoran.
Sementara Cerberus dan Spinel tengah menata Laptop dan posisi ternyaman mereka untuk bermain game bersama.
"Kalian gimana, Cerberus? Spinel?" Imbuh Syaoran lagi.
"Apa aja bos" Jawab Cerberus sambil menatap ke arah layar laptopnya. Sedangkan Spinel masih bisa menoleh ke Syaoran dan mengatakan."Yang khas dari resto ini aja".
"Siip" Jawab Syaoran sambil membuka - buka buku menu di tangannya.
Selang beberapa detik tangan Syaoran terulur ke arah tangan Sakura yang berdiri di samping Masashi yang telah bersiap menulis menu yang mereka inginkan "Mana buku pesanannya" pinta Syaoran tanpa menoleh ke arah Sakura.
"Ano..." Sakura pun tersentak kaget.
"Saya tidak meledek anda Tuan Masashi, tolong suruh nona di samping anda menyerahkan buku pesanan itu, saya akan menulisnya sendiri" Kata Syaoran tegas.
"Oh begitu, tapi..." Masashi masih merasa ragu dan sungkan.
"Bukankah saya pernah melakukan ini dengan baik sebelumnya?" Syaoran menatap Masashi tajam.
Sakura pun mengerutkan alisnya "Dasar cowok penuh drama!" batinnya kesal.
"Berikan pada tuan muda Li". Masashi-san kemudian meminta paksa buku pesanan itu dari tangan Sakura.
"Sreet.. sreet.. sreet..." Syaoran menulis beberapa kata yang tak nampak seperti tulisan sebuah menu.
"Sudah, berikan pada nya" Syaoranpun memberikan buku pesanan itu pada Masashi, kemudian Masashi menyerahkan nya pada Sakura. Lalu Sakura pun mengecek tulisan itu,
..."Kau masih marah padaku Sakura?"...
"Astaga!! Menu macam apa yang dia tulis ini!!! Aku harus sabar, harus profesional dalam pekerjaaanku..." Sakura menahan emosi nya dalam hati.
"I-i-ini.. Maaf! menu ini sudah habis!" Pekik Sakura setelah mendapat sebuah surat kecil dari Syaoran di buku pesanan itu. Kemudian dia menyobek secarik kertas itu dan meremasnya, Lalu dibuang ke dalam kantong apparon-nya.
"Heh memang apa yang anda pesan Tuan muda?" Tanya Masashi kebingungan melihat ekspresi Sakura dan Tuan muda di hadapannya.
"Apakah gadis ini yang Li maksud?" Tomoyo yang sedang mengobrol dengan teman teman yang lain pun masih sempat mengamati Syaoran yang memandang gadis pelayan itu dengan tatapan serius dan dalam.
__ADS_1
Kemudian Putri Daidouji yang peka itupun sedikit mencairkan suasana, dia berkata "Li, jika pesanan itu habis bagaimana jika kita pesan Dimsum khas Hongkong saja." sambil tersenyum.
"Nah cocok tuh!" Cerberus pun menyetujui usul Tomoyo. "Kamu gimana Spinel?" Tanya Cerberus pada adiknya.
"Mau lah... Emm kamu juga suka dimsum gak Ruby?" Spinel pun bertanya pada Ruby.
"Oh.. Aku-aku suka kok" Ruby pun dengan malu-malu menjawab pertanyaan Spinel.
"Baik... Kalau begitu 'Dimsum Khas Hongkong' ya Tuan muda Li?"Masashi-san bertanya sekali lagi menyakinkan.
"Ah(ya)" Jawab Syaoran.
"Silahkan menunggu, pesanan akan segera kami sajikan terima kasih" Masashi dan Sakura pun pamit ke belakang.
Sementara Gadis ber irish emerald yang belum begitu jauh dari meja Syaoran itu, menoleh ke belakang. Saat itu juga seolah gayung bersambut Syaoran pun menoleh ke arah yang sama.
Lalu sekejap sebelum mata mereka bertemu, Sakura langsung membuang pandangannya.
"Aku benci Li.. Aku sangat membencinya! Aku tidak akan pernah memaafkannya" Umpat gadis itu dalam hati.
"Hm.." Syaoran yang mulai.menyalakan tombol power di Laptopnya itu tertawa kecil."Aku tidak salah lihat, dia menatap ke arahku" batinnya.
"Cerberus, sebelum main aku mau ke belakang dulu ya" Pamitnya pada salah satu temannya yang sedang mengatur navigasi keyboard nya.
"Yupp bos" Jawab Cowok berambut gold shine itu.
"Jangan lama-lama bos!!" Sahut Spinel.
Ruby pun ikut menyahut"Kalian ini lagian kan sambil nunggu pesanan datang kan?" kata nya ceria.
"Bener tuh, mending kalian prepare dulu, kalau Syaoran sih jangan ditanya Pro player kan dia.. Hohohohoho". Tomoyo meledek dua kakak beradik wang tersebut.
"Sial!!! cewek-cewek ini belum tahu kemampuan kita yang sebenarnya ya, Bos Syaoran itu cuma hoki!!" Sanggah Cerberus.
"Iya bener Hoki!! Tapi kak mana ada Hoki tiap main menang terus!!" Kata spinel yang bertolak belakang dengan pernyataan Cerberus.
"Dasar adik gak tahu diri!!! Grrr" Cerberus kesal pada sang adik.
"Hahaha....hahaha" Kedua cewek itu pun tertawa.
Di Counter dapur utama,
Sakura menempel secarik kertas bertuliskan menu pesanan " VIP Room/ Dimsum khas Hongkong deluxe"
Setelahnya dia pun berbalik hendak kembali ke area depan untuk melayani tamu lainnya. Namun tubuhnya mematung sesaat ketika di hadapannya sudah ada Syaoran yang semakin mendekat ke arahnya.
"Apakah aku boleh bicara sebentar dengan mu?" Ucap Tuan muda itu.
.......
Bersambung,
__ADS_1