My Prince From Hongkong

My Prince From Hongkong
"Akhir dari sebuah awal"


__ADS_3

"Permisi Tuan muda.. Silahkan pesanan anda sudah siap".


Masashi-san dibantu oleh Sakura kali ini meletakkan satu persatu sajian Dim-sum deluxe pesanan Syaoran dan para sahabatnya di atas meja ruang VIP yang terbuat dari marmer yang berbentuk persegi memanjang tersebut. Syaoran duduk di kursi utama, sedangkan yang lainnya duduk saling berhadap-hadapan. Spinel menghadap Ruby, Cerberus dengan Tomoyo dan tentu saja yang baru saja bergabung Akiho dengan pacarnya Yoru.



Masashi menyajikan dimsum di ujung meja, dia berdiri tepat di antara kursi Akiho dan sang pacar, dan Sakura tentu saja berada di sebelah Syaoran sambil meletakkan Klakat-klakat bambu berisi Dimsum tersebut. Saat Syaoran membantu pelayan manis ini secara tidak sengaja tangan Sakura yang sedang menaruh sebuah klakat tertimpa oleh tangan Syaoran. Ops!


Seketika mata mereka saling bertemu, namun sedetik kemudian mereka saling melepas tangan mereka dari klakat bambu itu. Wajah sang tuan muda pun sedikit memerah, berbeda dengan Sakura yang berusaha menutupi nya dengan meminta maaf sebagaimana kepada para tamu, sambil membungkuk dia ucapkan " Gomene...".


"Tidak apa apa, saya juga minta maaf".


"Ehmm! Kapan ya kita di traktir bos Syaoran lagi?" Celetuk Cerberus tiba-tiba.


"Emang ada acara apa lagi nih!" Spinel yang tak peka pun menyahut.


"Pajak jadian lah!" Ucap Cowok tengil itu lantang.


Tomoyo dan Ruby pun tersenyum begitu pun Cerberus dan Spinel yang meledek Syaoran dengan tawa mereka. Sangat kontras dengan cewek bersurai perak itu, hatinya mulai memanas lagi.


Akiho yang entah baru pertama melihat Sakura kali ini atau sudah pernah mamata-matai gadis polos itu, mengamati lekat Sakura yang sedang meletakkan dimsum yang amat banyak tersebut. Dia pun mulai berkomentar "Kalian menyinggungku!!".


"Weiii...santai dong, orang kita berdua nyindir bos, kenapa kamu yang sewot!" sanggah Cerberus kesal pada gadis munafik itu.


"Dengar ya, aku dan pacarku ini orang terpandang, jadi tidak level traktir-traktir untuk jadian, kita akan adakan pesta yang mewah tentunya!! "ucapnya Sombong.


"Oiya? Asik kita diundang gak !" Tanya Cerberus lagi.


" Tentu, semua temen-temen dari Horikoshi SMA terelit di Jepang bakalan di undang dong!!, temen-temen IDOL, rekan bisnis ayah dan ibu, hmm tentunya tidak mungkin ada orang rendahan di sana!!." Kata Akiho sambil melirik Sakura.


"Eh!" Semua menatap Akiho, kecuali Syaoran.


"Kalian semua tahu kita itu orang-orang highclass jadi harus hati-hati dalam bergaul" Tandas nya lagi.


"Bagiku sih tidak masalah kita mau berteman dengan siapa saja" Balas Tomoyo.


"Hahh, putri Daidouji yang tinggal di istana yang megah mana mungkin mengerti tentang dunia luar yang keras" Lirik tajam Akiho pada Tomoyo.


Kemudian dia lemparkan pandangan nya ke arah Sakura yang hendak pamit ke belakang.


"Contohnya saja gadis pelayan ini! Dia rela jadi pelayan hanya untuk gajih yang tidak seberapa!sungguh kasian ya!" Ucapnya sinis dan menusuk.


"Se-selamat menikmati hidangannya". Ucap Sakura pada para tamu. Tidak bisa dibayangkan betapa hatinya sakit telah dihina oleh tamu di depan banyak orang.


Masashi pun juga tetap bersikap profesional walau dia mendengar arah pembicaraan para anak-anak pembesar itu. Dia tetap mempersilahkan mereka untuk menikmati hidangan dimsum tersebut. Lalu dua pelayan itu pun keluar dari ruangan VIP tersebut tanpa sepatah senyum yang terukir selayaknya ketika mereka melayani tamu-tamu yang lain.


Sementara di kursi Utama Syaoran yang tidak berkomentar apa-apa atas hinaan Akiho, seolah-olah bagaikan ikut merasakan kepedihan yang dirasakan Sakura. Dia pun berdiri dari kursinya "Jika kedatanganmu kesini hanya untuk menghina orang lain lebih baik kau pulang saja!! Horikoshi memang sekolah elit dan apapun itu, tetapi memiliki murid seperti dirimu adalah sebuah AIB!!!".Tandas Syaoran pada Akiho lantang.


"Heyy! Apa-apaan kamu membentak Pacarku!!".


Sontak Yoru mendekat pada Syaoran dan mencengkeram bajunya " Sett!".


"Woy...sabaaar.." Cegah Cerberus cekatan sambil melepas cengkeraman Yoru pada Syaoran.


Spinel pun juga memegangi Syaoran takut jika temannya yang memilki ilmu seni beladiri ini naik pitam atas tantangan Yoru untuk berkelahi.


"Kalian yang tidak punya Passion! Berbeda dengan Akiho! justru dia lah contoh yang baik, yang bisa menjaga nama baik Sekolah dan menjaga reputasi dirinya sebagai IDOL!!" bentak Yoru.


"Cih! kau tahu, kau mempercayainya karena kau buta!!". balas Syaoran.


"Apa!??" Yoru semakin emosional.


Sementara Akiho yang berdiri di belakang Yoru, hanya terdiam dan membatin " Hajar saja cowok itu Yoru, hajar!! balas sakit hatiku"


"Aaaahhkkk" Tomoyo dan Ruby berteriak ketakutan karena Yoru hendak memukul Syaoran.

__ADS_1


.


.


"Greeep!" Dua orang Security menahan tangan Yoru yang hampir mengenai wajah Syaoran.


"Lepaskan aku!!" Yoru meronta pada para security untuk melepas kan sergapan mereka.


"Silahkan pergi dari sini tuan, Disini bukan tempat untuk berbuat onar!". Seketika dua orang Security itupun mengarahkan Yoru untuk keluar. Diikuti Akiho yang ikut berteriak pada para security itu. "Lepaskan pacarku!! Kita bisa jalan sendiri!!"


Yoru pun menoleh ke belakang dan berkata lantang pada Syaoran "Urusan kita belum selesai, tuan muda Li!!"


Cerberus dan Spinel pun menenangkan Syaoran.


"Tenang bos, kau tidak bersalah". Ucap Cerberus.


"Apa-apaan mereka datang cuma untuk menghina orang lain!" Spinel pun memasang wajah serius sekaligus simpati pada Syaoran.


Suasana makan malam ini sangat di luar dugaan, walaupun disatu sisi Syaoran berhasil mengalahkan Ruby moon dan mengajaknya bergabung ke dalam tim Gamer nya, namun ada hal lain yang lebih penting yang tak dapat dirinya menangkan,


..."Hati Sakura"...


"Sakura.. Ayah dan ibu sedang membuka kedai di acara Festival Hanami, kau hati-hati dirumah ya sayang. Ibu sudah membuatkan Gyoza kesukaanmu di lemari pendingin, kau tinggal menghangatkannya jika kau lapar."


Pesan dari Nadeshiko ibu Sakura.


"Cklikk" Suara pintu dibuka.


"Kau baru saja sampai ya?".


Suara seseorang dari belakang Sakura sontak membuat dirinya terkejut. Dia berbalik untuk mengetahui siapa pemilik suara yang tak asing ditelinganya tersebut.


"Li?".


Dia sangat terkejut "Kenapa dia benar-benar kesini!." batinnya.


"Aku..."


"Aku..."


"Kau duluan" Pinta Sakura


"Tidak, kau duluan saja" Tolak Syaoran.


"Baiklah.. " Sakura yang biasanya terlihat cheerfull dan bersemangat, kali ini tampak lesu dan menyedihkan, raut wajahnya temaram tak nampak seutas pun harapan dari wajah polos itu.


"Kenapa kedainya tutup? Ayah dan Ibumu kemana?" tanya Syaoran penasaran.


"Mereka sedang berjualan di Festival Hanami". Jawab Sakura seadanya.


"Oh"


"Kumohon Li.. " Ucap Sakura lirih.


Syaoran pun mulai memasang wajah serius.


"Kau tidak usah mencariku lagi Li, aku cukup memahami siapa dirimu sesungguhnya, bahkan aku juga menyadari siapa aku." Ucap Sakura pelan namun dalam sambil tersenyum.getir.


"Sakura.. jangan kau fikirkan perkataan Shinomoto!". Syaoran pun memotong perkataan gadis itu.


"Aku lelah Li, aku ingin persahabatan kita dimulai dari nol lagi!" Sakura telah memutuskan akhir dari hubungan nya dengan Syaoran.


"Ma-Maksudmu?" Syaoran pun tersentak dan membelalakan matanya yang menolak memahami setiap perkataan gadis ini.


"Anggap saja kita tidak pernah mengenal, itu akan adil bagimu dan juga untukku" Sakura pun meletakkan kedua tangannya di belakang punggungnya, mencoba bersikap santai dan melempar senyum menutupi kepiluan yang dia rasakan.

__ADS_1


"Tapi.." Syaoran mencoba menginterupsi keputusan pahit Sakura.


"Sudah ya, aku mau masuk dulu, aku ingin berberes-beres, Sampai ketemu lagi di lain kesempatan".


Setiap perkataan gadis itu nampak bagaikan sebilah pedang yang menusuk hati Syaoran. Setiap kata merupakan sebuah goresan mata pedang. Sakit dan perih...


Lemah yang dia rasakan.


Tuan muda yang istimewa ini untuk pertama kali merasakan yang namanya "kecewa".


Sakura pun masuk kerumah dan langsung menutup pintunya, tanpa menunggu jawaban Syaoran, tanpa mempedulikan wajah pemuda yang tulus itu.


.......


"Drasssssh....."


"Glegaaaar....."


Hujan turun tanpa berpamit, merundung tuan muda yang masih berada di posisinya, dia masih tetap di depan pintu ruko keluarga Sakura itu.


Sementara yang berada di balik pintu di bagian dalam hanya menahan perasaannya. Sakura mengepalkan satu tangannya dan diletakkan nya di bagian dada, dia merasa sesak dan mulai menangis sesenggukan. "Hikhiks.. Hikshiks"


..."Maafkan aku Li syaoran....persahabatan ini tidak akan berjalan baik...kau bagaikan langit dan aku bagaikan bumi."...


.....


"Tuan Muda.. mari kita pulang! Hujannya deras sekali". Wey pun berlari dari arah Mobil membawa 2 payung, satu dia pakai dan satu payung lg untuk majikannya itu.


Payung itu di serahkan pada Syaoran dan dia menerimanya. Wey menduga Syaoran akan membuka payung itu dan menurutinya untuk masuk ke mobil mercy mereka. Namun ternyata tidak, Syaoran malah membuang payung tersebut.


"Tuan muda!!" Wey kembali ke tempat Syaoran untuk memayunginya, namun sebuah bunyi klakson memekik menyuruh mobil Syaoran yang diparkirkan oleh wey minggir dari bahu jalan, karena menghalangi kendaraan lain untuk lewat.


"Tuan muda, saya mohon pakailah payung ini" Syaoran masih menunduk".


"Tiiiiiiiin" bunyi klakson semakin membuncah.


"Drassssshh!" hujanpun semakin deras.


"Baik! baik! tunggu sebentar." Wey pun terpaksa tidak bisa memayungi tubuh pemuda yang sedang frustasi itu. Dia terpaksa memilih untuk segera meminggirkan kendaraannya.


"Aku hanyalah seorang pecundang!".


Syaoran mengepalkan kedua tangannya. Dia marah pada dirinya sendiri. Dia sangat amat....


...Kecewa......


.....


"Astaga!! Li-san!!!" Nakuru pun datang bersama dengan Touya.


Mereka berdua langsung turun dari motor, masih dengan mengenakan jas hujan mereka berdua menghampiri Syaoran.


"Li-san !!! Jangan seperti ini!! Kau kenapa???" Teriak Nakuru ditengah Hujan.


"Nona Nakuru... Tolong ajak Tuan muda ke mobil, aku sudah berkali-kali membujuknya, namun dia menolak dan hanya terdiam diri disini dari tadi terguyur hujan." Wey memberitahukan Nakuru tentang apa yang sebenarnya terjadi.


"Astaga!!! kau bisa sakit Li- san! Ayo cepat masuk ke mobil." Ajak Nakuru pada Syaoran secara paksa.


"Kids pakai ini!" Touya pun memasangkan jas hujan di tubuh Syaoran.


Lalu Nakuru memapah Syaoran untuk kembali ke mobilnya. Dan tanpa berkata-kata lagi Wey mengantar Syaoran untuk pulang.


"Touya, Spertinya kita datang terlambat!" Nakuru pun menyesal.


"Cepat masuk dan temui sakura".

__ADS_1


"Baik"


Bersambung,


__ADS_2