
Mount Elizabeth Novena Hospital, Singapore.
..."Kenapa Fuutie menyebut nama pria tadi! ada hubungan apa sebenarnya Fuutie dengannya. "...
Di luar ruang transisi Fuutie, seorang pria bergelar Chef exclusive tengah duduk termenung dengan gesture kedua tangannya tertangkup di atas hidungnya. "Ya Tuhan kumohon selamatkanlah dirinya.. aku rela menukar segalanya untuk nya." Terada terus memanjatkan doa dan berharap bahwa Fuutie akan segera sadar tanpa kurang suatu apapun.
Yue pun keluar dari ruangan Fuutie, lalu di hampirinya Terada dengan tatapan dingin nya, "Ada hubungan apa anda dengan Fuutie? Kenapa di saat dia dalam kondisi seperti ini Fuutie malah menyebut nama anda? " Tanya Yue pada Terada bernada pelan namun penuh penekanan.
Dalam sekejap Terada membeliakkan kedua matanya, namun beberapa detik kemudian dia lantas bangun dari tempat duduknya yang berbaris di sepanjang sisi koridor rumah sakit mewah itu. Dia mencoba tetap tenang dan tidak terpancing oleh perkataan Yue yang bernada sinis. Dia pun membalas tatapan Yue yang penuh kekecewaan itu lantas dia berkata dengan yakin, "Kami adalah Soulmate."
"Apa maksud perkataan anda dengan menyebut kalian 'Soulmate'!?". Yue semakin mengeraskan garis wajahnya dan mengerutkan alisnya tajam.
"Tentu itu karena..." jawab Terada singkat dengan mimik wajah santai.
Pov Terada on,
.
.
.
Persahabatan ku dengan Fuutie layaknya sebuah Soulmate...
Itu adalah sebuah persahabatan yang istimewa, tulus tanpa syarat, namun lebih daripada itu...
Seorang Soulmate adalah satu - satu nya orang di dunia ini yang jauh mengenal anda dibandingkan siapapun...
Seseorang yang membuatmu menjadi orang yang lebih baik...
Sesungguhnya bukan dia yang merubah kita menjadi lebih baik, namun kita berubah menjadi orang yang lebih baik karena dirinya lah yang menginspirasi...
Seorang soulmate adalah orang yang akan selalu bersamamu selamanya...
Seseorang yang amat mengenali dirimu dan menerimamu apa adanya... Dia adalah orang yang mempercayaimu sebelum orang lain percaya padamu...
Bahkan ketika tidak ada orang lain yang mempercayaimu, dialah orang pertama yang mendukungmu...
Dan tidak peduli apapun yang terjadi, kalian tetap saling mempercayai..
Sampai kapanpun....
Tidak ada yang bisa merubah itu...
.
__ADS_1
.
.
Pov Terada Off.
Dia teringat di saat perjuangannya bersama dengan Fuutie membangun masa depan mereka, awal mereka membuka Restoran Li's Food&Co dari hanya sebuah Restoran Kanton yang kecil dan sederhana, yang belum dikenal orang bahkan pernah dalam sehari mereka sama sekali tidak mendapatkan pelanggan. Pernah juga Fuutie kehabisan modal untuk berbelanja, karena jumlah in*come tidak sebanding dengan pengeluaran dan juga belum banyak pelanggan yang datang, sehingga Terada menyerahkan seluruh uang tabungannya untuk membantu Fuutie, walau Fuutie menolaknya namun Terada memaksa tidak peduli walau sang istri memprotes perlakuan istimewanya terhadap Fuutie.
Atas kegigihan dan keuletan Fuutie dan juga keterampilan Terada dalam memasak, Resto kecil itu menjadi semakin ramai. Fuutie pun memperbesar restoran Chinese nya tersebut, pula menambah banyak karyawan.
Semakin banyak pelanggan yang berdatangan hingga membuat restonya kewalahan, Lalu Fuutie menambah cabang Restoran barunya di Akihabara ini, diri nya juga mulai dilirik oleh para investor dan mendapatkan bantuan modal. Pada akhirnya dia menambah 2 cabang baru yang masih berada di Distrik terpadat di Jepang ini yaitu di Ikebukuro dan Harajuku. Selanjutnya Resto nya terus berkembang pesat hingga tersebar ke beberapa Distrik lainnya di seluruh. Jepang. Hingga kini...
Hingga Fuutie bermaksud melebarkan sayap bisnisnya ke Singapura, namun entah kenapa takdir membawa nya untuk dihadapkan pada kenyataan pahit ini, sehingga dirinya harus dihadapkan pada kedua orang pria yang amat mencintainya.
..........
Kedua Pria itu saling menatap tajam, sampai seorang suster yang menjaga Fuutie memanggil nama salah seorang diantara nya "Tuan Terada, Pasien menyebut nama anda, silahkan masuk."
Lalu Terada meninggalkan Yue begitu saja.
Tidak lama setelahnya, datang seorang ajudan Yue yang memberikan sebuah dokumen yang kemudian dibuka oleh Yue.
..."Jadi dia seorang Chef di Restoran Fuutie dan dia telah menikah, bahkan mereka....... "...
Wajah Yue semakin rumit, garis wajahnya melunak kembali ketika membaca data yang dia dapat tentang Terada.
.................
"Ohayou Sakura-chan.. Apa yang sedang anak gadis ibu kerjakan? "
Nadeshiko yang bangun sedikit lebih lambat dibandingkan Sakura pagi ini, segera menghampiri anak perempuannya di dapur.
Sakura sedang memasak sesuatu, ia sedang mempersiapkan semua bahan - bahan masakannya. Terlihat gadis bermanik emerald itu sedang memotong-motong sebuah wortel dan sebuah timun menjadi berbentuk memanjang. Lalu dilanjutkan dengan memotong ayam fillet, sosis, dan kani atau daging kepiting dengan bentuk memanjang pula agar mudah saat semua bahan isian itu digulung nanti. Apa yang akan dia buat pagi ini?.
"Kau akan membuat Sushi?" Tanya sang ibu sambil memerhatikan Sakura.
"He'em". Sakura mengangguk antusias.
"Apa yang bisa ibu bantu Sakura?. "
"Tidak perlu ibu.. aku ingin membuat semuanya sendiri." Sakura pun tersenyum ceria kepada sang ibu menandakan penolakannya yang halus.
"Baiklah kalau begitu ibu akan mengerjakan yang lain, semangat ya Sakura!!. " Ibu Sakura menyemangati anak gadisnya.
Selanjutnya Sakura membuat campuran air, gula, garam dan cuka lalu mengaduknya hingga tercampur merata. Lalu dia memasak nasi dari campuran beras biasa dan beras ketan. Setelah matang dia menuangkan larutan gula garam yang sudah dibuat sebelumnya ke dalam nasi itu lalu di aduk hingga mengenai seluruh bagian nasi, dan membagi nya menjadi beberapa bagian.
__ADS_1
Selanjutnya dia menggelar makisu atau tikar sushi di atas permukaan meja dapurnya, yang telah dilapisi dengan plastik bening. Lalu dia menggelar lembaran nori di atas plastik tadi dan kemudian menyebarkan satu bagian nasi yang telah dia bagi - bagi tadi di atas nori hingga hampir seluruh permukaannya tertutup.
Kemudian diletakkannya bahan isian yang sudah disiapkannya tadi, melintang di salah satu ujung nasi, setelah itu dengan bantuan makisu, dia menggulung sushi-nya seketat mungkin hingga seluruh lembaran nori menutup menjadi satu gulungan sushi.
"Bagaimana Sakura, berhasil? tanya Nadeshiko sang ibu dari ruangan lain yang bersebelahan dengan Dapur.
" Sebentar lagi ibu!! " Seru Sakura agar ibunya mendengar suaranya dari ruangan sebelah.
Setelah Sakura memotong-motong Sushi roll nya, dia meletakkan beberapa potong kedalam dua buah kotak bekal. Walaupun belum berbentuk sempurna, namun dia sangat percaya diri bahwa Sushi buatannya ini akan membuat Syaoran suka. "Semoga Syaoran mau menerimanya, aku sangat khawatir padanya setelah kemarin dia sakit, jadi dia tidak boleh telat makan. " Ucap nya dalam hati.
"Ittadakimasu!"
Haap!.
Seseorang muncul dari arah belakang Sakura,
"Oni-chaaaan!. " Pekik Sakura
"Ternyata masakan seorang Kaiju lumayan juga ya!. "
Touya tiba-tiba melahap satu potongan Sushi buatan Sakura ke dalam mulutnya.
"Itu untuk Syaoran!" Sakura meneriakkan nama pemuda Hongkong itu.
Raut wajah Touya sontak menegang, sepotong Sushi yang telah ditelannya seolah ingin dia muntah kan kembali.
"Coba katakan sekali lagi, kau memanggil bocah itu apa? "
Touya menatap Sakura lekat dan dengan sorot mata hitam logamnya yang tajam, yang mampu membuat Sakura menghentikan kegiatannya dalam mempersiapkan bekal untuk seseorang di sana.
"Aku memanggilnya 'Syaoran', apakah pengucapan ku salah kak? itu nama orang Chinese bukan? ". Sakura tidak peka saat kakaknya sama sekali bukan mempermasalahkan pengejaan nama anak muda itu, namun dia terkejut ketika sang adik menjadi lebih dekat dengan tuan muda itu. Apalagi semalam ketika berkunjung ke kediaman Fuutie, Touya mendapat informasi dari pak Wey jika Sakura telah datang sendiri untuk menjenguk Syaoran.
"Lebih baik kalian tidak terlalu dekat. "Kata Touya dengan tatapannya yang menusuk pada Sakura.
"Tapi kak, dia bukan orang jahat seperti teman - teman kakak di Horikoshi dulu! Syaoran orang yang baik dan selalu membantuku." Sakura menjelaskan dengan wajah memelasnya.
"Kakak tahu, kakak juga tidak melarangmu untuk berteman dengan siapa saja, tapi kakak lebih tahu sesuatu dibandingkan dirimu." Touya melembutkan tatapannya pada sang adik.
Sakura masih menatap sang kakak dengan lekat dan penuh tanya.
...................
..."Asal kau tahu Sakura semakin kau dekat dengan anak muda itu, dirimu akan semakin banyak yang mengancam, dan itu amat berbahaya."...
__ADS_1
Bersambung,