My Prince From Hongkong

My Prince From Hongkong
"Membujuk kak Fuutie"


__ADS_3

.....


Sang butler melirik Tuan muda nya itu, lalu kembali fokus menyetir dalam perjalanan pulang mereka.


"Syaoran-sama, kenapa anda tersenyum sendiri? Apakah ada hal yang aneh yang anda lihat?"


Wey-san pengasuhnya sedari kecil itu amat penasaran dengan apa yang tiba tiba terjadi pada tuan muda Li nya tersebut. Sepulang dari Kediaman keluarga Akiho sang Tuan muda masih bermuka masam dan dingin, namun ketika menilik Ponselnya dia langsung berubah seketika menjadi lembut kembali.


"Aku sedang memikirkan untuk bekerja paruh waktu, apa pendapatmu Wey?".


Syaoran yang duduk di kursi mobil bagian belakang tepat di belakang kursi setir Wey itu menatap Wey dari kaca spion bagian tengah,


"Apa yang anda rencanakan Tuan muda?" Wey pun mulai bertanya tanya.


"Gadis itu sedang mencari pekerjaan part time nya, dan aku berencana ingin ikut bekerja dengannya".


Wey pun tersenyum, bagaikan seorang ayah yang bahagia melihat tingkah anaknya untuk mendekati seorang gadis pujaannya.


"Semoga berhasil Tuan" Jawab Wey.


........


Di Kantor Fuutie li,


"Agenda kerja ku untuk besuk apa Nakuru?"


Fuutie sedang mengecek Laptopnya. Kemudian Nakuru sekretarisnya memperlihatkan nya sebuah dokumen.


"Besuk jam 9 pagi anda sudah ada janji bertemu klien dari PT. Moon Corp".


"Okey".


Nakuru terdiam sesaat, "PT . Moon Corp? Terdengar tidak asing bagiku" pikirnya.


"Kalau begitu, tolong siapkan berkas-berkas nya untuk besuk ya" Suruh Fuutie.


"Baik Nona Fuutie".


"Setelah Berkas nya lengkap kita makan dulu ya, laper banget, setelah itu baru pulang". Ucap Fuutie lagi.


"Haikk" Kemudian Nakuru segera keluar dari ruangan Fuutie menuju ruangannya sendiri.


.......


"Tuuut... tuuut...." Fuutie menelepon Syaoran adiknya.


"Flip" telpon diangkat.


"Hallo Syaoran, kau makan duluan saja ya bersama Wey-san, kakak masih di kantor kerjaan kakak belum selesai".


"Ah/ya" jawab Syaoran.


"Yaudah gitu dulu, kamu langsung istirahat ya, besuk kamu masuk sekolah lagi" Kata Fuutie.


"Baik kak, Kak apa aku boleh belajar bekerja di Restoran kakak?" Tanya Syaoran.


"Apa?? Belajar bekerja? Maksudmu kau mau bekerja part time di resto kita?" Fuutie kaget tidak percaya adiknya berbicara tentang pekerjaan.


"Ya" Jawab Syaoran singkat.


"Memangnya untuk apa kau bekerja paruh waktu Syaoran? Uang jajan dari kakak masih kurang?".


"Aku ingin melihat skill ku sampai sejauh mana, memang tidak boleh?" tambah Syaoran.


"Hm.. Bukannya tidak boleh, kakak malahan senang kau mau mulai mengenal dunia pekerjaan, tapi apakah tidak akan menganggu pelajaranmu di sekolah?" jawab Fuutie.


"Kan cuma 4 jam kerja itupun sepulang sekolah, jadi tidak masalah".


"Baiklah, jika kau bersikeras" Kata Fuutie sambil tersenyum, dia merasa bangga adiknya walau sudah serba berkecukupan tapi masih ingin berusaha sendiri, Lalu dia pun melanjutkan obrolannya dengan sang adik, "baiklah kalau kau mau kau besuk bisa mulai bekerja di Resto Aeon saja ya Syaoran, karena itu yang paling dekat dari rumah kita" Akhirnya Fuutie menerima permintaan sang adik.

__ADS_1


"Baik kak Arigatou". Syaoran pun merasa lega.


"Sebutkan saja kau mau bekerja di bagian apa, ada bagian Kitchen, Catering, atau pengelolaan bahan baku?" Tanya Fuutie.


"Menjadi Waiters" Jawab Syaoran santai.


"Apa? Waiters??" Fuutie nampak heran pada adiknya, Sekejap kemudian dia tertawa terbahak bahak "Hahaha.... Kau jangan bercanda Syaoran?".


"Aku tidak bercanda kak, bahkan aku bermaksud mengajak temanku untuk kerja parttime di sana" Kata Syaoran.


"Astaga... Kau ini!! Memang kau bilang apa pada temanmu Syaoran?". Tanya Fuutie.


"Aku hanya ingin membantunya mencari pekerjaan part time, dia sepertinya sangat membutuhkannya". Syaoran sangat memahami keadaan ekonomi keluarga Sakura.


"Hm.. Restoranku hanya memperkerjakan orang orang berdedikasi Syaoran, Kau mengerti kan?"Jelas Fuutie pada adiknya.


"Temanku sudah pasti orang yang berdedikasi, aku tidak mungkin mengajak sembarang orang untuk berkerja di restoran kita kan?" jelas Syaoran.


"Baiklah kakak mengerti, kalau begitu besuk aku akan memberi tahu pak Terada sebagai kepala Chef di sana dan staff lain kalau kau mau bekerja parttime disana " Balas Fuutie.


"Tidak perlu kak, Aku tidak ingin di istimewakan, aku ingin dianggap sebagai waiters sungguhan".


"Astaga kau ini...."Fuutie tidak habis fikir terhadap keputusan adiknya ini.


"Bukankah lebih baik jika aku mengetahui kinerja dari.karyawan karyawan kakak, jika mereka mengetahui bahwa aku adalah adik Kak Fuutie maka mereka pasti akan sungkan, namun jika tidak diberi tahu pasti itu lebih baik, dan akan berjalan normal"Jelas Syaoran.


"Hmm... Memang nya kau yakin mereka tidak akan mengenalimu?" tanya Fuutie.


"Sepertinya tidak, karena kakak kan belum memperkenalkanku pada mereka semua".


"It's Okey, jika itu rencanamu dear, kakak percaya padamu".


"Haikk" jawab Syaoran.


"Yaudah besuk uruslah surat perizinan dari pihak sekolah untuk kerja parttime ya, beritahu juga pada temanmu, mengerti!". Kata Fuutie


.......


Panggilan telepon itu pun berakhir.


"Aku jadi penasaran siapa teman yang akan diajak Syaoran bekerja parttime, sepertinya dia terlihat istimewa sekali?".


Fuutie berkata dalam hatinya dan mulai menyadari ada sesuatu yang berbeda dari adik laki-laki nya itu.


Lalu Fuutie menutup kedua matanya yang sendu dan lelah itu setelah seharian bekerja, kemudian dia menghela nafas dan berkata dalam hatinya "Hufft Astaga...Hidup lagi capek capek nya adik sendiri malah ingin menjadi waiters di Restoran ku sendiri".


Saat Fuutie membuka kedua matanya, secara tiba tiba Nakuru Sakretarisnya sudah berdiri di depan meja nya dan berkata "Nona Fuutie, Kerjaan udah beres mari makan dulu!!".


"Astagaaaa!!!! Nakuru!!!!! Kau mengagetkan ku saja!!!! Dasar kau sekretaris idi*ot grrrrr!!!.


Sontak Fuutie pun terkaget bukan main, dia mengeluarkan segala kekesalan dan uneg-uneg nya pada Nakuru.


"Ano... Apa salahku?" Nakuru bingung kenapa Bos nya tiba tiba marah padanya.


"Lain kali ketuk pintu dulu dong!" Teriak Fuutie.


"Tadi sudah, tapi Nona Fuutie mungkin tidak mendengar" kata Nakuru.


"Ah... Sudahlah ayo kita pergi".


Restoran Hot pot,


"Makanlah yang banyak Nakuru, kau kan atlit judo pasti butuh tenaga yang besar untuk melindungiku, hahahaaa...."


Fuutie meledek Nakuru, sang sekretaris hanya memasang muka kesalnya , dia berfikir bahwa bos nya ini adalah orang yang random, sebentar-sebentar dia marah-marah, sebentar-sebentar dia menjadi orang baik, tapi bagi Nakuru memiliki pekerjaan ini sudah membuat dia bersyukur dan bahagia.


Saat melihat Fuutie, yang menurutnya dia adalah bos yang baik kemudian dia mengingat adik bosnya itu Syaoran, dia memikirkan bagaimana dia bisa punya waktu untuk menemui Touya sahabat lama nya, Nakuru sangat ingin menemui Touya lagi setelah sekian lama terpisah. Namun untuk saat ini dia belum punya waktu, kariernya baru saja dimulai, dimana dia sangat menginginkan pekerjaan ini. Akhirnya dia mengambil ponsel nya dari tasnya.


"Bagaimana dengan Shinomoto san?" Nakuru mengirimkan pesan pada syaoran.

__ADS_1


Beberapa menit kemudian, Syaoran membalas pesan itu "Semua baik-baik saja".


"Syukurlah kalau begitu, lalu apa yang anda rencanakan? Maaf ya kakak belum ada waktu luang untuk bertemu Touya" tanya Nakuru lagi.


"Tidak apa apa, aku juga mau bekerja paruh waktu dulu dengan Sakura" Balas Syaoran.


"Bekerja dimana?" tanya Nakuru lagi.


"Menjadi waiters di resto kak Fuutie" balas Syaoran.


"Puffffffh, uhukkkk uhukkk...." Nakuru tersedak ketika membaca Chat Syaoran.


"Astaga kau ini, tidak bisa kah kau makan pelan pelan Nakuru!!!" Fuutie memarahi sektretarisnya itu lagi.


"Ma-maaf Nona Fuutie" Ucap Nakuru.


"Syaoran terlalu berani, apa Sakura sudah tau bahwa dia... Tapi sepertinya dia masih berpura pura pada adik Touya itu" Nakuru mengulum senyumnya sendiri, dia berfikir Syaoran itu pemuda yang pintar sekaligus bodoh.


Beberapa saat kemudian Fuutie menerima panggilan telepon, Nakuru pun sesekali melihat bosnya itu, Saat pandangannya melihat arah belakang Fuutie secara tidak langsung dia melihat dua sosok laki laki yang baru saja datang dan mencari tempat duduk yang kosong.


Setelah mereka duduk, seorang pelayan datang dengan membawa buku menu menawarkan pesanan kepada kedua orang itu. Namun keduanya menolak. Setelah pelayan pergi kedua orang itu pun berpindah tempat duduk lebih mendekat ke meja Fuutie dan Nakuru. Nakuru pun mulai curiga dengan gelagat aneh dua orang itu.


Tatapan Nakuru tidak lepas dari kedua orang laki-laki tersebut, "Mereka mencurigakan sekali " Namun Nakuru sesekali mengalihkan pandangannya agar kedua orang itu tidak merasa diawasi oleh gadis berambut coklat panjang tersebut.


Lalu tidak lama pelayan pun datang kembali membawa buku daftar menunya lagi, namun ditolak lagi oleh keduanya, samar samar terdengar oleh Nakuru bahwa alasan mereka masih menunggu teman. Tidak berselang waktu lama salah satu dari kedua orang mencurigakan itu menggeser kursi lebih mendekat ke kursi Fuutie. Dan orang satunya lagi memperhatikan situasi restoran.


Selanjutnya mereka saling mengkode dan melirik ke arah Fuutie. Para bodyguard Fuutie pun juga menyadari bos mereka dalam bahaya, Namun Nakuru menahan mereka dengan menggelengkan sedikit kepalanya. Saat semua pelayan terlihat lengah sibuk melanyani tamu dan tidak ada tamu lain yang menyadari aksi mereka, dengan sekejab Tas Fuutie yang diletakkan di tepat di belakang tempat duduk Fuutie pun di sambar oleh laki laki itu.


Namun sebelum laki laki itu berhasil menjambret tas branded milik Fuutie li itu, tangan penjambret itu segera di tangkap oleh Nakuru. Nakuru yang pada saat itu memakai setelan Palazzo pants dan blazer bergaris serta highheels nya tidak peduli dengan penampilannya, Dia memasang kuncian pada tubuhnya kemudian membanting tubuh penjambret itu dengan cekatan.


"Gubrakkk!!" penjambret itupun KO setelah dibanting dengan gerakan Judo oleh Nakuru.


"Aduuuh..." rintih penjambret itu. Tulang tulangnya serasa remuk setelah dibanting kebelakang oleh Nakuru.


Fuutie pun tersentak kaget dengan kejadian itu. "Astaga Nakuru, siapa orang itu!!?" tanya nya


"Dia hendak mencuri tas anda nona Fuutie!!" kata Nakuru.


"Astaga security tangkap mereka!!" Teriak Fuutie, dan seketika langsung berdiri dan mengambil tas mahalnya itu.


Seceruty pun segera datang dan menangkap dua orang penjambret tas di restoran tersebut.


Lalu Fuutie dan Nakuru pun segera pergi dari sana menuju pintu keluar dengan didampingi para bodyguardnya, bersamaan dengan salah satu komplotan pencuri tadi yang berlari tepat di samping Nakuru, dia hendak melarikan diri dari sergapan security, dan Nakuru dengan sigap menangkap jambret yang satunya lagi, namun penjambret itu hendak melawan Nakuru, dan Judoka itupun melanjutkan aksinya kembali " Kau juga mau mencoba bantinganku!" ancam Nakuru.


Tanpa menunggu jawaban Nakuru pun mengeluarkan jurus nya 'Ko Uchi Gari yaitu jurus Judo jegalan dari depan, akhirnya dengan kunciannya yang kuat tanpa segan segan Nakuru menjegal kaki pencuri itu sampai terpelanting ke arah depan.


"Gubraaakkk" dua penjambret ditumbangkan oleh Nakuru.


"Plok plokk plokk plokkk" para pelanggan restoran Hot pot itupun memberikan applause atas keberanian Nakuru melawan dua orang laki laki penjambret tas tadi.


Fuutie pun tersenyum bangga pada Sekretarisnya itu dan mengajak Nakuru bergegas pulang.


"Luar biasa wanita cantik tadi ya, jurus Jujutsu nya sangat keren, aku yang laki laki saja tidak berbakat dalam seni bela diri ini". Salah seorang Pelayan membicarakan Nakuru.


"Iya siapa dia ya". sahut pelayan yang lain.


"Itu bukan jurus Jujutsu!" kata seorang pelayan parttime bertubuh tinggi dan berambut coklat yang menatap tajam ke arah rombongan Fuutie li dan Nakuru.


"Apa?!" kedua pelayan tadi menoleh ke arah pelayan parttime itu, dialah "Touya".


"Itu jurus Judo, bukan Jujutsu. Secara teknik Jujutsu lebih fokus pada serangan entah itu tendangan atau lemparan, dan teknik Judo memusatkan pada teknik bertahan dan teknik membanting" jelas Touya pada rekan kerjanya.


"Oo begitu... " kedua rekan kerja Touya masih kagum dengan sosok Nakuru.


..."Tidak salah lagi wanita itu.. Nakuru "...


Kemudian Touya tersenyum tipis yang menyiratkan sebuah harapan. Akankah mereka bertemu kembali?


Bersambung,

__ADS_1


__ADS_2