
...Mount Elizabeth Novena Hospital, Singapore....
Di pintu masuk ruang UGD di salah satu rumah sakit terbaik di Singapura ini telah menunggu beberapa orang petugas UGD, dua orang dokter bedah, dokter anastesi, perawat bedah serta perawat anastesi. Tak selang beberapa lama mobil ambulance yang membawa Fuutie Li tiba.
Wiiiiw
Wiiiw
Sesaat sebelum brankar yang membawa Fuutie diturunkan dari mobil, Yue telah tiba untuk membantu menurunkannya. Setelahnya Fuutie dipindahkan dari Brankar ke atas Bed.
"Biar saya saja" Kata Yue dan semua pun sedikit menyingkir.
Yue menggendong Fuutie dengan kedua tangannya yang gagah serta membaringkan nya dengan perlahan dan amat hati-hati diatas bed rumah sakit. Lantas dengan terburu-buru seluruh staf membawa nya masuk ke ruang UGD.
"Maaf Tuan anda tidak diperbolehkan masuk, anda bisa menunggu diluar"
Seorang staff rumah sakit menghalangi Yue untuk ikut masuk kedalam ruang Operasi.
"Tolong selamatkan dia!" Yue memohon dengan wajah yang menggambarkan kekhawatiran.
Untuk pertama kali dalam hidupnya, Yue mengkhawatirkan seseorang. Selama ini sejak perseteruannya dengan Touya untuk mendapatkan hati Nakuru kala itu, dirinya telah kehilangan cinta di dalam hatinya. Hatinya menjadi semakin dingin dan membeku untuk membuka hati kepada siapapun. Namun kini setelah mengenal Fuutie li dan mendengar pamornya sebagai seorang bisnis women yang mengagumkan, perasaan didalam dirinya seolah terbangun kembali dari 'tidur panjang' nya.
Di dalam ruang Operasi Fuutie sedang berjuang menghadapi masa-masa kritis nya.
Begitu masuk ke ruang bedah itu, Fuutie langsung dipasangkan jubah yang besar yang menutupi tubuhnya dari leher sampai di bawah dada hingga ke perut. Kemudian juga dipakaikan pakaian yang menutup area perut hingga ke mata kaki.
Salah satu perawat pun segera memposisikan leher Fuutie, kemudian seorang dokter bedah memeriksa saluran nafasnya hingga mengeluarkan benda asing, kemudian menyedot lendir maupun darah yang tersumbat di saluran nafasnya itu, agar tetap dapat bernafas dengan baik selama jalannya operasi. Pipa orofaring segera dipasang dibantu juga dengan pipa endotracheal dan alat bantu medis lain juga dipasangkan di tubuh wanita malang itu.
Kemudian dokter anastesi serta dibantu perawatnya juga memberikan anastesi dan melalukan tindakan intubasi . Yakni teknik yang dilakukan untuk mempertahankan jalan napas dan memberikan oksigen, dengan cara memasukkan tabung khusus ke batang tenggorokan melalui mulut. Pembedahan ini diperlukan untuk dekompresi otak yang cedera dan meminimalkan kerusakan pada otak maupun jaringan pada bagian kepala lainnya.
Selama operasi berlangsung, dokter anestesi akan mengecek dan memastikan tanda-tanda vital pada tubuh Fuutie,
" Pernapasan? " tanya dokter bedah pada dokter anestesi.
"Stabil" jawab dokter anestesi.
"Detak jantung? "
"Menurun"
"Tekanan darah? "
"stabil"
"Suhu tubuh? "
"stabil"
.
.
.
__ADS_1
Tut,
Tut,
Tut,
(Bunyi alat Patient Monitor)
Flash back on,
.............. ...
"Jika suatu saat aku membuka bisnis Restoran di Jepang, apakah kau mau manjadi Chef di Restoran ku?"
Seorang gadis muda yang mengenakan celana jeans boyfriend yang longgar dan berlubang di bagian lututnya serta mengenakan t-shirt hitam ber merk Laco*co, tengah mengobrol ringan dengan seorang laki-laki yang berbaring di samping nya.
Fuutie muda sangatlah tomboy, dia tidak pernah peduli dengan penampilannya. Dia seorang mahasiswi yang cuek dan bahkan tidak pernah memakai make up, sangat berbanding terbalik dengan kepribadiannya kini. Walau tampil cuek namun Fuutie amat diidamkan oleh para mahasiswa di kampusnya, paras nya yang ayu, berkulit putih bersih bermata sipit khas Oriental serta rambut brown alami nya sungguh menyempurnakan look nya. Ia juga seorang mahasiswi yang teladan dan termasuk barisan daftar para mahasiswi yang jenius dan merupakan kesayangan para Rektor.
Saat ini dia duduk bersila di samping teman laki-lakinya itu. Awalnya mereka sama-sama membaca buku sambil mengobrol. Lalu Fuutie menatap pria di sampingnya itu yang wajahnya malah tertutup oleh buku yang tadinya dibaca olehnya. Sepertinya laki-laki itu pura-pura tertidur dan tidak mendengarkan perkataannya. Namun Fuutie sangat hafal dengan kelakuan pria itu, "Kurang ajar cowok ini malah tertidur! " batinnya.
"Yoshiyuki Terada, jangan pura-pura tidur! Aku ngomong serius tahu!!. " Kata Fuutie bernada marah.
Terada tak memberikan respon apapun. Hingga akhirnya Fuutie melakukan hal yang agak konyol, Karena kesal Fuutie menyingkirkan buku yang menutupi wajah Terada, lalu memencet hidung pria itu sampai dia kesulitan bernafas.
"Upphhf!"
Pria itupun segera bangun dan gelagapan karena ulah Fuutie. Mereka pun duduk bersebelahan di atas rerumputan di area taman di kampus itu.
"Kau hendak membunuhku ya Nona Li! " Tuduhnya.
"Harus ku jawab sekarang?." Terada pun menatap Fuutie dengan wajah santainya.
"Ta-hun de-pan!! Ya sekarang lah!" Kemudian Fuutie menatap balik Terada dengan mendekatkan wajahnya pada laki-laki seusianya itu.
"Kau jangan menggodaku Fuutie, nanti kalau kau jatuh cinta sungguhan bagaimana! " Terada pun menggoda nya.
"You wish! " ucapnya dengan kembali menjauhkan wajah nya dari wajah bersinar dan lembut Terada.
"Terada-kun!......."
Terdengar samar-samar suara wanita dari kejauhan.
"Pacarmu datang tuh! " Ucap Fuutie bernada malas.
"Apakah kamu cemburu? hahaha. " Terada meledek Fuutie.
Greeep
Seorang gadis berperawakan Japanese tiba-tiba datang dan memeluk Terada. gadis itu adalah kekasih Terada. "Terada aku membawakan bekal makan siang untukmu sayang!"
" Kalian menjijikkan sekali !! ." batin Fuutie, yang segera bangkit dan hendak meninggalkan mereka.
"Wooy Fuutie.. nanti lanjut lagi ya!!"Teriak Terada.
Fuutie tak mempedulikan perkataan Terada, Ter lebih lagi dirinya muak melihat Terada bermesraan dengan pacarnya. Apakah benar Fuutie cemburu?
__ADS_1
Flash back off,
.............
Kembali di ruang Operasi,
Tut
Tut
(bunyi patient monitor)
"Terjadi pendarahan dok ! Tekanan darah menurun! " Ucap dokter anestesi.
"Lakukan transfusi darah!" Perintah salah satu dokter bedah.
"Golongan darah pasien O Rh Negatif " dokter anestesi mengformasikan.
"Stok darah O Rh Negatif terbatas dokter! " kata perawat anastesi.
"Cepat hubungi rumah sakit lain, minta bantuan stok darah O dengan Rh serupa! serta hubungi keluarga yang menunggu di luar apakah ada dari mereka golongan darah dengan rhesus yang sama?! " Perintah dokter bedah yang lain.
Para perawat menyiapkan peralatan transfusi darah. Wajah Fuutie pun kian memucat, keringat dingin mulai keluar dari area wajah dan tubuhnya.
Lalu secepatnya salah satu perawat bedah keluar dari ruangan operasi yang telah berlangsung selama 2 jam itu. Dia menoleh ke arah Yue dan staff serta para ajudan Fuutie maupun Yue yang masih menunggu diluar, dan ditanya nya pemuda itu "Apakah ada yang memiliki golongan darah O?".
" Saya AB.... Saya B.....Saya A...... " Para staff dan ajudan tidak ada yang memiliki golongan darah O.
"Saya O, golongan darah Saya O! Jika pasien membutuhkan donor darah, saya bersedia!" Ucap Yue yakin dan memecah ketegangan.
"Baik Mari tuan, saya akan mengecek terlebih dulu apakah golongan darah anda sesuai dengan darah pasien yaitu O Rh Negatif ". Kata suster.
"Baik"
Yue pun masuk ke sebuah ruangan, dan setelah di cek didapati bahwa golongan darah Yue adalah O Rhesus positif sehingga tidak bisa mendonorkan darah nya untuk Fuutie.
Orang yang memiliki Rh negatif bisa mendonorkan darah kepada orang yang memiliki status Rh negatif dan Rh positif. Namun, pendonor dengan Rh positif hanya bisa mendonorkan darah kepada orang dengan status Rh positif.
"Siall!".
"Bersabarlah tuan Yue.. kita doakan bersama semoga Nona Fuutie mampu bertahan. " Ucap Sekretaris Yue yang dari tadi ikut menunggu diluar ruangan operasi bersama staff dan para ajudan masing-masing.
............
"Hati-hati di jalan Chef! " kata Assistant Chef saat melepas Terada untuk pergi ke Singapura.
"Carilah chef cadangan untuk sementara, karena aku tidak bisa memastikan kapan akan kembali."
...Malam itu juga Terada terbang ke Singapura....
..."Tunggu aku Fuutie, Semoga kau mampu melewati masa kritismu......"...
............. ...
__ADS_1
Bersambung,