My Readery System

My Readery System
Sang phoenix keabadian ll


__ADS_3

Leon yang sudah tidak menganggap lagi burung phoenix ataupun keabadian itu sendiri akhirnya dia keluar dari semak-semak dan berjalan pelan menghampiri ras elf itu tanpa sepatah katapun


Tap....tap...tap..!


Suara langkah kaki leon keluar dari semak tempat persembunyiannya.


"Siapa kau!!,"Tanya perempuan ras elf itu.


Namun leon tidak menjawab dan terus menghampiri ras elf itu, Kemudian ke dua ras elf laki-laki menghadang leon.


"Hei kau berhenti!!!, Cepat jawab pertanyaan nona muda kami, Jika tidak maka kami akan membunuhmu,"Ucap kedua ras elf laki-laki itu secara bersamaan.


Swoooooooosh.........!


Tiba-tiba leon yang sedang berjalan pelan penghilang bersamaan dengan suara angin yang dikeluarkan ketika leon menghilang.


Dhuakkkk...........!


"Khuaaaakkk......!,"Kedua ras elf itu terpukul dibagian perut mereka oleh tangan leon hingga memuntahkan darah.


"Siapa aku tidak penting bagi kalian..!, Aku datang menghampiri kalian hanya ingin menghajar nona muda kalian."Ucap leon dengan nada dingin dan matanya yang tajam.


"Apa..?!, Kurang ajar..! Aku akan membunuhmu!,"Ucap perempuan ras elf dengan lantang.


Swooooooosh......!


Leon kembali menghilang lahi bersamaan dengan suara angin.


Dhuaaaaaaaak.......!3×


Perempuan ras elf itu dipukul tepat diwajahnya oleh leon.


Bruuuuuuk......!


Perempuan ras elf itu terjatuh dengan hidung yang berdarah,matanya yang lebam dan mulutnya pun mengeluarkan darah berkat pukulan leon.


"Sebenarnya aku tidak tega memukul seorang perempuan seperti kau, Tetapi aku muak ketika mendengar bahwa kau ingin abadi dan mendominasi benua ini."Ucap leon yang lalu jongkok melihat wajah dari elf perempuan tersebut.


"Awwqwwws kkekakuau!, Akhdkkkan kuahabblas nanannnajjti,"Ucap ras perempuan elf dengan tidak jelas dengan kata-kata yang keluar dari mulutnya yang berdarah.

__ADS_1


"Sudahlah kau jangan terlalu banyak bicara, Bukankah kau menginginkan keabadian?, Maka aku akan memberikannya,"Ucap leon dengan senyuman manis dengan akal yang sudah tak sehat dalam pikirannya.


"Restraint soul undead..!"Ucap leon yang merapalkan mantra sihir undead kepada elf perempuan tersebut.


*


"Sekarang kau sudah abadi, Tetapi itu jika kau tidak berurusan denganku lagi!!,"Ucap leon yang beranjak berdiri dan pergi menghampiri burung phoenix yang ia cari.


"Aaaaaaaaaaaaaa............!"


Tiba-tiba suara jeritan kesakitan dari elf perempuan itu terdengar namun itu bukan berarti dia mati namun sihir yang di berikan leon berhasil dengan kata lain, Sihir kutukan undead leon diterapkan kepada elf perempuan itu dan elf perempuan itu abadi, Jika ia tidak mengkhianati leon ataupun memberikan informasi tentang leon kepada siapapun.


*


'Aku sebenarnya bertanya-tanya apa itu arti keabadian bagi mereka sehingga mereka seserakah itu, Dan juga ternyata mereka hanya memancing burung phoenix ini agar menyelamatkan hewan magis yang diburu oleh para elf bodoh itu, Nyatanya keabadian itu sungguh tidak ada jika waktu masih berlalu,'Pikir leon yang menatap burung phoenix didepannya.


Leon dan burung phoenix pun saling berhadapan satu sama lain, Namun tidak ada niatan didiri leon untuk memburu burung phoenix yang baik ini, Meski ia tidak tahu maksud dari semua perkataan orang desa yang menyebutkan bahwa burung ini telah memburu para warganya.


*


Namun meski leon tidak memiliki niatan bertarung, Burung itu seketika bersikap aneh didepan leon, Dan mulai mengeluarkan cahaya emas berkilauan, Seketika leon pun bersiap bertarung karena merasa kaget setelah melihat burung phoenix mengeluarkan cahaya.


*


*


Seekor burung phoenix yang besar dan bisa mengeluarkan api yang begitu panas, Sehingga membakar pohon-pohon disekitarnya kini telah berubah menjadi seorang anak perempuan dan tersenyum kepadanya dan menyebut leon dengan panggilan,"Papa..!,", Karena itulah leon terdiam bingung, Aneh perasaan yang dimilikinya bercampur aduk hanya karena panggilan ayah dari seorang anak perempuan yang berubah dari seekor phoenix yang besar.


Kemudian tersiratlah pikiran leon saat ini,'Apakah aku yang dulu ini bodoh sampai-sampai mempunyai anak seekor burung?'.


*


*


"Papa?, Aku papamu?...,"Ucap leon yang menunjuk dirinya sendiri seperti orang kebingungan.


"Papa...!,"Anak perempuan itu berlari kearah leon dan langsung memeluk leon.


Leon yang semakin bingung bagaimana harus menghadapi seorang anak kecil yang sedang memeluknya saat ini hanya bisa tersenyum kaku.

__ADS_1


"Adik kecil, Kenapa kamu memanggilku papa, Aku ini bukanlah papamu,"Ucap leon dengan nada lembut dan tersenyum.


"Hmm?, Tetapi mama pernah bilang kepadaku bahwa papa adalah papaku,"Jawab anak perempuan itu dengan polos.


"Anu.., Maksudku bukan seperti itu adik kecil, Tapi darimana adik kecil tahu bahwa aku ini papa mu?,"Ucap leon dengan tersenyum terpaksa karena bingung.


"Mmm, Rambut dan mata papa, Mama menyuruhku untuk menunggu papa, Dan mama bilang papa memiliki rambut berwarna putih dan mata yang berwarna merah,"Jawab anak perempuan itu menjelaskan kepada leon meski agak membingungkan.


"Rambut dan mataku?,"Ucap leon kemudian ia melirik rambutnya, Karena dia bingung mengapa anak itu bisa tahu penyamarannya.


".................."


Leon pun terdiam dan menatap anak itu, Dia berpikir,'Kapan ia membuka penyamarannya?, pantas saja anak ini tahu'.


"Papa leon apa yang papa pikirkan?,"Ucap anak perempuan itu dan melirik kearah leon.


"Haha. ......ha....hahh..."Leon tertawa karena semakin bingung mengapa anak ini tahu namanya.


'Dugaanku ternyata salah, Aku kira anak ini hanya mengada-ngada bahwa aku ini papa nya, Tetapi sepertinya benar anak ini adalah anak ku, Tetapi bagaimana ibunya mengetahui bahwa aku akan datang kesini?,'Pikir leon yang kecewa dengan keberadaan anak yang ada didepannya itu.


Semakin keras leon berpikir maka akan semakin dia gila, Karena dari awal dia tidak tahu apa-apa dan juga raja berdarah dewa, Istri dan seorang anak yang tersegel, Semakin kacau dan bingung ia memikirkannya, Padahal dia tidak tahu apapun tentang masa lalu tubuhnya, Berapa banyak istri yang ia punya sebelumnya dan juga bagaimana ia bisa tertidur dan menjadi patung duduk di istana seketika selama beratus-ratus tahun lamanya, Lalu kemudian ia terbangun bersama sistem yang dipegangnya saat ini, Maka dari awal leon berniat untuk mencari tahu semuanya dan setelah semuanya terungkap maka ia akan berusaha menerimanya sama halnya dengan anak perempuan yang berada didepannya.


*


"Baiklah aku adalah papamu, Tetapi bolehkah papamu ini mengetahui namamu?,"Ucap leon yang sudah tenang dan tidak berusaha memikirkan hal yang lain-lain lagi.


"Mmmh, Mama bilanga namaku Leona,"Jawab anak perempuan dan menyebutkan namanya adalah leona.


"Baiklah leona, Bisakah kamu jelaskan mengapa para warga desa crowne menghilang apakah benar kamu yang memangsa mereka?,"Ucap leon bertanya kepada leona.


"Tidak papa aku hanya menyelamatkan mereka karena mereka terluka setelah diserang oleh para monster didalam hutan, Namun ada satu orang yang saat itu selamat dan setelah melihatku dia kabur, Apakah papa marah padaku akan hal itu?,"Jawab leona menjelaskan kepada leon.


"Tidak baguslah jika begitu, Lalu orang-orang yang kamu selamatkan apakah mereka saat ini ada ditempatmu,"Ucap leon tanya kembali leona.


"Benar papa, Tetapi mereka tidak sadarkan diri karena aku tidak terlalu hebat dalam hal penyembuhan jadi sampai saat ini mereka masih tertidur,"Jawab leona yang murung akan hal orang-orang yang ia selamatkan.


"Baiklah, Kalau begitu tunjukan dimana mereka berada biarkan papa yang mengobati mereka, Tapi sebelum itu....."Ucap leon yang kemudian melirik para elf yang sedang tidak sadarkan diri.


Sebelum leon mengikuti leona ia mengikat tiga elf yang ingin memburu leona, Lalu setelah itu ia pun pergi menuju tempat leona bermaksud untuk mengobati para warga desa crowne tersebut.

__ADS_1


#Author


Maaf jika sang karakter lolinya tidak terlalu bagus mohon dimaklumi 😅


__ADS_2