
Setelah dia bertanya kepada tron banyak informasi tentangnya yang ia butuhkan, Namun itu pun hanya informasi tentangnya saja, Tetapi informasi dari luar daerah kerajaan kroasis dia tak mengetahuinya, Yang sekarang dia ketahui bahwa faktanya dulu dia adalah seorang raja, Dan tron adalah seorang pelayan setianya, Namun sekarang dia bukan lagi seorang raja, Karena raja harus selalu ada rakyatnya.
'Sepertinya ini dunia yang sama dengan buku yang kubaca sebelumnya,'Pikir Rivains yang sedang duduk ditempat peristirahatan didepan istananya dan ditemani tron sang pelayan setianya.
"Ahh!, Kakek tron aku ingin bertanya lagi padamu, Bukankah disini ada monster mengapa aku tidak melihatnya sekarang, Dan juga bukankah aku tertidur sudah beratus-ratus tahun lamanya mengapa kakek tron masih hidup sampai saat ini?,"Rivains bertatanya pada tron yang ada disampingnya.
"Ya yang mulia monster masih ada akan tetapi, Kerajaan ini tak bisa dimasuki monster ataupun sembarangan orang jadi tak ada monster disini, dan juga untuk pertanyaan kedua yang mulia, Mungkin karena kita ini keturunan murni para dewa,"Kakek tron menjawabnya dengan tenang meski merasa aneh terhadap yang mulianya itu.
"A...ah.,"Rivains yang asalnya tenang kini ia cukup terkejut atas jawaban kakek tron yang menyebutnya bahwa keturunan murni para dewa.
*
Rivains mulai terdiam lagi dan berpikir lagi, Sosok yang jenius seperti dia pun masih lah harus berpikir dan tidak mungkin tidak merasa kaget dengan pernyataan kakek tron tersebut, Tetapi bukan berarti dulu dia tidak pernah kaget sama sekali, Padahal dia juga pernah mengalami kaget yang amat luar biasa pada saat masa pubertasnya, Saat dia tertidur dan terbangun denga celananya yang basah tetapi pas dia cek itu bukan mengompol dia pun berpikir keras tentang hal itu dan dia bertanya-tanya apa itu sebenarnya.
*
"Kakek tron apakah di istana ini ada perpustakaan?,"Rivains melirik kearah kakek tron dan bertanya kembali.
"Tentu yang mulia, Apakah yang mulia ingin ke perpustakaan, Kalau begitu pelayan tua ini akan mengantar anda."Tron menunjukan jalan kepada rivains yang sedang terduduk untuk menyuruhnya berjalan terlebih dahulu.
Rivains pun beranjak dari tempat duduknya dan berjalan masuk kembali ke istana menuju perpustakaan.
*
'Aku tidak terlalu bisa berbicara dengan orang lain,'Pikir rivains dan terlihat renungan diwajahnya seolah-olah dia sangat menyesal dan marah kepada dunianya yang dulu.
__ADS_1
*
Rivains dan tron pun terus berjalan menuju peepustakaan dan tron terlihat tersenyum melihat tuannya, Karena kebiasaan membacanya tidak berubah sama sekali.
"Maafkan aku kakek tron meninggalkanmu beratus-ratus tahun lamanya hingga kamu harus membereskan perpustakaan ini selama itu, Dan maafkan aku karena sekarang aku tidak terlalu pandai berbicara atau menanyakan suatu hal,"Rivaina membungkuk kepada tron setelah melihat perpustakaannya masih bersih, Seketika itu rivains berpikir bahwa kakek ini benar-benar menunggunya selama beratus-ratus tahun,hidup sendirian diistananya.
"Tidak yang mulia ini sudah tugasku, Meski aku sudah tua tetapi aku harus tetap bersama tuannya, Sampai ajal menjemputku tiba,"Tron menghampiri rivains yang membungkuk kepadanya karena merasa itu tidak pantas baginya menerima permintaan maaf dari tuannya.
"Baiklah jika kakek tron merasa begitu."
Rivains pun masuk kedalam perpustakaan, Dan seperti biasanya dia langsung membaca buku-buku yang ada disitu, Namun kebanyakan buku disitu adalah tentang sihir yang tidak ia ketahui bagaimana menggunakannya, Tetapi ada satu buku sihir yang membuat ia penasaran yaitu sihir summoning, Rivains yang sangat cepat mengerti lalu dia berniat mencoba sihir itu.
*
"Bangkit dan patuhilah tuanmu!,"Mata rivains terpejam dan membayangkan satu makhluk terpanggil olehnya.
Rivains pun membuka matanya setelah ia selesai melakukan kata kerja dan mengimajinasikan agar sihirnya aktif.
"Hmm?, Tron siapa perempuan bertelinga runcing ini?,"Rivains heran karena melihat ada sosok wanita didepannya sedang tunduk padanya.
Tron terdiam sejenak lalu dia melihat kepada rivains yang sedang menunggu jawabannya.
"Maaf yang mulia apakah yang mulia tidak tahu bahwa itu adalah makhluk summoning yang mulia?,"Tron langsung menjawabnya, Dan juga wajah tron seperti tidak percaya karena melihat tuannya menggunakan sihir.
"Hmm, Makhluk summon ku wanita,"Rivains melihat-lihat makhluk summonnya dengan keheranan, Karena percobaan pertamanya langsung berhasil.
__ADS_1
*
"Tron apakah kamu tahu mengapa telinga nya runcing dan juga dia ini dari ras apa?,"Rivains bertanya seperti seorang anak kecil yang baru lahir kedunia itu.
"Maaf tuan bolehkah anda tidak memanggilku dengan telinga runcing, Karena ras ku adalah ras elf, Jadi wajar bagi bangsa kami memiliki telinga seperti ini, Jadi bolehkah anda segera memberi nama saya,"Perempuan itu berbicara dengan nada agak kesal meski yang didepannya itu adalah tuannya, Dan meminta rivains untuk memberinya nama.
"Elf?, Nama?, Baiklah aku akan memberimu nama, Namamu sekaran vanea," Rivains pun memberikan nama pada makhluk summonnya.
"Terimakasih yang mulia."
"Baiklah untuk sekarang aku akan memberimu tugas untuk mengumpulkan informasi diluar kerajaan ini, Jika kamu sudah mendapatkan informasi maka kembalilah dan laporkan kepadaku pergilah!,"Meskipun tadi rivains seolah-olah tidak tahu apa-apa seperti anak yang baru lahir, Tetapi kenyataannya tidak seperti itu dia hanya berpura-pura seperti itu karena jika dia terlalu serius menghadapi makhluk summonnya dan percaya padanya maka resiko untuk berkhianatpun akan tinggi.
"Baik tuan,"Venea menjawab dan langsung pergi.
*
*
"Yang mulia, Maaf hamba lancang bertanya seperti ini tetapi, Apakah yang mulia pertama kali melihat dia dan kaget hanyalah pura-pura belaka?,"Tron menunduk dan bertanya sambil meminta maaf.
"Kakek ternyata kamu hebat bisa mengetahuinya, Aku berpura-pura karena demi kebaikanku sendiri dan juga agar membutikan bahwa dia akan setia atau tidak hanya itu, Dan jawaban akhirnya cukup memuaskan, Dan juga aku mengetahui sesuatu bahwa kakek tron masih menyembunyikan sesuatu dariku apakah aku benar Kakek tron?,"Rivains pun menjawab pertanyaan kakek tron lalu dia mendekat kearah kakek tron karen rivains curiga bahwa kakek tron masih menyembunyikan sesuatu darinya.
"Huh!, Maaf kan pelayan tua ini yang mulia hamba tidak bermaksud meragukanmu akan tetapi hamba hanya berusaha agar yang mulia tidak memikirkan ini terlebih dahulu, Karena informasi yang hamba sembunyikan adalah tentang ratu dan putra anda yang mulia, Sebelumnya hamba tidak menceritakan ini karena ragu melihat yang mulia yang tiba-tiba bangkit kembali, Meskipun hamba sudah menunggu ratusan tahun lamanya, hamba akan menjelaskan semuanya sekarang kepada yang mulia tentang kerajaan juga istri dan putra yang mulia."
Tron yang sempat meragukan tuannya kini memohon ampun karena dia telah meragukan tuannya, Dan dia pun sekarang menjelaskan semua apa yang terjadi sebenarnya pada Rivains, Dia menjelaskan bahwa memang benar rivains telah tertidur ratusan tahun lamanya, Tetapi tentang rakyatnya meninggalkannya karena rajanya telah mengalami kejadian aneh dan tertidur tidak bisa bangkit lagi itu adalah kebohongan, Tron pun menjelaskan bahwa setelah rivains mengalami kejadian aneh itu, Rakyatnya mulai kacau karena adanya pengkhianat di para petinggi kerajaan, Dan mulailah terjadi pembantaian didalam istana kerajaan itu, Namun untunglah rakyat dan para prajurit yang masih setia pada rivains berusaha mengasingkan yang mulia ratu dan pangeran, jadi sampai saat ini mereka masih hidup, sedangkan untuk tron saat terjadinya pembantaian pada saat itu dia masih kuat untuk melawan beberapa pengkhianat namun ada satu orang yang membuatnya terluka parah yaitu salah satu dari keempat kaisar naga, Tetapi untunglah dia masih selamat dan berusaha membersihkan istananya sampai sekarang menunggu tuannya terbangkitkan.
__ADS_1