My Readery System

My Readery System
Ibu kota farzion


__ADS_3

Terlihat sebuah kota berlatar dunia fantasy seperti dalam game, Guild para pemburu ras-ras yang berbeda-beda berkumpul dan saling berteman satu sama lain, Namun yang paling menarik perhatian rivains adalah, Adanya seorang penjual budak dimana-mana, Dan tak ada yang protes sedikitpun karenanya, Dia pun mengerti bahwa dunia barunya itu adalah dunia yang terlihat kejam tetapi jika dibandingkan didunianya yang dulu dia masih tetap memilih dunianya yang sekarang karena dunianya yang dulu tidak terlihat kejam melainkan baik adalah sebuah kedok kekejaman.


"Baiklah tuan leon kami akan berpisah sekarang, Karena kita sudah sampai dan juga jika kamu mencari penginapan sebaiknya kamu menginap dipenginapan itu, Dan juga teramakasih telah menolong kami,"Ucap gran dan ia menunjukan sebuah penginapan kepada rivains.


"Baiklah, Terimakasih juga untuk kalian karena mengizinkanku ikut bersama kalian,"Jawab rivains dengan senyuman ramah.


Rivains dan Orang-orang yang ditolongnya akhirnya berpisah, Dan rivains pun mengikuti arahan dari gran agar menginap ditempat yang gran tunjukan kepadanya, Karena rivains belum tahu apa-apa tentang kota farzion itu jadi dia mencoba mengikuti arahan gran yang sudah tinggal lama dikota farzion itu.


*


Tap....tap...tap.


Kriiiiing.....!


Suara lonceng pintu tandanya masuk pelanggan terdengar, Seorang wanita pun langsung menghampiri dan menyapa pelanggan tersebut.


"Selamat datang tuan apakah tuan akan menginap disini?,"Tanya sang pelayan yang menghampiri rivains.


"Ahh, Benar benar, Apa masih ada kamar kosong dipenginapan ini,"Jawab rivains kepada pelayan tersebut.


"Tentu tuan silahkan masuk ,"Pelayan itu mengarahkan rivains agar segera masuk.


Rivains pun masuk menuju resepsionis penginapan itu, Namun resepsionis disini tidak terlihat seperti hotel ataupun yang lainnya, Resepsionis bisa diartikan seperti halnya npc dalam game yang memberikan quest kepada pemain.


"Maaf nona saya ingin memesan satu kamar,"Ucap rivains dengan sopan kepada resepsionis tersebut.


Namun resepsionis itu tidak menjawab, Dia hanya melamun dan memandangi wajah rivains yang terlihat menawan dimatanya dan juga timbul rasa penasaran mengapa warna mata rivains berwana merah.


"Halo..,"Rivains coba untuk menyadarkan resepsionis atau pelayan tersebut.


'Aneh, Padahal pelayan tadi biasa saja melihatku,'Pikir rivain yang coba melihat pelayan yang tadi menyambutnya.


"Ah!, Maaf tuan, Tuan ingin memesan satu kamar untuk berapa hari?,"Jawab pelayan yang baru tersadar akan pesona rivains.


"Hahhh..., Satu kamar untuk saat ini aku akan memesannya hanya untuk satu minggu, Berapa coin satu minggu,"Tanya rivains kepada pelayan.


Meski sebenarnya dia pertama dia tidak membawa harta sepeserpun, tetapi kakek tron memasukan koin kedalam kantongnya secara diam-diam, Tanpa rivains sadari dan juga pada akhirnya coin itu berguna untuknya.


"Untuk satu minggu tuan, Anda cukup membayarnya 100 coin perak atau 1 coin emas tuan, Dan juga tolong beritahu kami nama tuan,"Jawab pelayan tersebut.


"Namaku leon, Dan ini untuk satu coin emasnya, Bisakah nona pelayan sesegera mungkin mengantarkanku kekamar aku sungguh sangat lelah ingin beristirahat saat ini,"Ucap rivains dan dia memberikan satu coin emas pada pelayan itu.


"Baik tuan leon,"Jawab nona pelayan.


Rivains pun akhirnya diantarkan ke kamarnya, Dan akhirnya dia pun beristirahat, Dia cukup lelah karena perjalanannya cukup jauh, Dan juga dia tidak memakai kuda karena di istananya tidak mempunyai kuda satu ekor pun.


*


Keesokan harinya rivains, mengawali kegiatannya dengan membaca buku sihir yang dia bawa dari perpustakaan istananya,


Meski dia terlihat malas tetapi bagaimanapun dia sekarang memiliki uang yang cukup untuk beberapa bulan, Karena tron memberikan coin emas cukup banyak kepadanya.


*


"Cukup membosankan rasanya, jika terus begini, Mungkin aku akan bisa semua sihir yang ada didunia ini,"Ucap rivains yang sedikit mengeluh karena setiap ia selesai membaca buku sihir tersebut, Sihir itu bisa langsung ia kuasai karena sistem langsung menulisnya kedalam skill.


*


 


Readery system


 


 


 

__ADS_1


______________________________________________


Name : Rivains leone


Status : Lonely king


Job : -


______________________________________________


Skill :


Magic skill : Summons


Magic skill : Undead


Magic skill : elementalist


Magic skill : Transmutation


______________________________________________


Str : 52


Int : 50


Vit : 50


Agi : 50


Def : 50


Poin yang dapat dimasukan : 6


______________________________________________


Library


______________________________________________


"Terlalu curang untukku didunia ini,"Ucap rivains, Dan dia pun langsung mengakhiri membaca bukunya.


Readery system


 


 


______________________________________________


Name : Rivains leone


Status : Lonely king


Job : -


______________________________________________


Skill :


Magic skill : Summons


Magic skill : Undead


Magic skill : elementalist


Magic skill : Transmutation

__ADS_1


______________________________________________


Str : 52


Int : 56


Vit : 50


Agi : 50


Def : 50


Poin yang dapat dimasukan :


______________________________________________


Library


______________________________________________


Rivains memasukan poin statusnya kedalam intelegency, karena dia semakin mengerti cara kerja sihir yang membutuhkan mana yang cukup besar.


"Sebaiknya aku mencari pekerjaan,"Ucap rivains yang berjalan keluar dari kamarnya.


[Transmutation aktif]


Rivains menggunakan sihir perubahan terhadap tubuhnya, Agar tidak ada seorang pun yang terdiam ketika melihatnya, Dia pun mengubah rambutnya menjadi hitam warna matanya hitam, Dan dia sekarang memakai baju zirah yang diberikan tron kepadanya, Meski rivains tidak menganggap itu sebagai zirah tentunya karena bentuknya seperti pakaian biasa.


*


Rivains pun keluar dari penginapannya berniat untuk bekerja mengisi waktu luangnya, Dan untuk mencari informasi yang dibutuhkan rivains saat ini.


*


Rivains pun menyusuri kota farzian melihat-lihat sekitar kota yang begitu asing baginya, Dimana ada penjual obat yang dinamakan potion yang diciptakan oleh alkemis, Dan juga blacksmith ya mungkin didunianya yang dulu pun ada blacsmith, Tetapi perbedaanya adalah pembuatan dan ciptaannya begitu berbeda senjata-senjata yang dia lihat memiliki inti sihir sehingga membuat rivains takjub saat melihatnya.


*


"Hmm?, Mengapa mereka berkumpul?,"Ucap rivains yang melihat orang-orang berkerumun disekitar seorang kakek tua.


Rivains pun masuk ke kerumunan tersebut, Untuk melihat sebenarnya apa yang mereka lihat.


*


"Tuan..!, Apakah tuan tertarik dengan hewan magis ini, Dia masih muda dan sehat dan dia setelah dewasa akan menjadi hewan mistis apakah tuan muda tertarik untuk membelinya,"Ucap penjual tua yang menjual hewan magis, kepada rivains.


"Hmm, ternyata di menjual hewan magis,"Ucap rivains lalu ia keluar dari kerumunan orang-orang tersebut.


Meski dia agak sedikit penasaran dengan hewan magis tersebut, Tetapi sayang masih banyak yang harus ia lakukan dikota tersebut.


*


"Ah!, Bukankah ini tuan leon yang kemarin menolong kami?,"Ucap Gran yang tiba-tiba didepan rivains.


"Tuan gran, Sedang apa anda disini, Eh Tunggu dulu ada yang aneh, kenapa tuan gran bisa mengenaliku?,"Jawab rivains dan langsung bertanya kepada gran kenapa mengetahui bahwa ia adalaha leon.


"Tentu saja aku mengetahuinya karena aku memiliki mata yang cukup bagus, Untuk mengenali seseorang,"Jawab gran yang menunjukan mata birunya seperti dialiri dengan mana.


"Ah, Begitukah,"Ucap rivains


"Ngomong-ngomong anda ada urusan apa disini, Membeli hewan magis palsu itu?,"Ucap gran bertanya kepada leon yaitu rivains.


"Palsu?,"


"..........."


Karena rivains memperlihatkan wajah yang polos kepada gran dia pun menjelaskan bahwa hewan magis itu adalah palsu, Karena hewan magis asli tidak terlihat seperti itu, Dan juga akhirnya rivains berkata kepada gran bahwa dia sedang mencari pekerjaan, Dan gran pun menyarankan rivains agar menjadi seorang pemburu, Karena dia tahu bahwa rivains itu begitu kuat dan cocok untuk berparty dengannya karena sudah saling mengenal, Akhirnya rivains pun lagi-lagi mengikuti arahan gran, dan berniat untuk menjadi seorang pemburu, dan mendaftar disebuah guild.

__ADS_1


__ADS_2