
Setelah leon menyadari bahwa dia telah membuat ke dua orang itu Menggigil ketakutan saat melihatnya, Dia pun berhenti, Namun ia tidak sadar bahwa wajahnya telah kembali ke wajah aslinya.
"Baiklah mari kita lanjutkan pembicaraannya,"Ucap leon kepada kepala desa dan juga kepada reig yang berada tepat didepannya.
*
Setelah suasana mulai tenang kembali, Kepala desa pun menjelaskannya kembali kepada leon, Dan leon pun akhirnya mengerti dengan ucapan kepala desa itu, Hanya saja leon tidak terlalu suka ketika seseorang membicarakan hal Harta dan nyawa, Karena itulah mengapa leon sedikit emosi ketika kepala desa membicarakan harta dan nyawa seseorang, Namun sekarang dia mengerti apa maksud dari kepala desa tersebut dan juga penjelasan dari kepala desa itu cukup masuk akal baginya, Karena jika quest tersebut ditulis untuk membunuh hewan mistis phoenix maka para pemburu tidak akan ada yang berani mengambilnya, Lalu desa crowne ini pun tidak akan terselamatkan.
*
"Baiklah aku mengerti, Tetapi apakah kalian tahu keberadaan burung phoenix itu?,"Ucap leon setelah mendengar penjelasan kepala desa.
"Sebenarnya kami pun tidak tahu tepatnya dia berada dimana, Akan tetapi Burung phoenix itu sering memangsa warga desa kami yang sedang mencari kayu, Tetapi untunglah ada seseorang yang kembali selamat setelah temannya dimangsa oleh burung phoenix tersebut,"Jawab kepala desa kepada leon.
*
"Ahh, begitukah, sebenarnya tentang ini aku harus membicarakannya terlebih dahulu dengan gran tetapi dia saat ini telah kembali ke kota farzion untuk meminta bantuan, Jadi aku tidak bisa memutuskan seenaknya, alangkah baiknya kita menunggunya kembali ke desa ini, Dan pada saat itu tiba, Maka aku akan membuat strategy untuk mengalahkan burung phoenix ini,"Ucap leon dengan percaya diri bahwa dia bisa mengalahkan phoenix itu namun dia harus menunggu gran terlebih dahulu agar strategi yang dia buat lebih mudah.
"Syukurlah...! terimakasih tuan,"Jawab kepala desa dengan wajah yang senang mendengar perkataan leon.
Meski sebenarnya kepala desa masih ada sesuatu yang ingin ditanyakan kepada leon, Namun akhirnya ia mengurungkan niatnya, Karena leon belum tentu dia adalah rajanya.
*
Setelah leon menyelesaikan percakapannya dengan kepala desa, Dia berniat keluar untuk melihat area hutan sekitar desa, Dia berpikir bahwa jika burung phoenix itu menyerangnya maka semuanya akan selesai dengan mudah tanpa harus menunggu gran kembali.
*
Terlihat leon yang sedang memberi makan dan minum kudanya.
Tap....tap...tap.
"Permisi tuan leon, Apakah tuan berniat memasuki hutan?,"Ucap reig yang menghampiri leon.
__ADS_1
"Ahh, Ya benar paman reig, Karena akan jauh lebih mudah jika aku mencari keberadaan burung phoenix itu sekarang,"Jawab leon dengan panggilan paman kepada reig karena reig sudah cukup berumur.
"Tetapi, Apakah tuan akan pergi sendiri dengan tangan kosong seperti itu?,"Ucap reig yang penasaran dari pertama kali melihat leon tidak membawa senjata sama sekali.
"Y-ya.., Karena aku sudah terbiasa tidak memakai senjata paman reig,"Jawab leon dengan agak gugup.
"Baiklah jika memang tuan leon memang sudah terbiasa tidak menggunakan senjata, Kalau begitu saya permisi ingin kembali untuk
membicarakan hal penting dengan kepala desa,"Ucap reig yang lalu pergi kembali ke rumah kepala desa atau rumah ayahnya.
"Baiklah."
*
Leon dia masih memberi makan dan minum kudanya, Dan juga tentang jawaban tadi kepada reig tentang tidak membawa senjata itu bohong, Karena sebenarnya dia membawanya, Tetapi dia simpan di kantong sihir ruang, Karena leon malu jika harus memakai pedang pemberian tron yang sangat mencolok itu.
*
'Fiuh..'Leon mengusap dahinya yang berkeringat setelah selesai memberi makan dan minum kudanya.
"Baiklah, Karena semua sudah siap ayo kita berangkat,"Ucap leon yang lalu menunggangi kudanya dan pergi menuju area hutan yang dikatakan kepala desa.
*
Akhirnya leon pun memasuki area hutan tersebut dan memacu kudanya dengan pelan agar, Dia bisa melihat-lihat area sekitar dan juga dia tidak ingin memancing monster ataupun hewan magis lain untuk menyerangnya.
'Karena yang dikatakan kepala desa orang-orang yang dimangsa burung phoenix itu, Adalah orang yang sedang mencari kayu jadi kemungkinan besar dia seperti elang jika ingin memburu mangsanya,'Pikir leon yang masih mencari keberadaannya.
*
Leon yang masih memacu kudanya dengan pelan tiba-tiba mendengar suatu keributan atau suara pertarungan, Dia pun memacu kudanya dengan pelan menuju suara tersebut.
Traaank....Traaaaank..!
__ADS_1
Terlihat tiga orang pemburu ras elf yang sedang bertarung melawan monster dua elf laki-laki dan satu elf perempuan.
Leon yang turun dari kudanya dan menuntun kuda tersebut, Menghampiri dan melihat dibalik semak-semak didekat pohon-pohon besar.
'Huh?, Aku kira itu adalah burung phoenix yang sedang kucari,'Pikir leon yang sedang melihat dibalik semak-semak.
*
Leon yang masih terus melihat ke tiga ras elf itu mulai penasaran, Karena pikir leon,'Bukankah masih ada burung phoenix di hutan ini tetapi mereka dengan santainya masih berburu dihutan, Apakah mereka tidak tahu ada burung phoenix yang memangsa orang-orang dari desa crowne?'.
Leon pun berniat untuk menghampiri ketiga ras elf itu dan memberitahu mereka bahwa ada sosok burung pemangsa disekitar hutan, Leon pun beranjak dari semak-semak tempat ia bersembunyi dan menalikan tali kekang kudanya ke pohon yang berada didekatnya.
Kyiiiiiikk.............!
Suara yang seperti burung elang terdengar keras mengarah ke pada tiga ras elf yang sedang memburu monster.
*
"Akhirnya dia datang juga, Kalian berdua cepat bersiap!,"Ucap perempuan ras elf dengan lantang kepada kedua ras elf lain.
"Baik!,"Jawab kedua lelaki ras elf secara bersamaan.
Kyiiiiiik..........!
Whoooooosh....! 3x
Kepakan burung phoenix itu mengeluarkan angin yang cukup kencang dan terlihat Sosok elang yang terbakar api disekujur tubuhnya yang membuat pohon-pohon seketika terbakar dan angin yang dikeluarkannya pun memiliki temperatur panas yang tinggi.
Leon yang terpana dengan keindahan burung phoenix itu, Dia coba melirik kearah yang berbeda dan coba memastikan apakah ras elf itu sudah pergi kabur dari hutan,'Eh?apa yang mereka lakukan,'Pikir leon setelah melihat tiga ras elf itu tidak kabur, Namun yang terlihat dimata leon bahwa mereka sedang berniat untuk bertarung melawan phoenix itu.
"Akhirnya ras kita akan memiliki salah satu dewa yang abadi!!!,"Ucap perempuan ras elf itu dengan wajah yang senang.
"Cepat kalian berdua bersiap untuk sihir pengekang hewan mistis,"Ucap perempuan ras elf itu lagi.
__ADS_1
"Karena jika tidak dikekang maka kita tidak akan bisa memaksanya melepas kontrak dengan pemilik aslinya, Jika kita berhasil melepas kontrak itu dan akhirnya mendapatkan kontrak dengan Sang phoenix keabadian maka ras kita akan kembali dan mendominasi benua ini lagi!."
Saat leon pertama kali melihatnya, Dia sempat berpikir bahwa ras elf ini sepertinya lembut, Namun yang sekarang dia lihat bukan lagi kelembutan yang ada hanyalah keserakahan terlihat diwajah perempuan ras elf tersebut.