
Rivains yang terus mendengarkan penjelasan tentang fakta bagaimana kerajaannya bisa hacur, Dan juga tentang istri dan anaknya rivains, Sebenarnya rivains merasa bingung'Istri dan anakku?,'Pikirnya sambil tersenyum, Karena faktanya dia pun belum pernah merasakan pacaran didunianya yang dulu, Namun saat sampai ke dunia barunya ia langsung mempunyai istri dan anak tentu saja ia merasa kebingungan dengan itu.
"Sejauh ini aku mengerti kakek tron, Lalu dimana istri dan anakku sekarang?, apakah kamu tahu dimana mereka?,"Rivains yang dari awal mendengar penjelasan tron penasaran dimana keberadaan istri dan anaknya.
"Tentang itu hamba pernah mendengar bahwa istri dan anak yang mulia mengasingkan diri di hutan sebelah utara, Hamba mohon kepada Yang mulia, Agar untuk tidak khawatir karena ratu dan pangeran pun sama sedang tertidur sampai saat ini, Hanya saja mereka tertidur karena sihir segel mana, Karena prajurit takut ratu dan pangeran akan dicari oleh kerajaan lain, Maka dari itu para prajuritpun terpaksa menyegelnya dan demi keamanan ratu dan pangeran para prajurit itu membangun desa disekitar tempat penyegelan ratu dan pangeran,"Tron menjelaskan kepada rivains.
'Syukurlah'Pikir Rivains mendengar keberadaan istri dan anaknya yang sebenarnya ia tak tahu siapa, Tetapi dia berpikir lagi sekarang dia sedang didunia yang berbeda dan juga tubuhnya pun berbeda, Jadi dia berusaha untuk menerima keberadaan itu.
*
*
"Kakek tron apakah kamu punya peta dunia?,"Tanya Rivains yang sedang berpikir apa yang akan ia rencanakan selanjutnya.
"Tentu yang mulia hamba memilikinya akan tetapi itu bukan peta dunia melainkan hanya peta benua shades saja yang mulia,"Tron berjalan menghampiri rak buku dan mengambil sebuah lembaran peta yang besar lalu memberikannya kepada rivains,
Rivains pun mengambil dan membukanya, Setelah ia membukanya ia berpikir 'Apakah benua shades sebesar ini?,'Rivains melihat peta yang penggambarannya cukup rapi dan mudah dimengerti.
"Kakek tron, Peta ini akan kusimpan, Dan satu lagi apakah pernah ada orang yang keluar dari benua shades ini?,"Tanya rivains karena penasaran setelah melihat petanya dan dia berasumsi bahwa benua shades sama dengan keseluruhan bumi besarnya.
"Maaf yang mulia hamba tidak mengetahui hal itu, Karena ratusan tahun yang lalu pun belum pernah ada yang bisa keluar dari benua shades ini, Dan juga sampai sekarang hamba tidak pernah meninggalkan istana ini karena hamba menunggu kebangkitan yang mulia,"Tron menjawab pertanyaan yang rivain lontarkan.
*
Setelah tron menjelaskan kepada rivains, Rasa penasaran rivains pun semakin tinggi, dia semakin ingin tahu kehidupan seperti apa yang menunggunya didunia barunya itu, Rivains membulatkan tekad untuk pergi dari istananya itu, Meski dia berada di istananya belum sampai satu hari, Tetapi semakin tron menjelaskan padanya, Semakin timbul rasa penasaraan di dalam lubuk hatinya.
"Kakek tron apakah kamu bisa menjaga istanaku lagi,"Tanya rivains dengan raut wajah yang serius.
"Tentu yang mulia, Apa yang mulia katakan kepada hamba, Hamba akan selalu melaksanakan titah dari tuannya,"Jawab tron dengan penuh percaya diri sambil merendahkan badannya layaknya seorang ksatria.
"Baguslah, Karena aku berencana pergi dari istana ini besok, Untuk membangun lagi kerajaan kita ini,"Rivain berbicara dengan perasaan senang karena orang pertama yang ia temui adalah orang yang paling setia padanya, Meski ucapannya terdengar kebohongan tetapi rivains pun berniat membangun kembali kerajaannya tetapi setelah ia tahu dunia barunya terlebih dahulu.
"Baik yang mulia hamba pastikan istana dan singgasana yang mulia tidak akan hilang ditangan hamba,"Jawab tron.
*
*
Setelah rivains menyelesaikan urusannya diperpustakaan, Dia bertanya kamarnya berada dimana kepada tron karena hari sudah semakin larut Rivains berniat untuk segera beristirahat, Karena dia berencana akan pergi esok hari untuk melihat dunia luar dan mengumpulkan semua informasi yang ia butuhkan.
*
Tron pun menunjukan jalan menuju kamarnya, Meski biasanya rivains tidak pernah berbicara banyak pada orang di sekitarnya, Tetapi sekarang berubah, Rivains yang biasanya agak canggung kini dengan mudahnya dia berbicara dan memberikan perintah kepada tron dan venea.
__ADS_1
*
"Apa ini kamarku?,"Tanya rivains kepada tron.
"Benar yang mulia, Jika anda butuh sesuatu lagi mohon panggil saya yang mulia,"Jawab tron yang menundukan kepalanya, lalu dia pergi.
Rivains pun masuk kedalam kamarnya, Meski rivains agak tidak terlalu nyaman dengan suasana kamar barunya yang besar tetapi dia memaksakan untuk tidur karena dia sekarang adalah sesosok raja meski warga kerajaannya telah tiada sekalipun.
*
Readery system
______________________________________________
Name : Rivains leone
Status : Lonely king
Job : -
______________________________________________
Magic skill : Summons
______________________________________________
Str : 50
Int : 50
Vit : 50
Agi : 50
Def : 50
Poin yang dapat dimasukan : 2
__ADS_1
______________________________________________
Library
______________________________________________
*
Sebelum rivains tertidur dia mengecek Readery sistemnya, Karena dia masih penasaran apa itu sebenarnya sistem readery.
" Hmm?, Begitukah cara kerja sistem ini,"Rivains bergumam setelah melihat sistem readerynya,.
*
Rivains yang saat ini masih melihat sistemnya, tetapi dengan sekali lihat dia mengerti cara kerja sistem readery itu, Dan dia berpikir bahwa cara kerja sistem itu sungguh sederhana, Seperti saat dia membaca buku sihir summons, Mengapa dia bisa langsung berhasil melakukannya, Itu karena sistemnya, Dan sistem itu juga memberikan poin membaca padanya dan poin itu bisa menambahkan statusnya, Tetapi yang tak dia ketahui adalah apakah membaca buku apa saja poinnya akan bertambah, Dia pun tidak tahu karena belum pernah mencobanya.
*
*
"Terlalu banyak yang harus kuselesaikan, Karena aku hanya seorang manusia biasa jadi tidak mungkin aku bisa menyelesaikannya dalam satu hari, Jadi lebih baik aku tidur,"Rivains bergumam dan menutup readery sistemnya melalui pikirannya.
Setelah rivains selesai mengecek sistemnya dia pun tertidur dengan sangat pulas meski dia pertama merasa tidak nyaman dengan suasana baru kamarnya.
*
*
Keesokan harinya rivains terlihat sedang bersiap-siap, Dia diberikan zirah dan pedang oleh tron yang merasa khawatir akan terjadi sesuatu yang buruk padanya, Dan satu hal lagi yang tron berikan yaitu sebuah kantong sihir dimensi yang bisa menaruh barang berjumlah banyak kepada rivains, Namun rivains menggunakan kantong sihir ruang itu untuk menyimpan ratusan buku sihir yang ada diperpustakaan.
"Yang mulia maaf hamba lancang, Tetapi apakah yang mulia tidak akan membawa harta ataupun bekal perjalanan anda,"Tron yang merasa bingung melihat tuannya yang hanya membawa buku dalam kantong sihir ruangnya tron bertanya pada rivains.
"Tidak, Aku tidak membutuhkan hal itu, Karena menurutku perjalanan itu harus membutuhkan usaha jadi lebih baik bagiku untuk mencari hartaku sendiri nanti kakek tron,"Jawab rivains dengan senyuman tulus dan senang karena dia akan melakukan perjalanan.
"Aaa, Baiklah jika itu menurut yang mulia begitu,"Tron yang terperanga mendengar perkataan tuannya dia kembali menjawab pembicaraan tuannya.
Rivains yang masih memasukan buku-buku sihir kedalam kantong sihir ruangnya akhirnya selesai, Dia pun kini sudah siap untuk pergi keluar area kerajaannya yang sudah lama runtuh.
*
*
"Baiklah, kakek tron aku akan pergi, Dan pastikan kakek tron menjaga istana ku ini, Dan menungguku pulang suatu hari nanti,"Rivains yang sudah didepan istananya mengucapkan salam perpisahan kepada tron yang mengantarnya keluar istana kerajaan.
__ADS_1
"Baik yang mulia hamba akan selalu menjaganya, Semoga perjalanan yang mulia berhasil pelayan tua ini akan selalu mendoakan yang mulia agar selamat,"Jawab tron yang sedang melihat tuannya pergi keluar kerajaannya.
Rivains akhirnya memulai petualangannya, Untuk melihat dunia seperti apa yang ia tinggali sekarang, Dan juga dia ingin tahu akan menjadi seperti apa dia dimasa depan didunia barunya yang membuatnya merasa bebas akan keterpaksaan.