My Readery System

My Readery System
Kembali ke kota farzion.


__ADS_3

Sebuah kehidupan yang dilahirkan, Mulai berbicara dan berjalan dengan bebas tanpa ada halangan, Setelah dewasa mulailah dipaksakan akan sebuah pilihan yang cukup rumit dan mengikis otak sampai membuat otak itu sendiri rasanya ingin meledak, Untuk leon sendiri itu hanyalah sebuah cobaan kehidupan, Meski awalnya ia benci namun pada akhirnya ia menyerah dan menjalani, Tetapi sang maha kuasa bertindak lain padanya kini ia dipindahkan ke dunia lain layaknya seorang bayi yang tidak mengerti apapun yang terjadi, Namun itu bukan berarti dia tidak mengerti, Untuk saat ini ia hanya bisa mencoba untuk memahami, Karena hidup dan mengerti dari bayi berbeda dengan hidup dari awal tubuh dewasa yang sekarang ia miliki, Satu-persatu masalah mulai timbul tanpa ia lakukan sendiri, Leon pun berpikir apa yang dilakukan tubuh ini sebelumnya sehingga sekarang dia yang menanggung semua bebannya.


*


Leon yang terlihat sedang terlentang beristirahat diatas kasur dan merenung menatapi atap langit kamar kepala desa setelah ia sampai desa crowne dan menjelaskan apa yang sebenarnya terjadi, Dan untungnya mereka mengerti dengan penjelasan leon, Dan untuk leona dia sedang bermain dengan istri dari kepala desa yang sangat menyukai seorang anak kecil perempuan.


*


Karena questnya telah selesai maka leon berniat untuk kembali ke kota farzion keesokan harinya, Meski gran sebelumnya mengatakan akan kembali lagi ke desa crowne, Tetapi leon telah menyelesaikan questnya hanya dengan satu hari jadi sungguh tidak mungkin dia akan sempat untuk kembali lagi.


*


"Mempunyai istri dua dan mempunyai anak dua kah, haha sebenarnya apa yang dilakukan tubuh ini sebelumnya,"Ucap leon yang kemudian mengangkat tangannya dan melihatnya.


'Padahal dulu sebelum aku ke dunia ini, Belum pernah aku mempunyai seorang pacar, Mungkin jangankan pacar teman pun aku tidak punya,'Pikir leon melihat keadaannya saat ini.


*


'Tetapi tidak mengapa aku sudah hidup bebaspun aku puas, Meski tubuh ini mempunyai banyak masalah sebelumnya biarkan aku yang menerima dan menyelesaikannya, Dan untuk tujuanku selanjutnya adalah menuju tempat tinggal leona,'Pikir leon yang menetapkan tekadnya.


*


"Papa..!, Boleh aku tidur bersamamu?,"Ucap leona dari balik pintu.


"Eh?, Ahh.., Tentu kemarilah leona,"Jawab leon.


Leona pun masuk kedalam kamar leon dan naik kekasur lalu ia langsung tertidur di lengan leon yang dijadikan bantalan oleh leona.


"Huh?!, Langsung tertidur?,"Ucap leon karena kaget melihat leona yang seketika langsung tidur.


*


'Hahh.., Jika dilihat-lihat anak ini sepertinya hanya baru berumur tujuh tahun jika didunia ku yang dulu, Dan juga maaf aku sebenarnya bukanlah ayah mu, Aku tidak tahu ayahmu kemana tetapi aku akan berusaha agar menjadi ayah yang lebih baik darinya.'Pikir leon yang melihat leona sedang tertidur dan mengelus-ngelus rambut leona yang sedang tertidur.


*


Akhirnya leon pun ikut tertidur, Setelah dia bosan mengelus-ngelus rambut leona.


*


*


Keesokan harinya leon yang sudah bersiap dia awal dan memberikan kudanya makan dan minum kini dia sedang menunggu leona yang masih tertidur.


*

__ADS_1


*


Leon pun kembali berniat untuk membangunkan leona namun sepertinya leona sedang bersiap-siap.


*


"Papa..., Ayo kita pergi,'Leona keluar dari rumah kepala desa dan memanggil leon.


"Ah!, kamu sudah selesai, ayo kita kembali ke kota farzion,"Jawab leon.


Leona pun menghampiri leon kemudian leon menaikannya ke atas kuda terlebih dahulu kemudian leon pun naik, Meski leona adalah burung phoenix tetapi sebenarnya itu hanyalah sebuah sihir yang diturunkan dikeluarganya jadi tentang burung phoenix adalah hewan mistis, Sebenarnya itu hanyalah kisah yang sudah kuno.


*


Setelah leon sudah siap untuk pergi para warga pun mengantarkan kepergian leon dan juga leona sampai gerbang desa, Dan akhirnya leonpun memulai perjalanannya kembali kekota farzion.


*


*


Leon yang sekarang tidak memacu kudanya dengan cepat karena dia saat ini sedang membawa leona bersamanya.


"Papa..!, Kapan kita akan kembali kerumah?, Aku sangat merindukan ibu,"Ucap leona bertanya kepada leon.


"Mmh?, Untuk saat ini kita akan kembali ke kota farzion terlebih dahulu, dan setelah itu papa akan mencari informasi tentang keluarga phoenix jika papa sudah mendapatkannya maka kita akan langsung menuju rumahmu,"Jawab leon yang sebelumnya tidak menyebutnya papa kini dia telah menganggapnya sebagai seorang ayah.


Setelah perbincangan ayah dan anak tersebut, Leon pun meneruskan perjelanannya.


*


Hari semakin berlalu mereka pun hampir sampai di pertengahan jalan, Namun karena leon tidak mamacu kudanya dengan cepat jadi mereka sampai pertengahan jalan pun agak terlambat, Yang seharusnya sampai pertengahan jalan itu sore hari kini menjadi malam hari.


"Leona kita akan berhenti disini dan beristirahat,"Ucap leon kepada leona yang matanya sudah terlihat sayu.


Lalu leon turun terlebih dahulu dan menurunkan leona, Kemudian leon pun menyiapkan tempat tidur untuk leona, Tetapi ia tidak berniat untuk tidur karena dia bukanlah gran yang tahu dimana tempat yang aman untuk beristirahat, Jadi dia pun tidak tertidur sampai pagi hari menjelang kembali.


*


*


"Leona kamu sudah bangun,"Ucap leon yang terduduk melihat leona yang sudah bangun.


"Papa?, Apa papa tidak tidur?,"Jawab leona yang baru terbangun dari tidurnya.


"............."

__ADS_1


Leon hanya tersenyum kepada leona lalu ia bergegas bersiap melanjutkan perjalanannya kembali.


*


"Apa kamu sudah siap leona?,"Ucap leon yang sedang mempersiapkan kudanya dan melirik ke arah leona.


"Mmh,"Jawab leona yang menggukan kepalanya.


"Baiklah ayo kita pergi."


Seperti biasanya lagi leon menaikan leona ke atas kuda terlebih dahulu kemudian ia pun naik setelahnya, Setelah itu mereka pun melanjutkan perjalanannya.


'Hmm?, Siapa itu?,'Pikir leon yang sedang melihat arah depannya ada dua orang yang memacu kudanya dengan cepat.


"Gran?,"Ucap leon.


Leon yang baru memulai perjalanannya kembali melihat dua orang yang memacu kudanya dengan cepat dari kejauhan, Dan itu adalah gran dan alicia.


*


*


"Alicia..!, Cepatlah kita harus segera membantu leon,"Ucap gran dengan lantang kepada alicia.


"Eehh..,Bukankah ini sudah cepat gran?,"Jawab alicia yang sedang memacu kudanya.


Mereka pun memacu kudanya lebih cepat lagi, Tetapi saat mereka melaju dengan cepat ada seseorang yang terlihat didepan mereka yaitu leon.


"Berhentiiii.....!"Gran menarik tali kekang kudanya agar berhenti.


Lalu alicia pun mengikuti gran yang berhenti.


"Leon?, Apakah kamu sudah menyelesaikan questmu?, Dan siapa anak yang kamu bawa itu?,"Ucap gran tanya leon.


"Ahh, Tentang quest itu aku sudah menyelesaikannya, Karena permasalahannya tidak serumit yang kamu kira gran, Dan anak ini adalah anakku,"Jawab leon dengan tersenyum kepada gran.


"Anakmu?!"Gran kaget dan berpikir bagaimana mungkin leon sudah mempunyai anak sebesar itu hanya dalam satu hari.


"Imutnyaa...., Siapa nama anakmu ini tuan leon?,"Ucap alicia yang tiba-tiba menyaut dari belakang gran dan menghampiri leon untuk melihat namanya.


"Hmm,"Leona memalingkan wajahnya.


*


"Ahahaha, Namanya adalah leona, untuk cerita selengkapnya akan ku beritahu kalian setelah sampai di kota farzion,"Ucap leon yang kemudian memacu lagi kudanya karena dia sudah tidak kuat lagi ingin beristirahat jadi ia berniat untuk menjelaskan kepada gran dan alicia saat tiba di kota farzion.

__ADS_1


*


Mereka semua akhirnya melanjutkan pejalanannya untuk kembali ke kota farzion.


__ADS_2