My Readery System

My Readery System
Menolong Pemburu dan ksatria


__ADS_3

Terlihat rivains sedang berjalan keluar gerbang kerajaan, Namun dia berhenti sejenak karena merasa aneh setelah melihat pemandangan didepannya seolah-olah itu hanya sebuah ilusi.


"Hmm?,"Rivains berjalan menghampiri sebuah sihir ilusi itu dengan tangannya.


Tetapi tiba-tiba ilusi itu seolah-olah menariknya keluar.


Syuuuuuuuut.....!


Rivains tertarik ilusi namun hanya sesaat, Dan saat dia membuka matanya dia hanya melihat hutan belantara yang entah berada dimana.


"Apakah, karena ini monster dan makhluk lain tak dapat masuk kerajaanku."Ucap rivains yang terdiam sesaat setelah keluar dari ilusi.


*


'Sudahlah,'Pikirnya dan melanjutkan perjalanannya lagi.


*


*


Dihutan lain, Di jalur yang sama yang akan di lewati rivains, terlihat 4 orang prajurit 2 orang ksatria dan 2 orang pemburu sedang melawan monster goblin.


Kyaaaaaaakkk.........!


"Hei..!, Cepat hadang monster goblin itu, Jangan sampai dia melukai tuan putri!,"Satu orang ksatria berteriak kepada para prajurit.


"Baik!!,"Jawab para prajurit


Mereka pun terus bertarung, Namun semakin lama monster goblin itu terus bertambah, Sehingga membuat para ksatria dan prajurit kewalah, Tetapi untuk para pemburu mereka masih bisa bertahan karena mereka sering mengalami hal itu.


"Lucia!! Sepertinya kita bisa dengan mudah tetapi, Jika terus seperti ini mereka akan terbunuh,"Ucap seorang pemburu kepada patnernya yang bernama lucia.


"Hmm, Benar kita harus mundur sekarang dan bertahan agar mereka tidak terbunuh dan questnya bisa terselesaikan,"Jawab lucia kepada patner pemburunya.


"Baiklah ayo kita mundur,"Ucap seorang pemburu laki-laki kepada lucia.


Mereka berdua pun mundur beniat merubah posisi menjadi bertahan, Agar orang yang harus mereka lindungi tidak mati oleh para goblin.


*


Setelah mereka mundur para sekumpulan goblin pun semakin banyak, Meski goblin itu lemah menurut pemburu tetapi mereka sekarang mempunyai beban jadi akan sedikit sulit untuk menang melawan goblin tersebut.


Kyaaaaaakkk.........!


Para goblin itu mulai menyerang, Begitu pula sebaliknya para ksatria,prajurit dan juga pemburu mereka dengan gigih menahan para goblin itu agar tidak menghancurkan kereta kencana sang tuan putri.

__ADS_1


Namun selang beberapa lama luka-luka ditubuh mereka semakin banyak, Dan mereka mulai kelelahan menerima serangan goblin secara terus-menerus


*


*


*


Disisi lain rivains yang sedang berjalan menuju jalur yang sedang dilalui para ksatria dan pemburu sudah semakin dekat.


*


"Hmm?, Apakah ada yang sedang bertarung didepan sana?."Ucap rivains yang mendengar suara pertarungan.


Dia pun bergegas menuju suara pertarungan tersebut, Dan terlihatlah orang-orang yang sedang melawan para goblin, Namun rivains merasa heran setelah melihat goblin tersebut karena mereka begitu banyak dan sepertinya para goblin itu ingin menyerang kereta kencana yang dijaga orang-orang tersebut.


"Apakah didalam kereta kencana itu ada sesosok perempuan cantik yang diinginkan para goblin?,"Ucap rivains yang tidak tahu apa-apa tentang goblin didunia barunya itu.


Rivains berpikir goblin itu sama dengan yang berada di komik yang tak sengaja ia beli sebelumnya, Didalam komik tersebut bercerita seseorang pembunuh goblin, Namun sesosok goblin itu didefinisikan monster yang cabul, Jadi rivains berpikir bahwa goblin yang didepannya itu sama dengan goblin yang berada didalam komik.


*


Rivains pun berlari kearah orang-orang yang sedang diserang goblin berniat untuk menolong dan juga ada perasaan emosi yang meluap-luap karena teringat kembali dengan komik yang ia baca sebelumnya.


Rivains mengayunkan pukulannya kearah goblin.


Dhuaaaaaak.......!


Goblin yang terpukul oleh rivains pun terbang hingga tewas.


Orang-orang yang sedang melawan goblin tiba-tiba terdiam karena melihat rivains yang tiba-tiba datang dan memukul goblin hingga terbang dengan satu pukulan.


Namun rivains tidak menyadari hal itu, Karena dia terlalu emosi dan berniat membunuh semua goblin yang berada disitu, Meski sebenarnya dia tidak tahu apa-apa tentang dunia itu dan juga seni beladiri seperti apa didunia itu, Tetapi dia pernah berlatih seni beladiri silat saat dia didunianya yang dulu.


"Sebenarnya ilmu beladiriku bukan untuk membunuh tapi aku terlalu emosi saat melihat monster seperti kalian,"Ucap rivains yang sedang memukul dan menendang habis-habisan para goblin tersebut.


*


*


Melihat rivains dengan gampangnya membunuh para goblin, Orang-orang yang sedang menjaga kereta kencana terperanga melihat kekuatan rivains yang sedang melawan goblin yang memakai senjata, Tetapi rivains hanya menggunakan tangan.


"Anu.., Maaf jika kalian sesantai itu bagaimana jika membantuku mengurus para goblin ini,"Ucap rivains yang mulai sadar melihat orang-orang yang dia tolong sedang terdiam.


"Ah!, Benar,"Jawab orang-orang yang ditolong rivains.

__ADS_1


Mereka semua akhirnya bertarung lagi danengalahkan semua goblin yang menyerang mereka.


"Fiuh...!, Akhirnya untunglah dia datang menolong jika tidak maka habislah kita,"Ucap pemburu laki-laki bernama gran.


"Benar, Tetapi siapa dia, Sedang apa dia dihutan belantara seperti ini,"Jawab lucia yang sedang melihat rivains yang sedang berjalan menghampiri.


*


Rivains yang akhirnya telah selesai mengalahkan para goblin dia pun menghampiri orang-orang yang dia tolong.


"Apa kalian semua baik-baik saja,"Ucap rivains yang berdiri didepan orang-orang yang dia tolong tersebut.


Namun orang-orang yang ditolong rivains tidak menjawab, Mereka hanya terdiam karena melihat sosok rivains yang begitu jelas dan dekat bahwa rivains mempunyai wajah tampan dengan mata merah dan rambutnya yang putih yang begitu halus, Entah itu pria atau pun wanita jantung mereka seakan berdekup kencang setelah melihat sosok yang berada didepannya yaitu penolongnya.


"Apakah tuan seorang malaikat?,"Ucap lucia yang secara spontan setelah melihat sosok rivains.


'Sepertinya aku tidak bisa berbicara dengan wanita ini'Pikir rivains yang sedang melihat lucia yang tampangnya begitu aneh setelah melihat rivains.


Rivains pun meninggalkan lucia, Dan menghampiri gran karena ingin bertanya.


"Anu..., Maaf tetapi apakah tuan tahu jalan yang menuju ke ibu kota farzion?,"Ucap rivains bertanya kepada gran.


"Ah!, Apakah tuan juga akan ke ibu kota farzion, Kebetulan sekali kami pun sedang mengarah kesana bagaimana jika kita pergi bersama saja,"Jawab gran


"Baiklah aku akan ikut dengan kalian,"Jawab rivains dengan senang karena tidak perlu lagi berjalan sendiri.


Rivains pun akhirnya bergabung dengan orang-orang yang ditolong olehnya, Karena tujuan mereka sama dengan rivains yaitu menuju ibu kota farzion.


"Perkenalkan tuan namaku gran dan ini patnerku lucia, dan mereka adalah para prajurit dan ksatria yang diutus untuk menjaga tuan putri yang berada didalam,"Ucap gran kepada rivains.


"Ahh baiklah namaku leone panggil saja aku leon, Dan juga kalian tidak perlu berbicara formal padaku,"Jawab rivains tanpa bertanya apa-apa lagi tentang tuan putri yang gran bicarakan.


Karena rivains takut ada yang mengetahui namanya, Dia pun hanya memberi tahu nama belakangnya yaitu leone.


*


*


"Ahh, Tuan gran apakah kita sudah selesai dengan istirahatnya,"Ucap rivains yang melihat gran sedang siap-siap untuk melanjutkan perjalanannya.


"Benar tuan leon kita akan berangkat sekarang, Karena jika terlalu larut maka akan semakin banyak monster yang berkeliaran,"Jawab gran.


"Baiklah, Mari kita pergi,"


Rivains pun akhirnya melanjutkan perjalanannya menuju ibu kota farzion.

__ADS_1


__ADS_2