NARRA

NARRA
Eps. 10 - Cukup sudah


__ADS_3

Tidak berapa lama terdengar bel berdering. Narra menuju pintu untuk membukanya. Terlihat dokter Ibram berdiri tepat dihadapan Narra dengan menujukkan raut wajah khawatir.


"Oh dokter Ibram, ada perlu apa dokter kemari???. Apa ingin bertemu mama???."


"Narra, apa kamu baik - baik saja. Tadi mama telepon kalau kamu terluka parah. Apa lukanya sudah tidak sakit atau masih sangat sakit???. Maaf ya kalau kak Ibram datangnya terlambat."


"Jangan terlalu khawatir dokter Ibram tadi lukanya sudah diobati oleh dokter Reno jadi tidak sakit lagi."


"Apa Narra yakin kalau tidak sakit lagi???. Mau kak Ibram periksa dulu takutnya luka Narra terkena infeksi karena tidak ditangani dengan benar."


"Begini ya dokter Ibram, lukanya ini sudah ditangani oleh dokter terbaik disekolah. Jadi tidak mungkin dokter Reno asal mengobati. Kalau tidak ada hal lagi yang bisa dibicarakan Narra permisi dokter."


"Tunggu dulu Narra, bukannya kak Ibram tidak percaya dengan dokter yang menangani lukamu itu. Hanya saja kakak ingin memastikan bahwa Narra baik - baik saja."


"Dokter Ibram bisa lihat sendiri kalau Narra terlihat baik - baik saja jadi tidak perlu dijelaskan. Oh iya mulai sekarang jangan terlalu perduli dengan kehidupan Narra lagi."


"Narra jangan seperti ini, iya kak Ibram tau kalau kakak bersikap terlalu berlebihan. Tapi kak Ibram benar - benar khawatir setelah mendengarkan kabar ini dari mama."


"Tapi dokter Ibram bisa lihat sendiri kalau Narra terlihat baik - baik saja. Sudah cukup ya dokter Ibram jangan terlalu berlebihan seperti ini. Narra merasa terganggu dengan apa yang dilakukan oleh dokter Ibram. Jadi bersikap seperti dokter dan pasien saja mulai sekarang dan jangan terlalu akrab. Narra muak dokter Ibram."


"Iya Narra, akan kakak lakukan tapi ada satu hal yang kakak minta dari Narra."


"Apa lagi???, terlalu banyak minta ya. Bukannya sudah cukup dengan apa yang Narra katakan."

__ADS_1


"Untuk kali ini saja tolong kabulkanlah Narra, setelah ini kakak tidak akan minta apa pun dari Narra. Jadi tolong dengarkan dulu apa yang ingin kakak katakan."


"Cepat katakan apa yang ingin dokter minta."


"Sebelum itu kakak minta maaf telah banyak berbuat salah sama Narra. Kakak tau dengan semua kesalahan ini dan kakak mencoba memperbaikinya jadi tolong jangan abaikan kakak ketika kita bertemu. Berpura - pura lah terlihat biasa - biasa saja ketika kita bertemu. Kalau itu terasa berat untuk dilakukan setidaknya Narra bisa tersenyum ketika kakak menyapa itu sudah cukup untuk kakak."


"Hanya seperti itu akan Narra lakukan tapi ada satu hal yang harus dokter ingat. Jangan terlalu berlebihan ketika kita bertemu. Bersikap seperti dokter dan pasien saja. Bisakan dokter Ibram."


"Iya Narra, tapi bisa tidak panggil kak Ibram atau mas Ibram saja jangan panggil dokter Ibram. Karena saat ini kakak sudah berhenti dari pekerjaan kakak dirumah sakit itu."


"Kenapa bisa berhenti Ibram???." Tanya mama Narra yang sudah berdiri dibelakang mereka.


"Karena Ibram sudah terlalu lama berkerja disana ma. Jadi Ibram mau cari tempat yang baru lagi ma. Hari - hari ini Ibram juga kurang sehat maka dari itu dokter Sera meminta Ibram untuk beristirahat karena terlalu lelah berkerja selama ini."


"Narra jangan bicara sembarangan seperti itu. Kalau apa yang kamu katakan itu tidak benar bagaimana. Kasihan Ibram kalau Narra asal menuduh seperti itu."


"Mama, Narra tidak bicara sembarangan. Kalau mama tidak percaya, mama bisa tanyakan semuanya pada dokter Ibram. Apa yang dikatakan Narra itu benar atau tidak. Bagaimana dokter Ibram bisa dijelaskan semuanya. Kalau tidak bisa juga tidak apa - apa. Dokter bisa menyimpan semua kebenaran ini sampai kapan pun itu hak dokter Ibram."


"Jaga bicaramu Narra, jangan asal seperti itu."


"Tapi ma, apa yang Narra katakan itu sesuai fakta. Iya kan dokter Ibram."


"Mama, jangan salahkan Narra. Benar apa yang dikatakan oleh Narra. Mama maafkan Ibram karena menyembunyikan ini semua. Kalau Ibram tidak melakukan ini yang terkena imbasnya adalah keluarga mama. Ibram tidak mau hal buruk menimpa keluarga mama."

__ADS_1


"Maksudnya bagaimana Ibram??. Mama tidak mengerti dengan apa yang kamu katakan ini."


"Begini ma, awalnya Ibram berkerja seperti biasanya dirumah sakit itu. Tetapi jabatan Ibram masih seperti biasanya tidak pernah naik walaupun Ibram sudah berkerja cukup keras. Ibram hanya ingin membalas kebaikan keluarga mama. Maka dari itu Ibram berusaha mewujudkan itu semua dan bisa menjadi dokter tetap dirumah sakit itu. Usaha yang dilakukan Ibram akhirnya berhasil dengan bantuan anak pemilik rumah sakit itu, Ibram berhasil naik jabatan. Tapi disayangkan apa yang dilakukan Ibram tidak membuat Ibram merasa bahagia. Justru Ibram selalu terperangkap dengan jebakan yang Ibram buat sendiri. Maka sekarang Ibram ini lepas dari itu semuanya ma. Ibram ini berusaha lagi dari awal. Maafkan Ibram ma. Ibram buta akan kekuasaan dan melakukan berbagai cara yang pada akhirnya menyakiti semuanya. Sekali lagi maafkan Ibram ma."


"Mama dengar sendirikan kalau apa yang dikatakan Narra itu benar adanya. Jadi apa yang mama mau lakukan sekarang. Masih mau menerima orang seperti ini didalam keluarga kita."


"Mama tau apa yang Ibram lakukan ini hanya ingin membalas kebaikan dari kelurga mama. Tetapi jalan yang Ibram ambil saja yang salah. Tapi mama bersyukur karena Ibram bisa mengatakan semua kejujuran ini dari awal. Iya mama tau, awalnya mama kesal dengan keputusan yang Ibram ambil. Jadi mama minta Ibram harus menyelesaikan masalah ini sampai tuntas. Kalau Ibram butuh bantuan, mama siap melakukannya untuk ibram. Ibram juga anak kesayangan mama. Jadi jangan pergi lagi dan tinggallah disini bersama kami."


"Mama jangan asal bicara seperti itu, orang seperti dia akan masuk kedalam keluarga kita lagi. Narra tidak setuju ma."


"Narra jangan seperti itu, bagimana pun Ibram sudah berjasa didalam keluarga kita. Bersikaplah sopan. Jangan membantah."


"Pokoknya tidak setuju kalau orang ini masuk kedalam keluarga ini. Orang ini juga sudah membuat keputusan untuk meninggalkan keluarga ini jadi untuk apa mama membawanya masuk kedalam keluarga ini. Narra tidak setuju ma. Pokoknya Narra tidak setuju." Narra berlalu pergi dengan rasa kesal.


"Mama, kalau Narra tidak mau jangan memaksanya. Ibram tidak ingin Narra kecewa dan sedih ma. Ibram bisa tinggal ditempat Ibram yang sekarang."


"kalau terjadi sesuatu cepat hubungi mama ya Ibram."


"Iya ma, makasih mama sudah percaya dengan apa yang Ibram katakan. Ibram bersyukur bisa berada dikelurga ini. Ibram akan menyelesaikan masalah ini sampai selesai."


"Selesaikan dengan baik - baik jangan sampai hal buruk terjadi lagi Ibram."


"Baik ma."

__ADS_1


Narra sedikit kesal dan pergi menuju kamarnya. Ibram sedikit lega karena keputusannya mengatakan semuanya membuahkan hasil. Untuk saat ini ibram hanya fokus untuk menyelesaikan semua permasalahan yang telah menipanya dan kembali memperbaiki semua kesalahan yang telah diperbuat olehnya kepada Narra.


__ADS_2