
Ditengah perjalanan Reno bertemu narra yang sedang membawa sepedanya. Reno menghentikan mobilnya tepat dihadapan narra. hal itu membuat dodi sedikit terkejut karena kak Reno menghentikan mobilnya secara tiba - tiba.
"ada apa kak???."
"tunggu sebentar, kakak mau menemui seseorang yang kakak kenal."
"siapa kak , aku ini lagi buru - buru."
"sebentar saja, tunggu di sini."
"iya...iya, jangan lama - lama."
"siap tuan muda."
Reno keluar dan menghampiri narra yang tampak kesulitan membawa sepedanya.
"hai narra, masih ingat aku kan???."
"dokter reno, kenapa ada disini???."
"jangan panggil dokter reno, panggil kak rebo saja."
"iya kak reno."
"kenapa sepedanya????. apa rusak???."
"sepedanya baik - baik saja kak, cuma..."
"cuma apa????."
"kaki narra masih terasa sakit jadi narra tidak bisa mengayuh sepeda makanya narra dorong saja dulu. nanti kalau udah agak mendingan baru bisa kak."
"rumah narra masih jauh dari sini???."
"lumayan lah kak, tapi kalau jalan masih kuat kok."
"dicuaca sepanas ini apa kamu yakin???."
"mau tidak mau kak."
"gimana kamu ikut kakak saja, nanti kakak anterin sampai rumah."
"jangan kak, narra tidak mau merepotkan kak reno. narra bisa pulang sendiri."
"narra tolong jangan menolak niat baik kakak, ayo ikut."
"tidak apa - apa kak, narra bisa pulang sendiri."
"jangan menolak kebaikan kakak, jalanan ini rawan akan tindak kejahatan jadi sebaiknya kamu ikut kakak saja. jangan takut kakak bukan orang jahat. percayalah."
"bukannya narra tidak percaya sama kakak, hanya saja narra tidak mau merepotkan kak reno. pasti saat ini kak reno sedang sibuk. kalau kakak menolong narra. waktu kakak akan terbuang sia - sia."
"hahaha, kamu itu lucu ya. menolong itu bukan buang- buang waktu narra. ayo ikut saja mobil kak reno masih buat buat kamu sama sepedanya."
"tapi kak."
"sudah, jangan terlalu banyak berpikir. sini sepedanya kakak yang bawa."
"iya kak, makasih kak."
didalam mobil dodi tampak kesal karena kakaknya terlalu lama membuatnya menunggu untuk ke dua kalinya.
"kemana lagi kak reno, kenapa lama sekali."
(ponsel dodi berdering)
"siapa lagi yang mengganggu???."
(melihat layar ponsel)
__ADS_1
"ayo masuk"
"iya kak."
"kak reno, kenapa lama sekali. bisa - bisa aku telat ini. lagi bicara sama siapa sih."
Narra tampak terkejut saat mengetahui siapa orang yang bersama kak reno.
"kakak yang tadi, maaf soal tadi kak. narra benar - benar tidak sengaja."
(reno masuk kedalam mobil)
"jadi ini yang kak reno maksud. kenapa di saat seperti ini harus bertemu si menyebalkan. buat suasana jadi tidak nyaman saja. batin dodi.
"dodi kenapa diam saja, apa kamu mengenal narra???."
"tidak, jawabnya dengan nada cuek."
"secantik narra sayang kalau kamu tidak mengenalnya. bukannya narra adik kelasmu ya dodi."
"adik kelas atau tidak itu bukan urusanku kan. "
"iya benar kak reno, narra juga tidak harus tau semua kakak kelas. mungkin saja kakak ini kurang populer. tidak seperti kak reno. maaf kalau saya sedikit lancang dalam berbicara."
"apa!!!???, tidak populer. salah besar ya." batin dodi.
"oh ya narra, arah rumah kamu lewat mana???."
"lurus saja dari sini habis itu belok kiri itu rumah narra kak."
"ok, siap."
"kakak aku sudah tidak ada waktu, kenapa tidak membiarkan dia pulang sendiri saja."
"di saat kondisi nya seperti ini kakak tidak akan tega membiarkannya pulang sendirian."
"mohon maaf narra harus memotong pembicaraan. kalau kakak ini merasa keberatan untuk narra berada di sini. narra turunnya di sini saja kak reno."
"apa gara - gara insiden itu ya kak, narra minta maaf kak. narra benar - benar tidak sengaja."
"insiden apa ini, kak reno jadi penasaran. bisa narra jelaskan???."
"bukan apa - apa kak, fokus saja menyetir dan jangan banyak bertanya lagi aku sudah terburu - buru ini."
"sepertinya dugaan narra benar bahwa kak reno adalah saudara kakak pemarah ini. narra kamu di posisi yang sangat sulit. bersabarlah sebentar lagi sampai rumah." batin narra
"narra"
"iya kak reno, kalau misalnya kaki mu masih terasa sakit. telepon kakak saja, nanti kak reno jemput."
"jangan kak, besok juga ini sudah sembuh."
"ini ambil."
"untuk apa ini kak Reno???."
"itu kartu nama kakak dan juga ada nomor ponsel nya. kalau perlu apa - apa telepon saja. "
"jangan sok perhatian kak, ingat umur. bukannya sebentar lagi kakak akan tunangan. ingat kakak punya pasangan jadi jangan mencari kesempatan untuk memikat perempuan di bawah umur."
"kak reno mau tunangan ya, wah selamat kak. semoga acaranya lancar kak."
"dodi asal bicara, jangan terlalu percaya narra. "
"kakak, jangan seperti itu. kalau tunangan kakak tau bagaimana???."
"ya, cari baru lagi. hahaha."
"dasar bad boy."
__ADS_1
"kak reno, kita sudah sampai. itu rumah narra. narra turun di sini saja kak."
"wah keasyikan ngobrol sudah sampai saja."
"cepat turun kak, jangan buang - buang waktu."
"iya, sabar. ini juga mau keluar."
"setelah itu jangan banyak basa basi, aku buru - buru ini."
"siap."
reno mengeluarkan sepeda milik narra dan membawanya sampai didepan pintu pagar rumah narra yang cukup besar sekaligus mewah itu.
"ini rumah kamu narra???"
"narra cuma menumpang di sini kak."
"keluarga mu berkerja di rumah ini????."
"iya kak, oh ya mau mampir dulu."
"lain kali saja, tuan muda yang sedang berada di mobil akan bertambah marah kalau kak reno berlama - lama di sini."
"baiklah kalau begitu kak. oh ya sekali lagi terimakasih atas bantuannya kak reno. lain kali narra akan membalas semua kebaikan kak reno. narrra janji kak."
"tidak perlu seperti itu narra. melihatmu sampai dirumah sudah membuat kak reno lega. lain kali kalau perlu sesuatu telepon saja."
"tapi narra, takut merepotkan kak reno."
"jangan merasa seperti itu. kak reno sama sekali tidak merasa direpotkan. jadi telepon atau kirim pesan kalau perlu sesuatu. kakak akan bantu semampunya. jangan lupa."
"kak reno apa masih lama basa basinya. aku ini sudah telat kak ayo pergi sekarang. mau sampai kapan disana."
"iya, sabar. ini juga sudah mau pergi."
"kak reno"
"sekali lagi terimakasih kasih banyak atas semua bantuannya."
"iya narra"
"kak, masih lama ya. ayo cepat."
"siap tuan muda, saya segera kesana. kak reno pergi dulu ya. "
"hati - hati dijalan."
"obatnya jangan lupa diminum ya narra."
"siap dokter reno."
"kakak, ayo cepat. lambat, buru - buru ini."
"iya, ini mau pergi"
"cepat, lama banget sih. masih mau sampai kapan ngobrolnya. bisa dilanjutkan kapan - kapan kan."
"sebaiknya segera pergi kak, sepertinya suasana hati kakak itu sudah tidak baik. lain kali kita bicara lagi."
"tapi sebelum itu" menyerahkan ponsel miliknya kepada narrra.
"ini maksudnya apa kak???."
"masukan nomor ponsemu, biar suatu saat aku bisa menghubungi mu."
"tapi nanti calon tunangan kak akan marah, narra tidak enak kan."
"hahaha, kamu ini lucu ya. masih saja percaya omongan dodi. dia tadi itu cuma bercanda. kak reno belum ada siapa - siapa. cepat masukan nomor ponselmu sebelum tuan muda semakin kesal."
__ADS_1
"iya...iya kak"
narra memasukan nomor ponselnya dan setelah itu reno pamit. tidak beberapa kemudian seseorang keluar dari rumah menghampiri narra dengan ekspresi yang sedikit panik melihat kondisi narra saat ini.