NARRA

NARRA
Eps. 07 - Jangan membuatku menunggu


__ADS_3

Didalam mobil Dodi tampak sangat kesal atas apa yang telah dilakukan oleh kakaknya.


"Kak, darimana saja kamu. Sudah berapa lama aku harus menunggumu disini."


"Baru beberapa menit saja, kamu sudah mengeluh Dodi. Tidak sabaran sekali."


"Bukannya tidak sabaran kak, hanya saja saat ini Dodi sedang ada urusan jadi harus secepat mungkin Dodi harus pergi."


"Dodi kamu itu selalu saja pergi tanpa memberi kabar orang rumah, apa kamu ingin mengikuti balapan liar lagi seperti waktu itu."


"Itu bukan urusan kak Reno, urus saja kehidupan kak Reno yang penuh drama itu. Bukannya sebentar lagi kakak akan segera menikah jadi persiapkan saja semua yang harus kakak perlukan dan jangan ikut campur dengan apa yang akan aku lakukan."


"Dodi, kakak tau apa yang harus kakak lakukan. Tetapi kakak tidak akan mengabaikan adik kakak sendiri demi kepentingan pribadi."


"Oh iya, terus kenapa kakak selalu saja membuat drama dikeluarga kita kak. Apa semau itu Kakak lakukan supaya kakak bisa memiliki semua perhatian dari mama sama papa dan hanya Dodi saja yang menjadi anak tidak berguna didalam keluarga kita. Katakan saja kak, apa yang semua Dodi katakan itu benar."


"Dodi, bukan seperti itu. Mama dan papa selalu menyayangimu, buktinya saja mama dan papa selalu memenuhi semua kebutuhan mu saat ini."


"Tapi itu semua atas permintaan kak Reno bukan dari keinginan orang tua kita kak, berhentilah bertingkah sok baik didepan ku."


"Dodi, kenapa kamu menjadi seperti ini. Kakak selalu memperhatikan mu dan maaf karena kesibukan kakak saat ini membuatmu terabaikan. Tetapi kak Reno tidak bermaksud melakukan hal itu"


"Sudahlah kak Reno jangan terlalu berlebihan dan sok perduli, bukannya dari dulu kakak memang seperti itu dan kenapa baru sekarang kakak sadar dan mengakui itu semua."


"Dodi, kak Reno minta maaf. Kakak akan menebus semua kesalahan kakak. Sebisa mungkin kak Reno akan memenuhi semua kebutuhanmu."


"Dari mana kakak akan mendapatkan semua itu kalau bukan dari keluarga calon istri kakak, uang yang kakak hasilkan selama menjadi dokter disekolah tidak akan bisa mencukupi semua kebutuhan ku. Jadi berhentilah berkata-kata yang tidak penting, karena semuanya percuma saja kak Reno. Dodi tidak ingin menyusahkan keluarga kita lagi. Dodi bisa mencari uang dengan cara Dodi sendiri."


"Kenapa bicara mu seperti itu Dodi, biar bagaimana pun apa yang akan kakak lakukan hanya untuk kebaikanmu juga. Iya kakak tau uang dari hasil kakak berkerja sebagai dokter disekolah tidak akan cukup untuk membiayai semua keperluanmu, tetapi kakak akan usahakan untuk mencari pekerjaan tambahan untuk bisa mencukupi kehidupanmu. Kakak akan menjual mobil ini dan uang hasil penjualan mobil ini akan kakak berikan untukmu sebagai penebus atas semua kesalahan kakak Reno, jika itu bisa membuatmu tidak lagi membenci kakakmu ini."


"Kakak tidak perlu menjual mobil ini, bukannya kakak menabung cukup lama hanya untuk membeli mobil ini. Dodi tidak ingin menjadi orang jahat yang ingin mengambil keuntungan dari kerja keras kakaknya selama ini. Dodi tidak seperti itu kak Reno, berhentilah bersikap seperti itu dan maaf atas apa yang telah Dodi ucapkan."


"Dodi, kakak akan melakukan apa pun untuk adik kesayangan kakak dan mobil ini tidak begitu berharga dibandingkan kamu Dodi. Kakak Reno rela menjualnya demi mencukupi semua kebutuhanmu. Dodi, Kak Reno juga minta maaf sudah membuatmu menunggu cukup lama didalam mobil. Kak Reno benar-benar tidak sengaja melalukan hal itu, tadi kakak hanya..."


"Sudahlah, lupakan saja kak. Sebaiknya kita pulang saja sekarang. Dodi sudah tidak sabar ingin mencicipi masakan bibi Ratiyah, hari ini bibi memasak makanan kesukaan Dodi kak."


"Wah, beruntung sekali. Apa kakak boleh mencicipi masakannya juga???"


"Tentu saja boleh, tapi hanya sedikit saja ya kak. Hahaha."


"Dodi..Dodi.., kamu itu dari dulu tidak berubah sama sekali."


"Siapa bilang, Dodi sekarang sudah berubah kak."


"Berubah dari mananya???, masih sama seperti yang dulu."


"Kak Reno lihat dengan teliti, jelas-jelas adikmu ini sudah banyak berubah. Dari tinggi badan juga sudah terlihat kan, mungkin perbedaannya hanya beberapa saja."


"Oh iya, sekarang adikku yang manja ini sudah besar sekarang. Hahahaha." Mengacak-acak rambut Dodi.


"Kak Reno!?!!, apa yang kamu lalukan dengan rambutku. Hentikan itu, rambutku yang bangus ini akan tidak keren lagi. Hentikan kak."


"Hahahahahah"


"Kak Reno!!!!!"

__ADS_1


Reno terus saja menganggu adik kesayangannya itu. Keduannya kembali berbaikan seperti biasanya, masalah seperti ini tidak akan membuat kedua bersaudara ini bermusuhan.


"Kak Reno"


"Apa???"


"Tidak jadi"


"Kenapa???, apa ada yang ingin kamu katakan Dodi???"


"Tidak ada kak"


"Apa kamu yakin???"


"Tentu, apa ada masalah kak???"


"Tidak"


"Ya sudah, fokus saja menyetirnya"


"Baiklah"


"Dodi, kenapa kamu tidak bisa mengatakannya. Kamu harus bisa mengatakan semua kebenaran ini, ayo Dodi katakan saja sebelum semuanya terlambat. Kamu pasti bisa melakukannya Dodi, beranilah dan katakan semua kebenarannya. Ayo Dodi lakukan sekarang, aku yakin kami pasti bisa" batin Dodi


"Dodi"


"Iya kak Reno"


"Sedang memikirkan apa???, sepertinya serius sekali. Apa kak Reno bisa membantumu????"


"Tidak ada yang sedang Dodi pikirkan kak, hanya perut Dodi saat ini benar-benar sangat lapar dan ingin segera sampai dirumah."


"Dodi tidak kesulitan sama sekali dalam pelajaran kak, pelajarannya sangat mudah sekali untuk dipahami jadi Dodi merasa biasa-biasa saja."


"Wah benarkah, kak Reno merasa terkejut sekali. Ternyata adik kak Reno yang nakal dan keras kepala ini pintar juga pantas saja selalu juara kelas walaupun bukan juara umum. Tapi tidak apa-apa, yang terpenting ada niat untuk belajar saja itu sudah cukup."


"Kak Reno memuji atau merendahkan adiknya saja."


"Sepertinya dua-duanya boleh juga, hahahaha"


"Kak Reno!?!!!"


"hahahaha, bercanda."


"ayo pergi sekarang, nanti aku telat kak."


"memang kamu mau kemana dodi."


"ke acara teman."


"acara apa????. jangan - jangan..."


"cuma acara pesta penyambutan kak, tidak ada yang aneh - aneh."


"kamu yakin????."

__ADS_1


"iya kak Reno, ayo cepat nanti telat lagi."


"kamu ga ganti dulu, masa mau pergi dengan pakaian ini."


"pokoknya semua sudah siap, aku tinggal pergi kak. ayo cepat, kenapa banyak tanya sih."


"iya...iya, kita pergi sekarang tuan muda."


Reno cukup senang karena saat ini bisa bersama adik kesayangan nya walau pun waktu yang mereka lalui cukup singkat karena kesibukan. tetapi sebagai kakak dirinya akan memberikan waktu yang sebaik mungkin untuk menyenangkan adiknya itu.


"kak Reno."


"iya, ada apa tuan muda. perlu sesuatu????."


"tidak jadi"


"baiklah, kalau butuh sesuatu kasih tau ya. saat siap melayani tuan muda hari ini."


"bersikap seperti biasa kak, mengelikan tau."


"siap tuan muda, akan saya lakukan."


"kak Reno, berhentilah mengatakan tuan muda."


"tidak bisa, karena hari ini saya akan menjadi pelayan tuan muda. jadi tolong pengertiannya tuan."


"terserah kakak saja"


"terjadi sesuatu yang membuat suasana hati mu tidak nyaman."


"sedikit kak."


"apa itu tentang cinta????"


"tidak, hanya sedikit kesal dengan seseorang."


"teman atau pacar???? "


"lebih tepatnya orang asing."


"mungkin dia sangat cantik makanya kamu bersikap seperti ini."


"lebih tepatnya biasa - biasa saja kak."


"yakin???."


"iya kak, biasa saja."


"tapi kakak yakin pasti dia sangat cantik."


"terserah kakak saja, aku juga tidak ingin mengingat nya lagi. semoga saja aku tidak lagi bertemu dengannya."


"jangan seperti itu, nanti kamu bisa jatuh cinta."


"hahaha, amit - amit kak , kalau misalnya aku benaran jatuh cinta aku akan traktir kakak makan enak direstoran paling mahal selama sebulan."

__ADS_1


"ok, setuju. kapan lagi ditarik tuan muda makanan mahal."


Dodi sangat yakin bahwa dia tidak akan mencintai si menyebalkan itu.


__ADS_2