NARRA

NARRA
Eps. 03 - Peri tanpa sayap


__ADS_3

Semua mata tertuju kearah Narra dan Reyhan yang dengan cekatan menolong Narra dengan membawanya menuju uks. Narra tanpa terdiam disaat dirinya dibawa oleh Reyhan dengan cara menggendongnya. Melihat hal itu Dodi sama sekali tidak tertarik untuk melihat adegan romantis ini. Dodi meminta para murid baru yang hadir dalam kegiatan pagi ini untuk tetap fokus dan melupakan kejadian yang telah terjadi beberapa saat lalu.


"Semuanya harap tenang ini hanya insiden kecil saja jadi tolong fokus, karena sebentar lagi kegiatan ini resmi dimulai."


"Wah kak Reyhan itu baik sekali ya, beruntung sekali perempuan itu. Aku jadi iri melihatnya." Bisik salah satu murid dengan murid yang lainnya


"Iya, kamu benar juga. Andai saja aku yang berada diposisinya pasti beruntung sekali bisa digendong oleh kak Reyhan."


"Tolong untuk murid yang disana, jangan berbisik-bisik seperti itu. Kalau ada yang ingin dibicarakan lebih baik maju kedepan saja."


Mendengar hal itu kedua murid tersebut tidak berbicara lagi dan lebih fokus mendengarkan apa yang sedang di jelaskan oleh kakak seniornya. Tidak berapa lama Narra dan Reyhan tiba diuks.


"Apa darahnya masih mengalir.???"


"Tidak lagi kak, bisa tolong turunkan Narra sekarang. Pasti kakak kelelahan karena membawa Narra sampai sini."


"Kakak tidak merasa kelelahan sama sekali, jangan merasa bersalah. Oh iya kakak juga mau minta maaf."


"Minta maaf???, minta maaf untuk apa kak. Kakak sama sekali tidak melakukan kesalahan kenapa kakak harus minta maaf."


"Kakak minta maaf atas nama teman kakak, dia orangnya memang seperti itu tapi sebenarnya dia orangnya sangat baik. Setelah nanti kamu mengenalnya kamu bisa memberikan pendapat tentang apa yang telah kakak katakan."


"Narra tidak berpikir untuk menjadi dekat sama kakak menyeramkan itu." Batin Narra


"Reyhan, kenapa kamu bisa berada disini??? Dan siapa perempuan yang kamu bawa saat ini. Kamu membuat cemburu saja."


"Wah, kakak ini cantik sekali. Apa dia peri???, atau mungkin kakak ini pacarnya kak Reyhan. Kalau kenyataannya memang benar habislah aku." Batin Narra


"Reyhan, kenapa kamu diam saja cepat kasih tau aku siapa perempuan ini.???"


"Kak bisa turunkan Narra sekarang."


"Baiklah."


"Maaf kak, kalau Narra membuat masalahnya jadi sedikit rumit. Narra tidak bermaksud apa-apa, tadi kakak ini hanya ingin menolong Narra saja. Narra mengatakan yang sejujurnya kak."


Reyhan tampak tersenyum melihat tingkah lucu yang dilakukan Narra, hal itu membuat Amara semakin cemburu melihatnya.


"Apa hanya itu saja???, tidak ada maksud lain lagi."


"Narra sudah mengatakan yang sejujurnya kak, kalau kakak tidak percaya tanyakan saja kakak ini."


"Panggil kak Reyhan saja, jangan panggil kakak ini."


"Iya, maksudnya kakak ini."


"Kak Reyhan."


"Iya, kak Rey."


"Kak Reyhan."


"Ok."


"Kamu itu lucu ya." Menyentuh pipi Narra


Wajah Narra berubah sedikit merah karena hal itu, namun dengan cepat Amara menepis tangan Reyhan dan memintanya untuk segera pergi.

__ADS_1


"Sudahlah Reyhan, bukannya kamu harus kembali. Ayo kita pergi sekarang, aku juga ingin kesana."


"Kamu pergi saja dulu, aku ingin membantunya dulu."


"Dokter bisa mengobatinya, kamu tidak perlu repot-repot untuk membantunya kan."


"Biar bagaimanapun ini kesalahanku jadi aku harus melakukannya sampai selesai, kalau kamu tidak keberatan sebaiknya kembali ke kelasmu, bukannya hari ini kamu akan mengikuti ulangan susulan."


"Reyhan, kenapa sikapmu cuek seperti ini bukannya kita dulu itu..."


"Sudahlah Amara, masa lalu tetaplah masa lalu. Tidak akan ada lagi yang bisa diubah."


"Tapi Reyhan, ini cuma salah paham Dodi yang merayuku jadi tolong percaya dengan apa yang aku katakan Reyhan, kita pasti bisa memperbaiki semuanya"


"Keterlaluan sekali kakak wajah seram itu, dia merebut pacar temannya sendiri" batin Narra


"Amara semua ini tidak ada kaitannya dengan Dodi, berhentilah bicara omong kosong karena aku tau apa yang sebenarnya terjadi"


"Reyhan, kamu lebih percaya dengan apa yang dikatakan Dodi dibandingkan aku"


"Maaf, kalau Narra memotong pembicaraan kakak-kakak. Tapi Narra harus masuk sekarang karena darahnya kembali mengalir, silahkan lanjutkan obrolannya Narra masuk dulu"


"Tunggu, kakak akan membantumu"


"Tapi kak"


"Reyhan, urusan kita belum selesai"


Reyhan tidak memperdulikan Amara yang terus saja berbicara kearahnya. Keduannya masuk kedalam uks tersebut, tampak seorang dokter bertubuh tinggi dan berwajah cukup tampan berada didalam ruangan itu sedang sibuk menulis sesuatu dibuka miliknya dan wajah dokter itu sangat mirip dengan wajah kakak yang bersamanya saat ini.


"Hei bro, ada apa??? dan tunggu dulu siapa perempuan imut dan manis ini. Apa dia pacar baru mu???."


"Oh iya, pantas saja kakak baru melihatnya berada disekolah ini."


"Kakak???, jadi dokter tampan ini kakaknya kak Reyhan. Pantas saja wajahnya sangat mirip, beruntung sekali kak Reyhan." Batin Narra


"Dari pada banyak basa-basi tolong obati saja luka-lukanya sebelum nantinya semakin parah."


"Iya, akan kakak lakukan. Kamu tidak perlu khawatir, sebaiknya kamu kembali dan biarkan kakak sendiri yang mengobatinya."


"Reyhan akan tunggu disini sampai kakak selesai mengobati lukanya, Reyhan tidak mau kalau kakak terus saja mengganggunya. Kalau dia merasa tidak nyaman bagaimana????, kakak itu dokter terbaik disekolah ini. Reyhan tidak mau nama baik kakak tercoreng karena sikap kakak yang seperti ini."


"Kamu tenang saja Reyhan, kakak tidak akan melakukan hal buruk kepada si imut ini."


"Kakak!??!!.."


"Iya..iya Reyhan, jangan bersikap seperti itu."


"Dokter, maaf memotong pembicaraan."


"Iya, ada apa imut???"


"Apa disini ada ruangan untuk menggantikan pakaian???.."


"Tentu saja ada imut, diuks ini fasilitasnya sangat lengkap jadi apa pun yang kamu inginkan semuanya sudah tersedia disini."


"Kak, berhenti memanggilnya dengan sebutan seperti ini. Dia pasti punya nama."

__ADS_1


"Apa kamu tau namanya???, tebakan kakak pasti kamu belum tau kan Reyhan, siapa nama si imut ini."


Reyhan hanya terdiam begitu saja tanpa harus bagaimana untuk menjawabnya karena dirinya sendiri tidak tau siapa perempuan yang bersamanya saat.


"Kenapa???, pasti tebakan kakak benar kan, hahahaha"


"Kak, sudahlah jangan selalu memojokkan Reyhan seperti ini. Malu kan"


"Sejak kapan seorang Reyhan kakak kelas yang sangat populer disekolah ini merasa malu hanya karena hal seperti ini."


"Apa!?!!!."


"Imut, kamu kenapa???"


"Tidak ada apa-apa dok"


"Panggil kak Reno saja biar lebih akrab bukan begitu Reyhan Adipati." Ejek kak Reno kepada Reyhan


"Kakak, sudahlah. Hentikan lelucon seperti ini."


"Iya...iya"


"Maafkan atas ketidaknyamanan ini ya"


"Narra, tidak merasa seperti itu kak Rey"


"Wah, panggilannya romantis sekali. Kamu itu keterlaluan sekali Reyhan."


"Keterlaluan bagaimana???."


"Jelas-jelas si imut sudah mengenalmu tetapi kamu sendiri belum mengenalnya"


"Kak Reno, sebelum Reyhan mengantarkannya kesini. Reyhan sudah memperkenalkan diri didepan murid-murid baru lainnya jadi wajar saja kalau dia.."


"Panggil Narra saja kan"


"Iya Narra"


"Narra???"


"Ada apa dok???"


"Nama yang sangat cantik seperti orangnya, hehehehe"


"Kak Reno!?!!."


"Salam kenal ya Narra."


"Iya dok"


"Panggil kak Reno saja, biar lebih akrab"


"Kak Reno Hermawan hentikan sekarang juga, mau sampai kapan kakak seperti itu kasihan kalau Narra terus menunggu kakak untuk mengobati luka-lukanya."


"Reno Hermawan nama yang sangat berbeda, apa mungkin dokter ini kakaknya kak Reyhan???. Apa jangan-jangan...dia kakaknya orang itu." Batin Narra


"Narra, sedang memikirkan apa???."

__ADS_1


"Bukan apa-apa kak Rey." Tersenyum kearahnya


Setelah menggantikan pakaian, Narra duduk ditempat yang sudah disediakan dan dokter Reno mulai mengoleskan obat pereda sakit. Reyhan tetap setia menunggu Narra sampai semua lukanya selesai diobati.


__ADS_2