
mama mulai panik ketika melihat anak kesayangan nya terluka.
"sayang kamu kenapa??? , kok luka - luka begini. apa terjadi di sekolah sayang???."
"biarkan narra masuk dulu ma, nanti narra ceritakan apa yang sebenarnya terjadi."
"baikalh, ayo masuk dulu sayang. jalannya pelan - pelan saja."
" iya mama"
"mama harus kasih tau papa soal ini."
"sebaiknya jangan mama, papa pasti akan khawatir. saat ini papa pasti sangat sibuk dengan pekerjaan nya jadi mama tolong jangan kasih tau papa soal ini dulu ya ma."
"tapi sayang, mama sudah berjanji sama papa akan menceritakan apa saja yang kamu lakukan di sekolah hari ini. kalau misalnya papa marah sama mama bagaimana???."
"serahkan semuanya sama narra, beres deh pokoknya ma. yang jelas sekarang rahasia kan dulu tentang kondisi narra. bisa kan ma."
"iya..iya, akan mama usahakan sayang. tapi sayang."
"kenapa lagi ma????."
"tadi mama mendengar suara mobil dari luar, apa seseorang mengantarkan mu pulang."
"iya ma, kak reno yang mengantarkan narra sampai kerumah."
"kak reno???, siapa kak reno ini. apa mungkin dia pacarnya narra ya. ayo mengaku sama mama."
"bukan seperti itu ma, kak reno itu dokter yang bekerja di sekolah nya narra."
"apa kak reno itu tampan sayang???."
"mama nanti juga tau seperti apa orangnya, sudah ma. narra ganti pakaian dulu, nanti kita bicara lagi."
"iya sayang, tapi kalau misalnya dia suka sama kamu kan ga ada masalah nya. mama malahan senang punya menantu seorang dokter."
"mama, kak reno itu sebentar lagi akan menikah dengan tunangnya. jadi kubur saja impian mama memiliki menantu seorang dokter."
"kalau seperti itu mau bagaimana lagi, tapi tunggu dulu narra."
"apa lagi mama???."
"pasti kak reno, punya adik kan."
"punya ma."
"laki - laki atau perempuan???."
__ADS_1
"nanti narra kasih tau ya ma, narra mau masuk kamar dulu."
"tapi janji ya kasih tau mama, adiknya laki - laki atau perempuan."
"iya mama, narra masuk dulu."
"kalau lukanya masih terasa sakit, kasih tau mama. nanti mama telepon dokter ibram ya."
"siap ma."
narra masuk ke kamar nya berbaring sejenak di kasur empuk miliknya dan tanpa sadar diri nya pun terlelap tidur tanpa sempat mengganti kan pakaian nya.
hari sudah mulai sore tetapi narra tidak keluar dari dalam kamarnya. mama sedikit panik karena anak kesayangan tidak keluar kamar dari tadi.
"narra kenapa tidak keluar dari tadi ya, apa lukanya semakin parah. sebaiknya telepon dokter ibram dulu, baru setelah itu ke kamar narra untuk memastikan bagaimana keadaannya saat ini."
mulai menelepon dokter ibram. dokter ibram pernah memiliki sebuah hubungan yang cukup spesial dengan narra. tapi semuanya berakhir karena dokter ibram kembali menjalan hubungan dengan mantan kekasih nya. hal itu dilakukan olehnya supaya narra tidak terlalu berharap lebih darinya dan berharap narra hanya sekedar mengagumi nya saja. tapi pesona narra meruntuhkan hatinya. karena sampai saat ini ibram masih menyimpan rasa sayang yang begitu besar terhadap narra. gadis kecil kesayangan nya itu. karena narra lah yang mendorong nya bisa berhasil menjadi seorang dokter yang sukses saat ini.
"sayang sepertinya ponselmu berdering, kenapa di saat kita bisa berduaan ada saja orang yang mengganggu kita. sebaiknya non aktif kan ponselmu kalau kita bertemu lagi. aku tidak mau ada orang yang mengganggu waktu kita berdua."
"kalau seperti itu aku tidak bisa lenny, banyak pasien yang membutuhkan ku jadi aku mohon kamu mengerti tentang kondisi ku saat ini."
"maksudmu pasien spesial itu kan, siapa namanya."
"narra."
"kenapa kamu bisa berpikiran seperti itu lenny???."
"semua nya sudah cukup jelas sayang, setiap orang tuanya narra menghubungi mu pasti dengan secepat kilat pasti kamu pergi kan. jujur saja ibram. tidak perlu kamu sembunyi kan lagi semuanya karena sudah jelas terlihat. dan satu hal lagi yang memastikan itu semua."
"lenny kamu pasti salah paham tentang semua nya, jadi jangan berpikiran yang tidak - tidak tentang hal ini. aku hanya ingin berbalas budi saja dengan keluarga narra. karena merekalah aku bisa jadi seperti ini. jadi hilangkan pikiran yang tidak - tidak tentang keluarga nya narra."
"sayang, aku sudah mendengarkan semua cerita mu itu dan aku berharap bisa percaya sepenuhnya dengan hati kamu hanya untuk aku. tapi semuanya hilang ketika aku melihat foto yang ada di layar ponsel kamu. foto mesra kamu sama si narra bocah menyebalkan itu."
"itu tidak seperti apa yang kamu bayang. aku menganggap narra tidak lebih dari seorang adik saja. tolong percayalah lenny. ini semua tidak seperti apa yang sedang kamu pikirkan."
"kalau seperti itu cepat ganti foto itu dan aku akan percaya lagi sepenuhnya sama kamu sayang."
"baik lah jika itu yang kamu inginkan aku akan menggantikannya sesuai dengan ppermintaanmu itu."
dengan berat hati ibram harus menganti foto yang selalu terpampang selama ini di layar ponsel miliknya.
"ini sudah aku ganti, jadi aku harap tidak ada lagi kesalahan pahaman kan."
"kita lihat saja nanti, aku belum sepenuhnya percaya kepada mu sayang."
"dasar perempuan menyebalkan, kalau tidak karena ancaman itu pasti saat ini aku masih bersama narra. awas saja pak rizwan tidak menepati janjinya." batin ibram
__ADS_1
mama tampak sedikit cemas karena dokter ibram tidak menjawab panggilan telepon dari nya.
"apa saat ini ibram lagi sibuk ya, tapi coba sekali lagi saja siapa tau bisa. tidak mungkin dokter ibram sengaja mengabaikan telepon dari mama kan."
ponsel ibram kembali berbunyi. lenny meminta ibram untuk mengabaikan panggilan itu tetap ibram menolaknya.
"abaikan saja telepon itu, waktu kita tidak banyak lagi. setalah ini aku akan pergi keluar kota. jadi matikan ponsel mu sekarang ibram sebelum aku marah."
"maaf lenny untuk permintaan mu saat ini aku tidak bisa."
"ibram, mau kemana kamu. cepat kembali kalau tidak hubungan kita berakhir sampai di sini."
"kalau itu yang kamu mau, baiklah akan aku kabulkan jadi nanti kamu jangan menyesal kan apa yang telah kamu lakukan."
"aaaaaaaa, dasar laki - laki menyebalkan lihat saja nanti. semua yang kamu miliki saat ini akan hilang dengan sekejap mata ibrammmm."
"terserah kamu saja, aku juga tidak ingin semua ini lagi. ambil jika kamu menginginkan nya. aku juga sudah muak dengan semua sandiwara selama ini. beri tau ayahmu aku bsrhenti."
"ibram, kamu benar - benar menyebalkan ya awas saja kamu. pasti kamu menyesal dengan keputusan ini ibram."
ibram berlalu begitu saja tanpa berpikir apa yang terjadi padanya.
"halo ma, maaf ibram baru bisa angkat telepon dari mama. tadi ibram ada urusan sedikit jadi agak sibuk tadi ma."
"ya tidak apa - apa dokter ibram mama mengerti kalau dokter ibram pasti sangat sibuk. mama yang justru mengganggu dokter ibram ya."
"panggil ibram saja ma, jangan dokter ibram. ibram kan juga anaknya mama."
"ibram masih sibuk atau tidak???."
"kalau sekarang ibram tidak sibuk ma, memang nya ada apa ma???."
"ini tadi narra sepertinya terjatuh di sekolah dan kaki - kaki nya di penuhi luka mama khawatir lukanya semakin parah jadi mama minta ibram kesini untuk memeriksa kondisi nya soalnya dari tadi siang sampai sekarang narra tidak juga keluar dari kamar nya. mama khawatir tentang kondisi narra makanya mama menghubungi mu."
"apa lukanya sudah di obati ma???."
"sudah, tadi di sekolah dokter reno yang mengobati lukannya."
"siapa dokter reno itu ma???."
"dokter yang bekerja di sekolah nya narra."
"oh begitu, kalau seperti itu ibram segera pergi ma. pastikan saja kondisi terkini narra. secepatnya ibram sampai kerumah."
"baik lah, hati - hati mengemudi mobilnya ya ibram."
"siap ma, ya sudah ibram tutup dulu teleponnya. sampai jumpa di rumah ma."
__ADS_1
ibram mengakhiri panggilan telepon dan bergegas pergi menuju rumah narra.