NARRA

NARRA
Eps. 02 - Insiden memalukan


__ADS_3

Dengan usaha yang cukup keras akhirnya Narra tepat waktu tiba disekolah barunya itu. Setelah menemukan tempat yang cocok untuk memarkirkan sepeda miliknya, Narra pergi ketempat yang sudah diberitahu sebelumnya.


"Akhirnya bisa tiba tepat waktu, tapi bagaimana dengan seragam ku ini. Tidak akan banyak waktu lagi untuk aku menggantikannya, setelah selesai kegiatan aku baru menggantinya dengan seragam yang baru. Untung saja aku selalu membawa seragam pengganti kalau tidak habislah aku, Narra bersikap biasa-biasa saja dan abaikan apa yang akan mereka lihat darimu. Semua akan baik-baik saja"


"Untuk semua murid baru harap berkumpul sekarang karena kegiatan ini akan segera dimulai"


"Sepertinya kegiatannya akan segera dimulai, sebaiknya aku bergegas"


Kesialan kedua yang harus dialami oleh Narra ialah terpeleset karena ditabrak oleh seseorang yang tidak dikenalnya.


"Aduh!!!!"


"Maaf, apa kamu baik-baik saja???"


"Narra baik-baik saja"


"Apa kamu yakin???, sepertinya kamu tidak begitu baik"


"Oh ini, hanya terjatuh dijalan tadi. Nanti juga akan sembuh"


"Kamu murid baru disekolah ini juga"


"Iya, apa kamu juga murid baru disekolah ini"


"Tentu, sini aku bantu. Maaf ya aku jalanya tidak hati-hati"


"Narra juga minta maaf"


"Oh iya, kenalkan namaku Mutiara Adira Nigrum kalau kamu???"


"Namaku Narra khanita"


"Salam kenal ya Narra"


"Iya, salam kenal kembali Muti, apa Narra boleh memanggil dengan nama itu???"


"Tentu saja, oh iya kenapa seragam mu bisa kotor seperti ini"


"Itu..."


"Untuk murid baru diminta untuk segera berkumpul karena kegiatan kita hari ini akan segera dimulai"


"Sepertinya kita harus segera kesana Narra, tapi bagaimana dengan seragam mu???"


"Nanti aku akan menggantikannya dengan seragam yang baru setelah selesai kegiatan ini Muti"


"Apa kamu membawa seragam pengganti???"


"Iya ada"


"Kalau seperti itu kamu pakai ini saja dulu untuk menutupinya"


"Tapi Muti, ini kan..."


"Sudahlah Narra pakai saja ini, demi kebaikan kamu juga kan. Aku tidak mau kamu dipermalukan didepan semua orang"


"Terimakasih Muti, kamu baik sekali padahal kita baru saja bertemu"


"Walaupun kita baru bertemu hari ini tapi aku merasa kita pernah bertemu sebelumnya"


"Sekali lagi untuk murid baru harap berkumpul"


"Ayo Narra, kita pergi sekarang"


"Iya Muti"


Narra sangat senang bertemu orang baru yang baik hati seperti Mutiara.

__ADS_1


"Apa semuanya sudah berkumpul???"


"Sudah kak"


"Baiklah, kalau begitu kita mulai saja kegiatan hari ini. Apa kalian sudah siapa!!!!"


"Sudah kak"


"Lebih semamgat lagi, apa kalian sudah siap!!!!!"


"Sudah kak!!!!!"


"Itu baru semangat kakak suka, baiklah sebelum itu kakak perkenalan diri dulu. Perkenalkan nama Kakak Reyhan Adiputra kalian bisa panggil kak Reyhan atau yang ingin panggil kak Rey juga tidak apa-apa asalkan jangan panggil yang aneh-aneh saja"


"Narra"


"Iya Muti, ada apa???"


"Kak Reyhan tampan ya"


"Mungkin"


"Kenapa mungkin Narra???, apa kak Reyhan tidak tampan dimatamu???"


"Bukan seperti itu Muti, hanya saja.."


"Hanya saja apa???"


Dari arah belakang seseorang datang dengan penampilan yang biasa-biasa saja tapi sedikit memukau menghampiri kerumunan itu.


"Sorry, aku telat. Ada sedikit masalah dijalan"


"Tidak apa-apa, acaranya juga baru dimulai"


"Celaka, kenapa orang itu ada disini???. Semoga saja dia tidak mengenalku"


"Tidak apa-apa Muti"


"Apa kamu yakin baik-baik saja???"


"Narra baik-baik saja"


"Adik-adik sekalian kakak akan memperkenalkan teman kakak yang berada disamping kakak sekarang, dia juga akan mengikuti kegiatan ini dan menjadi penanggungjawabnya. Silahkan perkenalannya"


"Habislah aku, jangan sampai dia melihat kearahku"


"Narra, kamu baik-baik saja kan. Apa kamu sakit???, atau luka-lukamu terasa sakit???"


"Tidak apa-apa, Narra baik-baik saja Muti"


"Kalau terjadi sesuatu kasih tau Muti ya"


"Ok"


"Terimakasih atas waktu yang diberikan, adik-adik sekalian perkenalkan nama kakak Dodi Hermawan, kalian bisa panggil kak Dodi atau panggil sayang juga boleh"


"Ya ampun kak Dodi, selain tampan juga pandai melucu ya beruntung sekali kalau nanti jadi pacarnya kak Dodi"


"Beruntung dari mana, orang belagu seperti dia tidak akan mendapatkan siapa pun"


"Yang bicara bisik-bisik tolong kedepan sekarang juga"


"Apa, kenapa dia bisa tau. Habislah aku"


"Narra sepertinya kak Dodi memanggilmu"


"Tidak mungkin Muti, pasti bukan Narra yang dipanggil"

__ADS_1


"Tapi Narra"


"Percaya sama Narra saja Muti"


"Baiklah"


"Sekali lagi untuk murid yang memakai pakaian berwarna merah muda maju kedepan sekarang juga"


"Tuh kan, apa aku bilang kamu yang dipanggil Narra. Bagaimana ini???"


"Muti tenang saja"


"Tenang bagaimana, menurut cerita yang Muti dengar kalau kita sampai berurusan dengan kak Dodi habislah kita Narra. Kak Dodi itu..."


"Muti, tenangkan dirimu itu kan hanya cerita yang kamu dengar. Kalau belum ada buktinya juga percuma kan"


"Tapi Narra..."


"Tidak akan terjadi apa-apa, percaya sama Narra"


"Apa kamu tuli!!!, cepat maju sekarang juga"


"Narra, bagaimana ini???"


"Muti, tenanglah. Tidak akan terjadi apa-apa"


"Tapi kamu lihat sendiri bagaimana ekspresi wajah kak Dodi"


"Mungkin saja memang wajahnya seperti itu tapi kan kita tidak tau isi hatinya"


"Narra, keadaan seperti ini kamu masih tenang-tenang saja"


"Untuk terakhir kalinya murid yang memakai pakaian berwarna merah muda untuk segera maju kedepan. Kalau dalam hitungan ketiga tidak maju juga akan dibawa secara paksa"


"Narra segera kesana kak"


"Semoga tidak terjadi apa-apa sama Narra" batin Mutiara


Dengan santainya Narra menghampiri Dodi yang sudah menuju kan wajah tidak sukanya terhadap Narra. Tanpa disadari tali sepatu Narra terlepas dan hal itu membuat Narra terjatuh tepat dihadapan Dodi dan hal itu membuat celana yang dikenakan Dodi terlepas. Semua murid yang berada didepan dan belakang tertawa melihat adegan memalukan itu. Wajah Dodi seketika memerah karena kejadian memalukan ini.


"Maaf kak, Narra tidak sengaja"


"Narra, apa yang kamu lakukan" batin Muti


"Kamu!?!!..."


"Dodi sudahlah, bukannya dia sudah minta maaf"


"Jangan ikut campur dengan urusanku Reyhan"


"Tamatlah riwayatmu Narra" batin Narra


"Ini sudah kedua kalinya kamu membuatku seperti ini dan sekarang apa yang kamu lakukan sangat memalukan sekali"


"Maafkan Narra kak, Narra tidak sengaja. Tali sepatu Narra terlepas dan Narra terpeleset"


"Banyak sekali alasanmu itu, kalau sudah seperti ini bagaimana kamu harus bertanggungjawab"


"Dodi. Sudahlah hal seperti ini jangan diperbesar lagi, kita masih harus melanjutkan kegiatan ini"


"Benar apa yang dikatakan oleh Reyhan, sebaiknya kamu rapikan dulu celanamu itu sebelum ada kepala sekolah atau para guru yang melihatnya" jawab Nelson


"Benar juga, kenapa aku tidak kepikiran. Kamu itu terlalu terfokus dengan perempuan menyebalkan ini" batin Dodi


Dengan cepat Dodi merapikan celananya. Narra masih saja berada dilantai dengan posisi tengkurap sambil memandangi orang-orang disekitar.


"Sini aku bantu"

__ADS_1


Narra menggapai tangan Reyhan supaya bisa bangkit tetapi dengan cepat Dodi menepis tangannya dan hal itu membuat Narra kembali terjatuh. Luka yang tadi tidak berdarah seketika mengeluarkan banyak darah. Darah segar pun menetes dari tangan maupun kakinya. Hal itu membuat orang-orang disekeliling panik melihat hal itu, namun dengan cepat Reyhan membawa Narra menuju uks.


__ADS_2