
Dira duduk di meja kantin sambil memesan mie ayam kesukaannya
“kenapa lu buntutin gw dari tadi sih, gw ga suka di ikutin”ucap dira kepda ervan
“pergi sono”ucap dira cemberut sambil memainkan handphone yang di pegangnya sendari tadi
“lu ga kenapa napa kan?”ucap ervan
“gw benci orang nanya kek gitu ke gw, lu kaga lihat gw masiH gagah kek gini” ucap dira
“bagus deh”ucap ervan
“ga usah sok peduli ama gw, biar yang urus diri gw sendiri, ga usah Ikut campur paham”ucap dira kemudian
“makasi bu”ucap dira tatkala pesanannya datang
“dahh ga usah banyak tanya gw mau makan” ucap dira menyantap mienya itu
Ervan pun bangkit dari tempat duduknya pergi
“mau kemana lu?”tanya dira
“beli minum buat lu”ucap ervan lalu pergi
“emm sok perhati”ucap dira lalu kembali memakan makanannya
Tak lama ervan kembali membawa sebotol air mineral di genggamannya, bersama kdua buah es krim, dira yang melihat itu melirik kearah ervan
“kenapa lu ikut bolos, bukannya lu benci bolos jam pelajaran” ucap dira kepada ervan, ervan hanya tersenyum “sesekali gapapa”ucapnya kemudian, dira yang mendengar itu merasa aneh
“aneh lu”ucap dira menyuap mie terakhirnya
“ada waktu pulang sekolah?” tanya ervan kemudian
“kenapa emangnya?” ucap dira
“ikut aja deh”ucap ervan
“napa nih orang, pen gw sleding keknya ada hal yang aneh nih” ucap dira dalam hati
“serah lu dah”ucap dira lalu pergi meninggalkan kantin pergi menuju kelas meninggalkan ervan sendiri di kantin
Di kelas
“keknya gw harus hati hati deh nih orang tambah hari tambah aneh asli”ucap dira dalam hati di sepanjang jalan menuju kursinya
__ADS_1
“napa lu bengong mulu?”tanya riyan mengagetkan dira
“ah kepo lu kebo”ucap dira kesal
“buset dah pagi pagi dah makan kebo, pms lu dir judes amat”ucap riyan
“bodo”ucap dira lalu membaringkan kepalanya ke meja
“apanih”ucap dira melihat selembaran kertas tergulung di samping mejanya, dan membukanya
“hmm dahlah,nih dari fans lu” ucap dira lalu kembali melanjutkan tidurnya, devian hanya diam dengan sesekali menoleh kearah dira yang lesu
Pulang sekolah
Tinn, suara mobil klakson ervan
“dir”panggil ervan, dira tanpa basa basi masuk kedalam mobilnya, sementara disisi lain devian dan riyan melihat itu dari kejauhan
“kenapa tuh orang baru jadian?”celetuk riyan
Plak, devian menjitak kepala riyan
“ada masalah apa sih lu dengan gw si dev dari kemarin dah” ucap riyan kesal, sedangkan devian hanya menjalankan motornya meninggalkan riyan sendiri
“masa iya si, dira mau sama si cupu itu” ucap riyan lalu melajukan motornya menyusul devian di depannya
“yuk dir”ajak ervan
Ervan menarik kursi didepannya agar dira mau duduk, namun dira malah duduk di kursi sebelahnya, ervan hanya meneguk ludahnya lalu duduk
“lu mau apa dir?”tanya ervan, “serah lu aja deh”ucap dira yang masih asik dengan game di handphonenya
“okey”jawab ervan
Selang tak berapa lama pesanan ervan datang dengan begitu banyak
“wehhh” riyan yang duduk tak jauh dari tempat duduk mereka merasa kaget melihat itu, dengan style apkai jaket hitam menutupi baju sekolah tak lupa kaca mata hitam bak detektive, sedangkan devian hanya memakai topi hitam bersama jaket Berwarna hitam itu duduk memantau mereka berdua
Sedangkan dira yang tak kalah kaget dengan ervan, dengan tatapan bertanya tanya sedangkan ervan hanya tersenyum, ervan menyerukan untuk makan tentu saja dira tahu kode itu lalu mulai memakan makanan itu disusul oleh ervan
Disisi lain riyan yang melihat itu hanya meneguk ludahnya sambil sesekali minum es kopi yang sudah di pesannya tadi sambil menonton bak di bioskop tak lupa cemilan makanan ringan didepannya, sedangkan devian tak bergeming dan hanya melihat semua itu tanpa makan dan minum
Sesekali riyan bosan dan mengajak devian pulang, namun dihiraukan alhasil riyan hanya memainkan handphonenya itu
“dah gw nyerah” ucap dira merasa tak sanggup telah 3 porsi makanan yang telah ia makan
__ADS_1
“bungkus ajaa?”tanya ervan kepda dira, dira hanya menggeleng
Dira memegang pipi ervan dengan mendekatkan wajahnya, ervan sontak kaget detak jantungnya tak karuan, devian yang melihat itu menggengam tangannya keras keras dengan sorot mata tajam
“ada apa dev?”tanya riyan lalu melihat kedua orang orang itu, “wohhhhhh”riyan kaget tak terpungkiri
“tumben lu baik ama gw”ucap dira lalu kembali duduk di kursinya, ervan yang sendari tadi tidak bisa bernafas akhirnya bisa bernafas lagi
“mau ikut berdoa dir?”tanya ervan dira hanya mengangguk
“semoga di umur ku yang genap 18 tahun ini, gw bisa mewujudkan cita cita yang belum bisa gw tempuh sekarang” ucap ervan, dira yang mendengar itu sontak kaget
“oalah kenapa lu kaga bilang dari tadi sih, ayok .ikut gw”ucap dira menarik tangan ervan keluar tempat itu
“dev dev mereka pergi dev”ucap riyan kepada devian, namun tak direpon riyan pun membalikkan tubuhnya kearah devian namun devian sudah duluan berjalan dengan motornya
“aelah tuh anak pengen gw tabok asli, malah makanannya blm di makan lagi sayang ah”ucap riyan sambil tergesa gesa memakannya lalu pergi menyusul devian
Dira sambil mengendarai mobil ervan melajukan mobilnya menuju tempat favorite nya masa lalu bersama kedua orang tuanya dulu yaitu danau
Dira menarik tangan ervan keluar dari mobilnya menuju danau itu, dira bak anak kecil berlari lari sambil menarik tangan ervan
Ervan yang melihat pemandangan itu merasa senang karena baru pertama kali ini ia melihat dira sebahagia ini, ia pun bahagia
“Mau coba camping sini?” ucap ervan melihat kesekeiling danau
“keknya seru tuh”jawab dira setuju
“weh wehh ikut dong” teriak riyan yang mendengar itu, dengan diiringi devian di depannya, dira merasa kaget karena ada riyan dan devian yang mengikutinya
“kenapa kalian disini?”tanya dira
“kami tadi itu..”belum sempat riyan menyelesaikan kata katanya kakinya sudah diijak oleh devian dengan keras sehingga membuat riyan menghentikan kata katanya
“kami tak sengaja lewat sini, melihat ada lu ama ervan”ucap devian membenahkan disusul anggukan oleh riyan
“oalah iya yah, emm oke ntar sore kita kumpul sini buat camping ntar malem”ucap dira
Devian yang mendengar kata kata lembuat dira merasa adem karena jarang jarang dira bicara sehalus itu
“skuyy kita cobaaa, ayoo kita siap” ucap riyan bersemangat lalu pergi disusul ervan dan dira, sedangkan devian hanya bengong ditempat dan tertinggal jauh dari mereka
“devv”teriak dira menyerukan untuk ikut pulang, devian hanya melambaikan tangan mengiyakan, lalu menyusul mereka
Sore harinya
__ADS_1
Devian dan riyan sudah duluan datang ke danau itu bersamaan dengan tenda dan beberapa peralatan lainnya, tak lama dira dan ervan datang menyusul
Mereka membuat tenda masing masing, dira dibuatkan khusus tenda untuknya dibantu oleh ervan, sedangkan devian membuat tenda untuk mereka bertiga