Nerd boy

Nerd boy
episode 7


__ADS_3

lisa yang kesal dengan tingkah laku devian membuatnya sakit hati membanting seluruh isi rumah


"deviannnnnn" teriak lisa


"lis,tenangin diri lu"ucap mawar teman lisa


"kaga, ini semua gara gara dira awas aja lu dir, gara gara lu devian jadi benci ama gue"ucap lisa emosi


Malam hari


Dira terbangun dari tidurnya, melihat kesekeliling ruangan tampak 2 orang beban yang masih nonton bola sambil makan makanan yang ada di tangannya, heboh seheboh stadion


"woiii beban tolongin gw nih, gw males disini"teriakk dira


"aduh monyet makan ayam"keduanya kaget barengan


"busetlah lu dir bikin kaget aja lu, kami lagi nonton bola juga "ucap mereka barengan lalu kembali melanjutkan pandangannya ke televisi depannya.


"dev"ucap riyan disertai anggukan oleh devian, lalu menoleh kearah dira sekali lagi mengucek mata mereka tak percaya


"diraaaaaa"ucap riyan lalu memeluk dira


"heh bego sakit"ucap dira


"serius, asli gw kaga percaya asli nih"ucap riyan


"testi dulu"ucap riyan lalu memegang pipi dira


"wehh asli ini mah dua kelinci"ucap riyan gembira


"lu kemana aja sii dir,kami dah lama nyariin lu tapi kaga ketemu"ucap devian kemudian


"lu kemana sii ngitung berudu, ngukur jalan, nyedot air laut atau ngapain sii lama banget"ucap riyan


"mulai deh lebay"ucap devian datar


"serah lu monyet"jawab riyan


"lo harus kuat dir, yok bisa yok katanya lu mau balas gue ayolah sini gw dah sini kok" bunyi rekaman suara riyan tadi siang


Ehemmm, suara devian menyerukan tanda


dira yang mendengar suara itu lalu menoleh ke arah riyan


"dir dir lu becanda kann"ucap riyan


"kaga gw lagi baik nihh, makanya gw kaga nabok lu"ucap dira kemudian


"dahlah gw mau tidur ucap dira gw lagi sakit nih beliin seblak napa"ucap dira.


" buset dah, dah sakit minta beliin seblak lagii"ucap riyan


"dah malem weyy dah jam 1 malem ini" ucap riyan kemudian


"istirahat dulu dir, ntar kalau lu udah mendingan gw traktir "bisik devian


"serius dev"ucap dira lalu sontak mencium devian, devian sontak kaget, devian yang kaget lalu pergi


"heh dev lu mau kemana"tanya riyan namun di hiraukan


disisi lain ervan yang melihat kejadian itu sadar, bahwa dira ahh sudahlah, ervan membantah semua itu lalu pergi

__ADS_1


devian tengah berada di wc memandang wajahnya di cermin,


"apa yang salah dengan gw, kenapa gw begini"ucap devian menepuk nepuk pipinya berulang kali


keesokan harinya


sebelum semua terbangun, ervan menyelipkan secarik kertas ditas dira lalu pergi


hari ini dira diizinkan pulang kerumah untuk istirahat, begitu pun dengan kedua sahabatnya yang antusias sekali membantu dira mengemasi barangnya


dibalik jendela kamar inap dira sudah ada ervan yang sangat menantikan waktu ini namun ia tidak berhak mendampingi dira karena ia sadar bahwa dira akan mengusirnya lagi seperti saat itu


dimobil


"dir mau makan seblak?"tanya devian


"bolehh"ucap dira antusias


"gw juga ya dev"ucap riyan


"kaga beli sendiri"ucap devian lalu kembali fokus menyetir


"pelit lo"ucap riyan menggurutu


"sabar ya"ucap dira tertawa


"mau makan disini atau pulang?"tanya devian


"dirumah aja deh"ucap dira


"tunggu di mobil gw pesan dulu"ucap devian lalu pergi


"kalau lu baik,beliin aja deh"jawab dira, disertai anggukan oleh riyan lalau pergi meninggalakan dira sendiri di mobil


dira duduk di mobil sambil mendengarkan musik di handphonenya, dira tak sengaja menemukan secarik kertas


"dear dira


selamat atas kepulangan mu


kamu kuat deh


"siapa sii nih, kek kurang kerjaan aja deh"ucap dira tersenyum


tak lama dari itu devian dan riyan barengan masuk mobil


"nih dir"ucap mereka barengan


"buruan dehh, dahh laper nihh"ucap dira


"okee siapp"ucap devian lalu tiba tiba menginjak laju gas melajukan mobilnya dengan kencang membuat dira dan riyan sontak terkejut


"astaga dev hampir aja nih es tumpah"ucap riyan menggerutu


"keknya lu halal di hajar deh"ucap riyan kemudian


"tau ah lu dev, hp gw hampir kebanting nih untung gw kaga jantungan


"ya maap kan kalian dah lapar"ucap devian tertawa


sesampai dirumah

__ADS_1


dira merebahkan tubuhnya di kursi ruang tamunya, sedangkan devian dan riyan sibuk membuka makanan untuk menyantap makanan bersama


"sangat akur sekali"ucap dira tersenyum kepada mereka berdua


"ini hadiah dir,biar lu cepat sembuh"ucap devian


"mantep hadiah karena lu kaga nabok gue"ucap riyan


"oh berarti lu nyogok gua ya"ucap dira


"duh salah lagi"ucap riyan


"hehe kaga lah yan, gw bercanda kok gw bangga punya sahabat kek kalian"ucap dira


kedua sahabatnya itu sontak terkejut, dab barengan menoleh ke arah dira


"kenapa?"tanya dira dengan bingung karena mereka menghentikan pekerjaannya lalu menatapnya


"dir, lu kaga ngapa ngapa kan?"ucap riyan mengecek suhu tubuh dira


"sehat dev"ucap riyan


"kalian kenapa siih"tanya dira emosi, mereka berdua yang sadar gunung aktif akan meletus mencoba menghentikannya


byur, riyan menyemburkan air minum kewajah dira karena ia melihat wajah dira dah merah membara, devian sontak kaget dengan tingkah laku riyan yang mengundang malaikat maut


"yan apa yang kau lakukan"ucap devian pelan, dan masih melihat dira yang sudah membara bara


"gw spontan dev, ntar rumahnya kebakaran kita yang susah"ucap riyan


"tapikan lu nyelamatin biar ga kebakaran,tapi ngundang malaikat maut yan"ucap devian kemudian


"maaf dev"ucap riyan, tak lama dari itu bunyi kriuk perut dira berbunyi, pertanda hal baik


"huhhh dahh gw laper nih buruan makan"ucap dira kemudian


"okey dir ayok"ucap riyan antusias


"selamat "ucap mereka barengan lega karena selamat dari maut


"dir kalau kurang ntar kita pesan gofood aja"ucap riyan di sela lagi makan


"heh jan konyol lu, mau ngundang malaikat lagi"bisik devian


"boleh juga tuh, gw mau nasi padang ya"ucap dira sambil menyeruput es


"okey siiplah"ucap riyan mengambil handphonenya


"aman kan"ucap riyan tersenyum kepada devian, sedangkan devian hanya bingung terheran heran dengan tingkah laku kedua sahabatnya ini


5 menit kemudian


permisi


"nahh dateng, gw ambil dulu"ucap riyan lalau pergi mengambil pesanan


"wehh cepet yaa, tau banget tuh orang gw lagi laper hehe, sini mna punya gw" ucap dira


"sabar dir pasti kebagian kok"ucap riyan memberi 2 bungkus nasi kepadanya


"lu mesan berapa sii yan?"tanya devian bingung

__ADS_1


__ADS_2