
"kalian berenti barantem, mending masuk gw penat banget hari ini gerah"ucap riyan yang tanpa basa basi masuk kedalam rumah dira, dira yang mendengar riyan pun kaget
"heh, siapa yang nyuruh lu masuk kedalam hah?" ucap dira dengan nada marah dengan masih membawa bungkusan makanan yang di bawa mereka tadi
sedangkan riyan asik menonton tv mengacuhkan kata kata dira yang dilontarkan barusan, sedangkan devian perlahan mendekati riyan duduk
"aisss"umpat dira dengan nada kesal, "entah datang dari mana gw temen kek gini" gerutu dira membawa makanannya ke dapur, riyan dan devian hanya tertawa kecil sambil memakan kacang di pegangnya
sesampai di dapur dira hanya duduk di kursi dapur dan hanya memperhatikan dua monyet yang masih berada di rumahnya tanpa bergeming, dira sesekali melihat kearah jam dinding di sampingnya, yang telah menunjukkan jam 5 sore
"pulanggg" teriak dira, yang sontak mengagetkan devian yang sedang tertidur, bersamaan riyan yang terlonjak kaget sehingga keselek kacang
"uhuk uhuk" batuk riyan, devian mencoba menepuk punggung riyan
"pulangg buruann" teriak dira kedua kalinya, yang berjalan mendekat membawa segagang sapu ditangannya, devian yang melihat itu sontak kaget dan menarik riyan keluar dari rumah dira
"byee"ucap dira menutup pintu rumahnya tatkala mereka keluar
"kebiasaan emang tuh orang, untung temen kalo engga dah gw marahin"ucap devian menggerutu
"temen? temen lo aja kali, gw bukan "ucap riyan menjauh dari rumah dira menuju mobilnya yang terparkir di seberang jalan
"woii tungguin yan,astogeh nih orang" teriak devian menyusul riyan yang sudah berada di mobilnya
dira pov
"huh lega, ga ada tuh monyet, sekarang gw bisa santai"ucap dira menuju kamarnya
dira membantingkan tubuhnya kekasur kamarnya, "awww" ringis dira memegang punggungnya yang masih terasa sakit, ia lupa kalo tubuhnya masih sakit
dira mengurungkan niatnya untuk rebahan, dan melanjutkan kegiatannya untuk mandi membersihkan tubuhnya
keesokan harinya
__ADS_1
dira dengan santai mengendarai mobilnya, sedangkan jam sudah menunjukan jam 07.10, kemudian memarkirkan mobilnya di tempat biasa
dira dengan perlahan memanjat pagar sekolah karena ia tahu pasti gerbang sudah ditutup
"brukk" dira terjatuh, perlahan bangkit mengendap endap mencari ruang agar tak ketahuan guru, hingga tiba dira dikelasnya, yang disana sudah ada bu meta yang lagi mengajar
dira memberi kode kepada devian agar bisa membuatnya bisa masuk kedalam kelas, devian yang paham akan kode dira berusaha membuat dira berhasil masuk
"bu" ucap devian, bu meta yang lagi menjelaskan tetiba berhenti, "ada apa dev?" tanya bu meta
"ibu coba kesini"ucap devian, bu meta hanya menurut dan berjalan kearah devian, disela itu dira dengan langkah perlahan masuk dan bersembunyi di kursi tempat ervan, ervan yang melihatnya kaget
"sssstt" kode dira, ervan yang melihat kode dira seketika paham sedangkan riyan yang melihat tingkah dira hanya tersenyum tipis, sambil meledek dira dan ingin memberi tahu bu meta
"namun dira memohon mohon agar riyan tutup mulut" alhasil riyan menurut namun memberi kode agar dia hari ini menuruti kata katanya, sedangkan dira tanpa pikir panjang mengangguk karena di posisi terdesak
bu meta menghampiri devian, "ada apa?" tanya bu meta, devian yang melihat dira sudah masuk mencoba cari cara lagi untuk membuat bu meta lengah dan hanya fokus pada dirinya saja
alhasil dira berhasil duduk, dan berterima kasih kepada kedua temannya itu
"jangan lupa" ucap riyan kepada dira, dira yang mendengar itu merasa tak enak, sedangkan devian yang melihat dira sudah duduk di kursinya merasa lega
"oh iya bu dev paham"ucap devian disela bu meta menjelaskan kepada devian, karena devian merasa panas mendengar ocehan bu meta sendari tadi, berhubung ingin memabntu dira ya apa boleh buat
"cepet banget kau paham dev" ucap bu meta,"aaa..iya bu kan dev cuman ga paham dikit aja gitu" ucap dev memberi alasan, berhubung bu meta sekarang suasana hatinya lagi baik, ia percaya percaya aja dengan kata kata devian, dan kembali berjalan menuju tempatnya
dira memberi kode ke devian,sedangkan devian hanya tersenyum sombong
"oke sekarang itu saja yang bisa ibu jelaskan, apakah ada pertanyaan?" tanya bu meta melihat keseluruh siswa/siswinya, suasana hening tak bergeming
"ga ada bu"ucap dira
"okee kalo gitu, ehh sejak kapan kamu disana dira?" ucap bu meta merasa ada yang janggal.
__ADS_1
"sejak tadi lah bu,saat ibu ngajar masa ibu lupa sii" ucap dira memberi alasan seakurat mungkin
"kok ibu tadi ga liat kamu?" tanya bu meta
"mungkin ibu lupa kali, ya kan yan, gw dah disinikan dari tadi"ucap dira menyenggol tangan riyan
"ehh iya bu"ucap riyan menurut, karena terlonjak kaget
"oh gitu ya,yaudah kalo begitu sekarang ibu absen satu per satu, yang ibu panggil harap jawab ya"ucap bu meta melanjutkan kegiatannya untuk absen
dira yang mendengar itu merasa lega, "heran bu meta belum ngabsen biasanya bu meta ngabsen awal, tapi gapapa lah"ucap dira dalam hati
"kenapa?" tanya riyan, dira hanya menggeleng, sedangkan ervan masih melirik dira dari kejauhan, dira yang menyadari itu merasa tidak nyaman dan melempar remukan kertas kepadanya
ervan sontak kaget, dan kembali fokus kedepan , sedangkan dira menganggap diranya menang karena ia sangat beruntung hari ini, suasana hati baik, tetapi ia mendapat perasaan tidak enak karena janjinya kepada riyan barusan
jam istirahat
"oke anak anak hanya itu saja yang bisa ibu sampaikan, wassalamualaikum wr.wb."ucap bu meta pergi keluar kelas
sedangkan kelas kembali ricuh, karena di jam kedua ini guru tidak datang karena ada urusan sebgai gantinya hanya ada tugas
"yeahh, gimana dir hebatkan akting gw" ucap devian mendekat kearah bangkunya dengan membanggakan dirinya
"iya makasih,usah berlebihan"ucap dira beranjak pergi, devian yang merasa di cueki merasa sangat sangat menyesal membantu dira tadi
"keknya gw udah terlalu baik deh, hingga gw ga dihargai gini"ucap devian dalam hati, lalu kembali menyusul dira dan riyan yang sudah berada diluar kelas, ya tujuannya hanya satu yaitu kantin
sesampai di kantin riyan dengan seenaknya memesan banyak makanan, sedangkan dira hanya terdiam dengan jus jeruk di tangannya
"heh banyak kali lu makan yan, banyak duit lu"ledek devian kaget dengan jumlah porsi makanan riyan, yang biasanya irit
"biasalah"ucap riyan tersenyum sambil menoleh kearah dira
__ADS_1