Nerd boy

Nerd boy
episode 8


__ADS_3

empat kenapa emang?”tanya riyan kemudian, sedangkan devian hanya menggeleng


“aneh”ucap riyan lalu menyantap makanannya itu


“ayok dir, yang banyak makannya biar bisa ikut lomba sumo”ucap riyan sambil sesekali menyuap makanannya itu, dira yang mendengar itu sontak kaget


“maksud lu apaan hah? Pen ngajak berantem mulu keknya”ucap dira menghentikan makannya


“ya engga dir, bercanda” jawab riyan tertawa kecil, sedangkan devian hanya menjadi penonton pertengkaran mereka berdua itu yang hampi 10x dalam sehari


“haha hehe” ucap dira mengejek ketawa riyan itu, sedangkan riyan hanya tersenyum manis ke arah dira namun dihiraukan oleh dira, devian yang melihat itu tertawa kecil


Keesokan harinya


Tap tap tap, suara langkah kaki melintasi koridor sekolah yang nyaring terdengar sekarang jam menunnjukan jam 06.10 dimana jam yang sangat pagi dimana belum banyak siswa/siswi yang datang kesekolah, hanya siswa rajin seperti ervan yang mendahului datang


Ervan meletakkan tasnya di kursi tempat duduknya, mengeluarkan beberapa buku diatas meja memasang earphone di telinganya, cukup membuat ervan nyaman dengan suasana ini yang tampak sepi dari kerumunan siswa


“duar”suara dira nyaring terdengar saat ia hendak memasuki kelas disana sudah ada ervan namun ia tak bergeming dan hanya fokus dengan buku bacaannya, dira melewati tempat duduk ervan namun tetap saja tidak dihiraukan


“heh cupu, lu penjaga sekolah apa pagi beener lu dateng” ucap dira kepada ervan sambil memukul meja didepannya, ervan yang kaget sontak membuka erphone di telinganya


“ha?”ucap ervan minta mengulangi kata kata dira yang tak didengarnya


“tau ahh”ucap dira lalu pergi meninggalkan kelasnya, sedangkan ervan hanya terdiam, ada rasa ingin mengejar tapi sia sia


Dira melintasi koridor dengan santai, dengan tas mesih berada di punggungnya, tak lupa dengan alunan suara nyanyiannya yang halus terdengar di sepanjang koridor


“diraa”


Dira yang mendengar itu bedercap ngeri sekaligus merinding karena firasatnya sangat tidak baik hari ini karena pastinya ia akan disuruh suruh lagi seperti waktu itu, dira melanjutkan perjalanannya lalu sembunyi dibalik semak semak


Pak bagus berdiri ditempat dira berdiri mencari keberadaannya “mana tuh anak tiba tiba ngilang kek setan aja” ucap pak bagus kesal lalu pergi meninggalkan koridor itu, dira merasa lega karena dirinya selamat dari bencana itu dira pun membalikkan tubuhnya


“plak” dira reflek menampar karena kagetnya, dan mendaratkan tangannya diatas pipi ervan yang tadi berada di sampingnya, ervan yang kena imbas merasa kaget plus menahan sakit dipipinya


“heh cupu lu juga ngaapin sii tiba tiba disamping gue, kan gw reflek” ucap dira merasa dirinya benar

__ADS_1


“iya, maaf” ucap ervan bangkit dari jongkoknya disusul Dira, dira yang mendengar itu langsung pergi menuju kelasnya


“buruan dah mau bel nih, ntar telat masuk kelas” ucap dira dengan entang nya berjalan lebih cepat dari ervan, ervan hanya mengangguk dan menurut


Dikelas


“hello gaesss apa kabar”ucap dira mengagetkan semua teman temannya dikelas


“oke gaes princes datang”ucap riyan menyambut dira di ujung pintu, membuat dira berdecak geli


“apaan sii lu”ucap dira menampar kecil riyan, lalu masuk dan emnuju bangkunya tak lama dari itu ervan datang dan kembali duduk di kursinya, dira hanya melihatnya karena tak merasa enakan kerena telah menamparnya


“sehat dir”, tanya tasya kepada dira yang di ketahui tasya teman sekelasnya sekaligus tetangganya, dira dengan respon mengangguk mengiyakan tenttU saja tasya tau maksud dira lalu kembali menghadap depan karena di kelasnya sudah datang bu ismi guru sejarah yang dateng


“hadeh gila dah, ibu ini dah dateng keknya dongeng tidur akan di mulai”celetuk riyan dibelakang dira, benar kata riyan bu ismi adalah guru yang selalu membuat siswa tertidur jika mendengarnya bercerita entah mungkin ada obat tidur yang diracik bu ismi dengan dongeng yang diceritakannya


Sedangkan dira sudah mengambil posisi tidur dengan buku menutupi kepalanya, sedangkan devian yang melihat itu hanya menggeleng geleng dengan tingkah laku sahabatnya itu


Tak selang beberapa lama datang bu tiana selaku wakil kepsek


“ervan,devian” temui ikut ibu kekantor ucap bu tiana


“saya bu?”tanya dira


“iya kamu, nama kamu dira kan, yaudah ikut saya”ucap bu tiana


Dira hanya mengangguk mengiyakan dan bangkit dari tempat duduknya pergi menemui ibu itu, diperjalanan menuju kantor bu tiana dengan akrabnya ngobrol dengan ervan sedangkan dira dan devian dibelakang hanya mengiringi tanpa menimbulkan suara sedikitpun


Sesampai di kantor


“silahkan duduk”ucap bu tiana,”jadi maksud ibuk mengumpulkan kalian bertiga membahas akan ada olimpiade matematika kimia dan fisika ibu harap kalian bisa berkolaborasi


Dira yang mendengar itu sontak kaget, karena tak biasanya ia di ajak lomba olimpiade


“ervan ibu minta kamu ikut olimpiade matematika ya seperti tahun kemarin, kamu devian seperti tahun kemarin kimia, dan kamu dira ibu minta kamu fisika”ucap bu tiana


“kok aku kepilih bu” ucap dira

__ADS_1


“yakan nilai kamu ibu lihat besar besar dimapel itu” ucap ibu itu


“yakan tapi bu, dira ga pernah ikut lomba kek ginian”ucap dira protes


“gausah protes, turutin aja kata kata ibu”ucap ibu itu, dira yang mendengar itu tampak kesal karena protesnya tak diterima


“ada yang ingin ditanyakan?”Tanya bu tiana, ervan dan devian hanya menggeleng sedangkan dira hanya tertunduk lesu dengan masamnya


“oke kalau begitu kalian bisa pulang kekelas”ucap bu tiana, dan dituruti oleh mereka bertiga


Keluar dari ruang bu tiana , dira tak henti hentinya menggerutu diperjalanan menuju kelas kedua temannya itu hanya terdiam tak merespon kata kata dira


Dira yang merasa diambaikan emang tak bisa marah karena teman bicaranya si batu es kutub utara dan si cupu dari negeri dongeng


“dahlah buruan gw tidur”ucap dira mempercepat langkah dari kedua temannya itu disusul cepat oleh mereka berdua


Sesampai di kelas


“Oke paham semua” ucap bu ismi di depan kelas


“paham apa bu, maen paham paham aja belum tau nih”ucap dira hendak masuk kedalam ruangan kelas


“tanya tuh ama temen kamu”ucap bu ismi lalu keluar kelas karena masa pelajarannya udah usai. Dira cemberut sambil duduk ke kursinya disusul ervan dan devian


“kenapa hari ini semua orang ngeselin”ucap dira di kursinya


“gw juga kah”ucap riyan di belakang


“bukan lagi, lu pasti nyebelin tiap hari” ucap dira lalu bergerak dari tempat duduknya pergi menuju luar kelas


“kenapa tuh orang?”tanya riyan, devian hanya menggeleng tak tahu


Ervan yang melihat itu langsung menyusul dira


“hey”teriak dira, lalu membalikkan tubuhnya karena di belakangnya sudah ada ervan yang berjalan mengikutinya


“ngapain lu ngikutin gw, mau bolos?” sambung dira, ervan hanya diam tak bergeming

__ADS_1


“dahlah pergi aja sono gw mau sendiri” ucap dira lalu melangkahnya kembali kakinya menuju tempat favoritenya yaitu kantin, tentu saja bukan ervan kalau menuruti kata kata dira


__ADS_2