
Dengan langkah santai cewe berambut pirang itu mengendap endap di dinding pagar sekolah, ADIRA TASYA atau sering disapa Dira itu tampak ingin masuk kehalaman sekolah
Diatas ketinggian pagar adira tampak ingin melompat namun seorang cowo tak sengaja berjalan tepat dihadapannya
Brukk
Sepasang bola mata bertemu,diatas tanah
"lu ngapain ngalangin jalan gw?" pekik Dira mendorong tubuh cowo itu
"gue..." ucap cowo itu
"halah,lu modus kan" ucap Dira emosi
Drap drap,langkah kaki sesorang, Dira dan cowo itu sontak menoleh bersamaan
"Diraaaaa"teriak bu ismi dengan suara menggelegar,dira dan cowo itu menutup telinga mereka agar tak mendengar pekikan ibu itu
"sini"perintah bu ismi, dira dengan langkash malasnya mendekat
"ada apa sih bu?" tanya dira, bu ismi tampak memelototkan matanya
"masih nanya salah kamu apa"pekik bu ismi,membuat dira meringis, karena telinganya sakit
"kalau begitu sini ikut ibu" sambung bu ismi menarik telinga dira
"awww,sakit bu" teriak dira
Di ruang guru
"okee sekarang masih mau nanya salah kamu apa?"tanya bu ismi yang tampak duduk manis dikursi cantiknya
"ya emang dira ga tau salah dira dimana" gerutu dira
Plakk
Suara gertakan meja meembuat seluruh penghuni diruang guru terlonjak kaget
"huhhh, ibu udah ga bisa berkata kata lagi deh sama kamu"ucap bu ismi mencoba tenang
"alhamdulillah" ucap diraa
"apa katamu?" ucap bu ismi menoleh kearah dira, dira yang melihat itu hanya menggeleng
"ehh nggak bu, ibu kan cantik baik hati" ucap dira
"yang bener, wah iya yah" ucap bu ismi memandang wajahnya di kaca
"tapi tetep aja, kamu harus dihukum" kecam bu ismi
"kamu bersihkan toliet sama aula sekolah pokoknya harus bersih, nanti ibu cek" ucap bu ismi
"taaa..pii.. Bu" ucap diraa
"ga ada tapi tapian, keluarrr" teriak bu ismi membuat dira pergi dari ruangan itu
"duhh sial" gerutu dira di jalan menuju aula sekolah
"Apa apaan nih sekolah,masa masih kotor gini ga dibersihin apa mentang mentang abis libur" gerutu dira sesampai di aula,dira mrnoleh ke arah pintu dan melihat cowo yang tadi.
"woiii" panggil dira, cowo itu sontak menoleh dengan tatapan bertanya tanya
"kesini" sambung dira, sedangkan cowo itu perlahan menghampirinya
__ADS_1
"oke gara gara lu gw ketahuan telat,sekarang lu bantuin gw" ucap dira, sambil membaca name tag cowo itu
"akuu??" tanya cowo itu
"bukan setan, jelas jelas lu ada di depan gw, ya lu lahh" ucap dira
"Ervan satya nama lu bagus,pokoknya gw ga mau tau lu bantuin gw" paksa dira
"okee diamnya lu gw anggap lu nerima okee, nihhh" ucap dira memberikan segagang sapu
Sedangkan dira duduk di pinggir menunggu cowo itu menyelesaikannya
30 menit kemudian.
Dira yang masih asik tertidur pulas,tanpa menyadari ervan sudah selesai mengerjakannya
Dira tersadar dan melihat cowo itu disampingnya
"ngapain lu disini?" tanya dira
"udah selesai" ucap ervan, dira menoleh kaget
"nih orang cepet banget ngerjainnya" batin dira
"oh gitu ya makasih" ucap dira berlari keluar aula, meninggalkan ervan sendiri di aula bersama tukang bersih di sekolah.
"saya pulang kekelas dulu ya pak" ucap ervan sopan sambil meletakan sapu di pinggir dinding
"ehh iya nak ervan" ucap bapa itu
Ervan melangkahkan kakinya menujuĀ perpustakaan, semua pandangan tertuju kepadanya
Bruk
Baju adira kena tumpahan jus yang dipegangnya
"aghhhhh" tahan emosi diraa ketika ia melihat bajunya yang kotor, dengan mata yang melotot dira tampak marah
"sini lu" tarik dira menjauh dari kerumunan
"maksud lu apaan?" bentak dira yang emosinya membara
"gue tadi ga sengaja" ucapnya membela diri
"halah lu, nama aja yang bagus tapi nyusahin gw mulu" ucap dira
"gue minta maaf"ucap cowo itu
"aggghhhh,gw ga butuh maaf dari lu, lu emang sering banget nabrak orang, jalan tuh pakek mata dong"ucap dira kesal
"sekarang lu ikut gw" ucap dira menarik tangan ervan kearah parkiran, sesampai di tempat itu
"NAIK!!" ucap dira
"kit..."belum sempat ervan menyelesaikan kata katanya,dira sudah lebih duluan memanjat pagar
"ga ada tapi tapian buruan sini" ucap dira, ervan tampak kesusahan naik pagar.
"buroann woii" teriakk diraa, membuat ervan cepat naik
Sesampai diluar pagar sekolah, dira mengambil alih mobil diparkiran tempat nongkinya.
"masuk!!" titah diraa
__ADS_1
Ervan hanya menurut tanpa ngomong sepatah kata pun, diperjalanan tampak suasana sangat canggung
"kita mau kemana?" ucap ervan,sedangkan dira masih fokus dengan kendaraannya
"kekuburan lo" ucap diraa
"jelas dong gue mau pulang" ucap dira santai
"tapi jam pelajaran belum selesai" ucap ervan
"elah sesekali, lu juga kaga pernah kan gini nih gw cobain enak lho" ucap dira
"bebas kemana mana, sebelum itu gw mau ke apart gue dulu, tunggu disini jangan kemana mana! awas aja lu pergi gw potong urat nadi lu" kecam dira sambil memakirkan mobilnya di pinggir jalan
Sedangkan dira masuk keapartnya yang sudah ada abangnya yang amsih asik main game
"udah pulang? tumben cepet banget" tanya raka abang dira
Dira mengambil jaket kulitnya, dan kembali pergi keluar rumah
"gw pergi dulu" ucap dira melangkah keluar dari rumahnya
"kita mau kemana?" ucap ervan yang ke dua kalinya, sedangkan dira memutar bola matanya malas
"lu mau minta maaf kan?" tanya dira, ervan hanya mengangguk
"ya sekarang traktir gw beli apa pun yang gw mau paham?" ucap dira, sedangkan ervan sontak kaget
"apa!! Lu kaga senang?" tanya dira
"enggak, ya gue teraktir" ucap pasrah ervan
"nahh gitu dong, jadikan gw seneng" ucap dira kembali melajukan mobilnya
Mereka sampai di sebuah minimarket, "TURUN!!" ucap dira yang lebih dulu masuk dan mengambil beberapa makanan dan cemilan yang ia mau, sedangkan ervan hanya membuntutinya dari belakang sambil membawa keranjang belanjaan dira
"okee, selesaii bawa kekasir"ucap dira dan melangkah ke kasir
"jadi totalnya 500.000 mbak"ucap kasir itu, dira menoleh kearah ervan dengan kode mengedipkan matanya
"nih mas" ucap ervan memberi lembaran uang 500.000
"thank yak, sering sering gini" ucap dira tertawa
"sekarang giliran gw teraktir minum di tempat favorite gw" ucap dira kembali melajukan mobilnya, sedangkan ervan hanya mengangguk
Sesampai di cafe itu, dira melangkahkan kakinya santai menuju cafe itu, tampak sepi pengunjung
"wahh diraa" sapa barista itu, yang diketahui namanya alex
"cowo lu?" tanya alex aneh karena ga biasanya dira membawa cowo ke cafe ini.
"bukann,banyak tanya lu"ucap dira duduk ditempat biasanya
"lu mau apa?"tanya dira
"gw cappucino aja"ucap ervan
"makanan?"sambung dira
"nasi goreng aja"jawab ervan
"oke, lex gw pesenan biasa ditambah capucinno sama nasi goreng satu" ucap dira, sedangkan alex hanya mengangguk.
__ADS_1