
alex sendari tadi memberi kode ke dira, menanyakan tentang siapa cowo itu, dira tampak kesal dan langsung menjawab
"dia bukan siapa siapa gw, lagi pula dia bukan tipe gw" ucap dira yang membuat ervan terlonjk kaget dengan sikap adira, sedangkan alex hanya tertawa kecil
"emm okee" ucap alex yang masih tak percaya, lalu kembali melayani pembeli lain
setelah mereka selesai makan di cafe itu adira dn ervan memutuskan untuk pulang
"heh, dah pulang sono gw lagi ga mood nganter lu pulang, byee" ucap adira melambaikan tangannya menuju mobil putih yang terpakir di depannya.
"ta.." ervan mengurungkan niatnya untuk protes, dan memilih menerima kata kata dira,ia lantas ingin mencari taksi yang lewat
"heh, cowo tuh kaga protes, Dahlah gw juga males berdebat" ucap adira memandang punggung ervan
Keesokan harinya
Hari ini, adira ditelpon wali kelasnya untuk datang pagi, alhasil adira dengan mood parah pergi ke sekolah mengendarai mobilnya, sesekali memalingkan pandangannya kearah lain, tak lama ada dua mobil yang tampak mengikutinya dari belakang adira yang sadar akan hal itu, menancapkan gasnya menuju tempat yang sedikit dilalui oleh orang orang.
Shhhttt(bunyi rem mobil dira)
"hehh bangs*t minggir lo" umpatĀ dira kesal
Keempat orang itu lantas keluar dari mobil, dira pun sontak keluar dari mobilnya.
"njir, ngapain lu ngalangin mobil gw hah, minggir gw mu lewat" ucap dira, keempat cowo itu bersiap untuk menyerang dira, alhasil perkelahian pun tak terelakkan
Dira hampir berhasil mengalahkan mereka berempat namun, ia berpikir tidak ingin melanjutkan itu karena ia melihat di dalam arah mobil terdapat orang yang ia kenal sedang memperhatikannya sambil tersenyum.
"shittt" umpat dira lalu berlari kearah hutan, karena tidak ada pilihan, selintas dira melihat memori lama di kepalanya yang membuatnya sangat pusing, dan terjatuh.
Adira mencoba bangkit, karena orang itu hampir menangkapnya
"bukk" bunyi lemparan batu yang berhasil mengenai salah satu orang, mereka serentak menoleh
Ervan dengan tangan kosongnya menghajar kawanan orang tadi hingga pingsan.
"lu kaga apa apa?" tanya ervan
"minggir gw kaga butuh bantuan lu, sana pergi ngapain lu disini" ucap dira, mata dira tertuju pada seseorang yang ingin memukul pundak ervan,dira lantas langsung memukul orang itu tanpa pikir panjang, tak jauh dari orang itu salah satu temannya memukul kepala dira menggunakan balok.
bughh
"aissshhh" ucap ervan dan menghajar satu orang tadi hingga babak belur.
Ervan mencoba mengangkat tubuh dira yang terkulai lemas, namun dira sempat sadar
"apa yang lu lakukan hah, minggir gw bisa sendiri" ucap dira mencoba bangkit namun gagal dan berakhir jatuh kembali.
__ADS_1
Ervan kembali mengendong tubuh dira ke pundaknya, diperjalanan dira bilang "heh cupu kita mau kemana" ucap dira yang masih setengah sadar
Ervan melihat keadaan apakah sudah membaik, tampaknya sudah membaik.
Ia kembali menggendong dira dan meletakkan di mobilnya yang masih terparkir di pinggir jalan.
"biar lu nanti sadar sendiri" ucap ervan meletakkan dira di mobilnya dan beranjak ingin pergi, namun tangan dira mencekal tangan ervan.
Ervan melihat dira dengan luka dikepalanya, tanpa pikir panjang ervan lantas membawa mobil dira menuju apartemennya.
Di apartemen
Ervan membaringkan tubuh dira di kamarnya, dan mengambil kotak P3k di lemarinya.
"maaaa" ucap dira yang masih tertidur, ervan hanya fokus membersihkan sisa darah di kepala dira dan membalut luka itu.
"selesai" ucap ervan lalu pergi meninggalkan dira yang masih pingsan kamarnya, ervan tinggal dirumahnya sendiri karena orang tuanya tinggal di luar kota, bisa jadi ervan adalah anak rantau.
2 jam kemudian
Ervan membawa semangkuk bubur yang telah ia buat sebelumnya, ia melihat dira yang belum sadar dan masih mengigau tentang mamanya, ervan mengecek suhu tubuh dira dan benar saja ia terkena demam.
Ervan kembali kedapur mengambil air untuk mengompres dira, agar demamnya lekas turun.
Keesokan harinya
Dira terbangun dari tidurnya,kepalanya masih sedikit pusing ia lantas mengedarkan pandangannya, dan tampak bingung dengan suasana asing ini.
Dira lantas berlari kearah belakang pintu, dan hendak menyerang ervan, dengan sigap ervan menangkis serangan dira, hingga mangkuk bubur yang di bawakan ervan terjatuh
dira mengurungkan niatnya berkelahi
"lu dah bangun?"tanya ervan
"kenapa gw ada disini?"tanya dira
"gw cuman bantu lu"ucap ervan membersihkan mangkuk bubur yang jatuh kelantai
"benarkah?" tanya dira tidak percaya
"udah ga usah di pikirkan, biar gw ambil lagi buburnya" ucap ervan
"ga usah gw kaga lapar" ucap dira, namun perutnya justru berbunyi dan Membuat ervan tertawa kecil.
"ga usah tertawa" sinis dira
Ervan kembali membawa semangkuk bubur baru, dan memberikannya kepada dira, dira dengan sikap cueknya mengambil bubur itu, dan memakannya.
__ADS_1
"lu kaga sekolah?" tanya dira kepada ervan, ervan sontak tertawa
"gw rasa pukulan kemarin buat lu gegar otak deh" ucap ervan
Dira merasa bingung, dan mencari keberadaan ponselnya, " heh mana ponsel gw?" tanya dira emosi
"sabar dikit napa, nih" ucap ervan memberi ransel dira, tanpa pikir panjang dira mengecek ponselnya dan melihat minggu,14 februari 2021
Ervan yang melihat wajah dira, hanya tertawa
"apa sih lu, udahh pergi sono gw mau sendiri" ucap dira mendorong ervan pergi dari kamar ini
2 jam kemudian
Dira keluar dari kamar membawa tas ranselnya
"mana kunci mobil gw?" tanya dira santai
"heh, lu udah mau pulang, lu belum pulih bener" ucap ervan
"ga usah sok peduli, mana sini" ucap dira kesal sendiri
"ambil aja tuh di atas lemari" ucap ervan, dira melihat kearah yang di tunjuk ervan, tanpa pikir panjang dira meloncat loncat mencoba mengambil kunci mobilnya.
"nihh" ucap ervan "makanya jangan pendek "sambung ervan
"hmm" ucap dira lalu pergi
Dira melajukan mobilnya menuju rumahnya disana udah ada ariyan & devian yang sedang berjejer rapi kek bodyguard
"ngapain lu berdua dirumah gw?" tanya dira
"dari mana lu, gw denger" lu dihajar ama anak buah rezyan?" tanya ariyan
"emang tuh orang, main keroyokan aja berani, satu cewe aja kaga bisa ngalahin, gw mah mudah tinggal puku.." belum sempat devian melanjutkan
"heh gw kira lu dah mati tadi" celetuk devian, dira sontak kaget dan menoleh kearah devian dengan tatapan tajamnya
"heh mau ngapain lu?" tanya devian
"plakk,ampun heyyy,canda doang dir eh lu mah" ucap devian
"udah udah mending lu istirahat di dalam" ucap ariyan sebagai penengah
"nahh benar utu kata riyan" ucap devian memegang pipinya yang sakit
"okee, teman temanku yang sangat baik hati" ucap dira mendadak tiba tiba tak sensitif, sambil memberi kode meminta bungkusan makanan yang telah di siapkan oleh kedua sahabatnya itu untuk dira
__ADS_1
"ini nihh, kalo soal makanan aja lu baik, dasar banteng" gerutu devian
"emm apa lu, pengen gw pukul lagi?" tanya dira dengan tatapannya yang tajam