
“astaga, gw kek alai banget sih tadi kek jamet kaga, heh serius kok gw seneng banget hari ini, baru hari ini gw merasakan bahagia tanpa paksaan”ucap ervan merebahkan tubuhnya ke kasur kamarnya
“apa gw terlalu berlebihan ya merespon dira, diakan emang selalu friendly ama semua cowo, sikapnya yang badas juga buat banyak cowok kagum apa boleh buat gw cowo yang ga bisa apa apa gini”ucap ervan merenungkan kemampuannya yang kian hari nampak tak bertambah
“apa gw mau coba ngegym ya, coba aja kali ya”ucap ervan mengecek handphone mencari tempat gym yang bagus di bandung, “nahh keknya ini cocok deh sepi”ujar ervan mengacak rambutnya kesal “gw bisa kaga sii, aissssshh”ujar ervan emosi dengan membantingkan handphonenya kekasur sebelahnya
“ntar sore atau sekarang ya, sekarang aja deh”ucap ervan lalu pergi membawa tas sandangnya tak lupa dengan handphone di genggamannya
Sesampai di tempat gym
Ervan meneguk ludahnya ketika masuk kedalam tempat itu dimana ada beberapa cowok berotot dengan tampilan garang yang sedang berlatih sempat berhenti ketika ia masuk kedalam
“apa gw salah masuk sini”ucap ervan dalam hati, tak lama dari itu ada seorang cowo datang menghampiri ervan dan bertanya
“ada yang bisa di bantu mas,mau coba olahraga?”tanya orang itu yang tampak lebih tua dari ervan, ervan yang gugup hanya mengangguk perlahan tanpa berbicara sedikitpun
“boleh kalau begitu silahkan taruh tas,beserta alat canngih lainnya di loker sebelah sana ya mas”ucap orang itu menunjuk kearah loker yang berjejer rapi, ervan hanya mengangguk dan menurut
“gw kenapa malah lebih gugup gini sii, semoga aja gw bisa”ujar ervan dengan semangat lalu pergi untuk pemanasan terlebih dahulu
Kini sudah 30 menit ervan berada di dalam ruangan yang pengap itu, tubuhnya begitu tak berdaya dan tidak dapat di gerakkan ,kini dapat diartikan tubuh ervan remuk dengan posisi terlentang di karpet dekat loker
__ADS_1
“astagaa tak semudah yang gw bayangkan, kayanya gw harus lebih sering lagi olahraga”ucap ervan lalu mencoba bangkit dari posisi nyamannya itu, untuk pulang kerumah
“besok dateng lagi mas”ucap orang itu membantu ervan berdiri, ervan hanya mengangguk dan mengambil tas dan handphonenya di loker, lalu pergi meninggalkan tempat yang amat pengap baginya itu
“oke ervan, cukup disini overthikingnya mari bersahabat kita pulang”ucap ervan kepada dirinya sendiri membuka dengan perlahan pintu mobilnya dan melajukan mobilnya dengan perlahan
Sesampai dirumah
“ervan udah pulang”ucap mama ervan menyambut kedatangan ervan dengan menepuk nepuk pundak ervan
“awww,awww ma sakit bahu ervan”ucap ervan
“sakit kenapa sii”ucap mama masih menepuk ervan, ervan masih meringis kesakitan mencoba rilex
“lahh tumben kamu rajin olahraga, mau di urut ga?”tanya mama ervan hanya menggeleng perlahan, “keknya ervan hanya perlu istirahat deh ma”ucap ervan lalau pergi menuju kamarnya
“oke kalau masih sakit, bilang aja ke mama”ucap mama ervan, “aneh tumben tuh anak bersemangat sekali hari ini”ucap mama ervan lalau kembali pergi menuju taman belakang rumah
Ervan membanting tasnya sembarang arah, dan menghempaskan tubuhnya dengan keras, kasur kamarnya itu telah memanggil manggil ervan untyk ditempati
“huhh, kek gw harus kelelap tidur dulu”ucap ervan tak lama setelah itu pergi ke alam bawah sadarnya dengan posisi telentang seperti saat di tempat gym tadi
__ADS_1
Keesokan harinya
“van bangun dah siang”ucap mama ervan mengetuk pintu kamarnya
“iya mah”ervan mengecek jam di sebeleah kasurnya dan mendapati jam sudah menunjukan jam 06.45, ervan sontak kaget dan buru buru kekamar mandi, tak sampai 10 menit ervan pergi pamit kesekolah menggunakan mobilnya dengan kecepatan super ngebut mengejear waktu yang hanya tersisa 5 menit lagi
Sesampai di sekolah
Sialnya gerbang sudah tertutup rapat dengan kepala sekolah yang berada di depan gerbang, ervan yang melihat itu melewati gerbang mencari tempat parkir yang pas untuk memberhentikan mobilnya
“et dah sial”ucap ervan mengacak rambutnya lalu hendak pergi menuju gerbang utama sekolah
“lewat sini”tarik seseorang itu menuju tembok samping taman belakang sekolah, karena disana sangat jarang ada guru lewat sana, tentu saja dira tau karena sudah langganan telat dan bolos dari sekolah
“buru naik”ucap dira menyuruh ervan meloncat duluan, lalu disusul dira
“aman kaga?”tanya dira yang sedang melompat, “aman apanya?” tanya pak burhan yang sudah berada disana dengan membawa penggaris panjang di tangannya sedangkan ervan yang dari tadi hanya menunduk pasrah, dira yang melihat itu pun tersenyum
“ehh pak burhan, sehat pak”ucap dira mengambil ancang ancang salim tangan pak burhan
“ga usah sok basa basi sekarang ikut bapak kelapangan keknya kalian berdua perlu olahraga yang sehat”ucap pak burhan menarik telinga dira dan ervan bersamaan
__ADS_1
“aduhh, aduhh pak sakit pak, dira jalan sendiri kok bisa ga usah digeret kek anak kucing gini dong” ucap dira protes
Pak burhan tak menghiraukan kata kata dira yang ia lontarkan