
" haha hehe, ketawa mulu lu" ucap riyan sambil menyeruput es alpukat ditangannya, sedangkan dira hanya tersenyum manis
plak, bunyi dira memegang wajah devian yang sendari diam dari tadi membuat dira terkesan aneh
"lu sakit kah, diam mulu dari tadi" ucap dira, sedangkan devian dengan tatapan datarnya memandang wajah dira yang begitu sangat dekat dengan wajahnya
"haduhhh, kalian kalau mau bermesraan jangan disini dong, sana tuh di wc dijamin aman yakann" ucap riyan mengedipkan matanya
"gw tampol nanti lu" ucap dira tiba tiba marah sedangkan riyan hanya tertawa kecil disambung devian
"diemm, gw laper nih kalian kaga mesenin gw ailah tega banget lu bedua" ucap dira
"heh, kami berdua tau kalau kami mesenin makanan lu ntar lu kurang lagi malah pengen nambah kami juga yang malu lu kan dah kayak kebołucap riyan ceplos, dira yang mendengar itu sontak menoleh kearah riyan dengan tatapan psikonya
"udah jangan berantem mulu ahh" ucap devian yang menyuapkan daging panggangnya ke mulut dira, dira dengan antusias memakannya
"iya makan yang banyak biar ntar lebaran kurban bisa ehemm" sambung riyan yang langsung berlari keluar kedai, karena fillingnya dira akan menjambak rambutnya
"riyannnnnnnnnnn, sini lu awas aja ntar ketemu gw robek robek daging lu" ucap dira emosi, devian yang mendengar teriakan psiko dira merasa akan ada sesuatu hal yang tidak mengenakan terjadi
"dir, mending pulang yuk" ucap devian mencairkan suasana, sambil merangkul bahu dira
"buset dah, ini temen gw kek beneran mirip ama film yang gw tonton semalem dah mirip nanno" ucap devian dalam hati
sedangkan ervan masii duduk ditempat yang sama tidak bergeming sambil melihat dira pergi bersama sahabatnya itu tanpa memikirkan dia
"tuh cewek kapasitas ram otaknya sedikit atau emang gua yang kaga penting ya " ucap ervan dalam hatinya, ervan lalu bangkit dari meja dan hendak keluar kedai
"maaf mas,ini makanan temen mas belum dibayar bisa selesaikan dulu pembayarannya baru mas bisa pergi" ucap salah seorang pelayan
ervan yang mendengar itu terkejut " itu total pesanan makanannya berapa ya?" tanya ervan
"totalnya 300rb mas" ucap pelayan itu
"buset dahh, apes gua sekali ini"ucap ervan dalam hati "yaudah ini mas"ucap ervan memberi selembaran uang
keesokan harinya
dira dengan langkah santainya memakai seragam sekolahnya menuju bangunan tua yang jauh dari penduduk, dengan siulan khasnya mencari keberadaan mangsanya
tap tap, suara langkah kaki dira yang nyaring terdengar di setiap jalannya
__ADS_1
"haii, gw kira lu takut ama tawaran gw" ucap lisa yang duduk dikursi tua bersama 2 temannya
"cuihh, gak usah sok akrab lu monyet" ucap dira membuang bekas permen karetnya
"heh, keknya lu perlu dibantai nih hari ini sampai kapok" ujar lisa
"liatin aja lu yang kapok atau gua" ucap dira membuang tasnya sembarang
perkelahian pun tak terelakkan, lisa dengan mudahnya terombang ambing oleh dira, dira dengan semangat menghajar lisa yang angkuh sok kuat melawannya
"gimana, lis perlu gw hajar lagi" ucap dira berjalan mendekat kearah lisa yang sudah terluka
"tapi sekarang saatnya lu yang kapok" ucap lisa dengan senyum tipisnya, ternyata di belakang dira telah ada salah satu teman lisa memukul kepala dira dengan kencang
dira sontak merasakan pusing dikepalanya yang tak terelakan, diiringi suara tawa lisa bersama temannya
bughhh,satu pukulan mendarat di perut dira, dira terjatuh memuntahkan darah dari mulutnya
"shitt," dira mencoba kuat dan menghajar teman lisa tanpa ampun, sampai mereka kapok disela kepalanya yang amat sakit
"diraaa" teriak lisa dari jauh mendorong dira kearah dinding membuat dira terhempas
"sialan lu"teriak dira lalu kembali mendorong lisa sampai lisa pingsan tak tahan menahannya
"buset buruan angkat lisa kita pergi sekarang" ucap salah satu teman lisa yang tadi, lalu pergi meninggalkan dira sendiri di bangunan tua itu
"uhuk uhuk" darah terus menetes di mulut serta kepala dira, dira dengan langkah pelan sambil berjalan keluar dari bangunan itu secara perlahan, pusing di kepalanya amat sangat sakit membuat dira tak tahan menahannya
"bruk" dira ambruk ketanah
di sekolah
"ada alasan apa dira kaga dateng ya" ucap riyan
"gegara lu kemarin kali" ucap devian sambil membaca buku kesukaannya
"ahh kaga, masa iya dia terlalu mengambil hati perkataan gua kamarin" ucap riyan
"mungkin"ucap devian
"kaga ngasih solusi lu ahh "ucap riyan pergi meninggalkan ervan sendiri, ervan yang melihat itu tak menghiraukan
__ADS_1
"masa iya sii"riyan masih memikirkan perkataan devian dari tadi
di bangunan tua
seorang bapak bapak tak sengaja lewat rumah itu hendak mancing dibelakang rumah itu karena terdapat danau
"siapa tuh" ucap bapak itu datang menghampiri
dira masih tergelatak di lantai rumah tua tak sadarkan diri
"heh, neng bangun ngapain tidur sini" ucap bapak itu mengecek nyawa dira, tanpa pikir panjang bapak itu segera membawa dira pergi keluar dari gedung itu
"aduh nih gimana bawanya sii"ucap bapak itu bingung karena ia hanya membawa motor, bapak itu berlari kearah jalan raya membawa dira yang masih tak sadarkan diri
tak lama ada mobil berhenti mencoba membantu bapak itu membawa dira kerumah sakit terdekat
diperjalanan
"itu kenapa anak nya pak?" ucap orang itu
"duh bukan anak saya pak, tadi saya nemu di bangunan tua itu, saat saya mau mancing kebelakang , saya lihat nih anak sekolah dah tergeletak "ucap bapak itu menjelaskan ,tanpa pikir panjang bapak itu mempercepat laju mobilnya
di rumah sakit
"dok, tolong dok" ucap bapak itu teriak
"biar kami tangani"ucap dokter itu lalu membawa dira menuju ruang operasi di lorong rumah sakit tangan dira tak sengaja menyentuh baju ervan yang berhubung lewat
ervan menoleh karena bajunya terlihat kotor karena darah, ervan mencoba melihat pasien itu namun tertutup perawat hingga masuk kedalam ruangan
di ruang operasi
dira masih terbaring lemah dengan alat yang terpasang ditubuhnya, dokter berusaha keras membuat perubahan detak jantungnya yang sendari tadi lemah
30 menit berlalu hingga dokter keluar dari ruangan
"gimana dok?"tanya bapak itu
"apakah anda keluarganya?"tanya dokter itu, bapak itu sempat terdiam lalu, kembali melanjutkan perkataannya " saya tadi menemukannya di jalan "
"begini pak bila nanti sudah ketemu keluarganya tolong kasih tau, sepertinya ia sudah lama pingsan sebelum bapak menemukannya karena pendarahan dikepalanya sangat sulit harapan" ucap dokter itu
__ADS_1
"berdoa saja agar operasi darah 5 menit lagi berlangsung ucap dokter itu, tolong hubungi polisi agar bisa tahu keluarga korban" ucap dokter itu lalu kembali masuk kedalam ruang operasi