
"ha..ha..ha cucuku mei'er kemarilah,,' kata long wei sembari melambaikan tangannya
"bagaimana kakek..? apakah ada kemajuan dengan mengkonsumsi akar dewa yang diberikan pemuda di hutan iblis itu?..’ dengan sedikit penasaran "xia'mei bertanya
"heem sepertinya bukan kemajuan mei'er..' sembari menghembuskan nafas panjang
"haaah... apa maksud kakek..? aku akan mencari dan membunuhnya meski aku tidak akan bisa melakukanya,
tapi setidaknya aku akan memastikan dia akan membayarnya jika terjadi sesuatu dengan kakek,,' dengan nada kecewa dan khawatir.
"hei..hei..!! mei'er bukan itu maksud kakek. khasiat akar dewa memang tidak ada kemajuan untuk menghambat racun yang selama ini kakek rasakan...
tetapi akar dewa sudah menyembuhkanku dari racun tersebut,,' gumam long wei sembari tersenyum dan memegang kedua pipi xia'mei.
"terimakasih mei'er karena kamu kakek bisa melakukan kultifasi kakek yang tertunda bertahun-tahun,,' dengan nada yang sedikit bersemangat....
"oh..yaa... baguslah kakek kalau seperti itu. berarti pemuda itu tidak menipuku, aku akan berterimakasih jika bertemu dengannya..
"ya aku juga akan berterimakasih secara langsung jika bertemu dengannya, jika kamu bisa bertemu dengannya bawa dia kemari mei'er,
"tentu kakek aku akan menjamunya secara pribadi,,' dengan tatapan kosong dan wajah yang mulai memerah.
"haais... ternyata cucuku sudah dewasa,,' dengan nada sedikit menyindir dan tersenyum.
"ka..ka.kakek... apa yang kamu maksud,,? tersadar dari lamunannya,
xia'mei berlarikecil menuju kamarnya
** kembali ke kota chang'an
seorang pemuda yang sedang melihat-lihat berbagai macam jenis obat-obatan,pil khusus kultifator dan sumberdaya yang terpajang rapih di setiap barisan rak yang berada di sebuah toko besar dan papan nama tergantung dengan bertuliskan paviliun giok surgawi.
[ kakak pil dan sumberdaya disini tidak ada yang bagus dan kurang berguna untukmu ]
"iya zie aku tau aku hanya ingin menambah pengetahuanku tentang macam-macam obat-obatan, sumberdaya yang berguna untuk kultivator.
[ kalau kakak ingin belajar obat-obatan dan sumberdaya kakak cukup memilih kitab alkemis di mall sistem ]
"ah... ide bagus zie, aku akan lebih cepat memahami tentang alkemis,,' gumam zaulaw sambil menggaruk kepalanya yang tidak gatal.
__ADS_1
[kakak tidak hanya akan memahami tapi kakak akan langsung menjadi alkemis tingkat master untuk saat ini]
" baiklah zie pilihkan aku kitab alkemis dan langsung pelajari juga,,' perintah zaulaw, yang masih sibuk melanjutkan melihat-lihat sumberdaya yang tersusun rapi.
[ pembelian kitab alkemis kaisar obat tingkat master dipilih -2.000.000P]...
[mempelajari kitab kaisar obat.. Proses dimulai..
5%
15%
34%
57%
74%
88%
92%
100% proses pemahaman selesai...]
"aachh...,,' tidak ada yg menyadari saat proses pemahaman zaulaw mencoba menahan sakit dikepalanya.
setelah beberapa menit berlalu
"huuuf... zie kenapa saat pemahaman kitab alkemis rasanya jauh lebih sakit daripada pemahaman keahlian,,' sembari menghela nafas.
[ maaf kakak zie lupa tidak memotong poin untuk mengurangi rasa sakit saat pemahaman ]
”heeih... sistem bisa lupa..' dengan bibir yang masih berkedut.
tidak jauh dari tempat zaulaw dua sosok assassin terlihat tenang dan tersamarkan diatas pepohonan di sekitar pemukiman.
"sepertinya kita akan memiliki informasi lebih banyak untuk nona, pemuda ini setiap hari hanya melakukan hal yang tidak jauh berbeda,,' ucap salah satu assassin
"heem... ayo kita ketempat yang lain,,' balasnya.
__ADS_1
*didalam toko obat zaulaw tiba-tiba tersenyum sembari melirik keluar jendela yang ada di dalam ruangan tersebut.
"akhirnya kalian pergi juga,,' desah zaulaw
"zen,zan.. tolong kalian ikuti assassin itu, cari informasi tentang keperluannya dan jangan sampai ada yang tau,,' dengan telepati mencoba menghubungi bawahanya yang menunggu di kedai karena perintah zaulaw.
" baik tuan,,' jawab mereka kompak
saat di sekitar kedai tidak ada mata yang memperlihatkan mereka,,,
~ whuuss~
kedua pria melesat dengan kecepatan ranah dewa hampir seperti menghilang tanpa bekas dan tanpa terlihat seorangpun.
*di atap sebuah mansion terlihat dua orang berjubah putih dan hitam berdiri dengan tenang dan hampir tidak terlihat karena penyamarannya, mereka mulai mengedarkan kesadaran dan pendengarannya agar lebih peka.
"haais,,, seperti nya hanya masalah kecil yang tidak terlalu penting,,' gumam zan
"sepertinya ketampanan tuan muda yang membuat masalah,,'zen menimpalinya.
"sudahlah ayo kita pergi, kita sudah tau masalah sebenarnya,,'desah zan
~whuus~
keduanya menghilang dari atap mansion.
didalam penginapan zaulaw yang sudah kembali terlebih dahulu, merasakan kedua pengikutnya datang zaulaw menyuruh nya menunggu sesaat melalui telepati.
*beberapa saat berlalu di dalam penginapan
" kalian masuklah,,' perintah zaulaw
setelah mereka masuk keduanya menangkupkan kedua tangannya memberi hormat.
"sudahlah kalian jangan terlalu formal aku lebih menyukai jika kalian bersikap seperti teman... tolong ceritakan informasi apa yang kalian dapatkan,,' ucap zaulaw
"baik tuan,, masalah kedua assassin yang beberapa hari ini mengawasi kita, sebenarnya mereka .....
-to be bersambung-
__ADS_1
* ayo.. ayo.. kritik, saran, cemooh'an dan ide'nya masih tetap ditunggu sama author nubie ini.
biarkan keisengan yang hakiki ini menjadi hiburan membawa berkah 😁🙏