No.1 SISTEM

No.1 SISTEM
CH.29 Dao pedang cahaya


__ADS_3

"ayah percayalah kepada zau ge'ge, semua akan baik-baik saja,' ucap annchi meyakinkan ayahnya.


"ha..ha..ha tentu saja aku akan menjaga rahasia ini, sekarang aku sangat senang mengetahui perkembangan mu yang meningkat pesat putriku,' ucap Qin dian dengan tertawa puas.


"jika sudah selesai saya mohon undur diri yang mulia.' ujar zaulaw fengan memberikan hormat.


"tentu saja tuan zaulaw silahkan, katakan jika anda membutuhkan sesuatu jangan sungkan, 'balas Qin dian dengan membalas hormat zaulaw.


saat didalam paviliun zaulaw memerintahkan zen dan zan untuk pergi ke Sekte kura-kura hitam.


"baiklah tuan muda kami pergi dulu,' ucap mereka dan melesat dengan sangat cepat.


di gazebo sebelumnya tampak Qin dian yang sedang bersama putrinya.


"chi'er apakah kamu memang murid tuan zaulaw,' tanya Qin dian serius.


karena saat terjadi perdebatan dengan jendral di aula utama annchi mengatakan bahwa dia adalah gurunya dan sudah berada di ranah alam kaisar puncak yang membuat


sikap semua orang di aula tersebut menjadi sangat segan.


"sebenarnya bukan ayah, tetapi jika dia orang yang menolongku dari penyergapan kakak kedua itu adalah benar.,' jawab Annchi tenang


"lalu seberapa kuat dia saat ini,' Qin dian yang penasaran terus bertanya.


"aku tidak tau meski sekarang aku berada di ranah half saint puncak.


yang aku tau zau ge'ge sangat kuat.,' jawaban annchi yang membuat ayahnya semakin penasaran.


**di hutan kematian muncul seseorang pemuda tampan dari celah robekan waktu,


zaulaw sedang mencoba melatih dao yang baru di pelajarinya.


"ini sangat luar biasa..aku bisa merobek waktu dimanapun selama aku mengetahui tempat itu.' gumam zaulaw dengan melihat tempat yang dulu menjadi rumahnya.


"jurus seribu pedang cahaya...!! teriak zaulaw mengkombinasikan kedua dao pedang dan cahaya.


dengan gerakan kecil dari kedua jari di tangan kanannya ribuan pedang yang terbentuk dari Qi dan mengeluarkan cahaya keemasan melesat dari ketinggian.


~Dhuaaar~


~Dhuaaaarrr~


~booom~


ledakan demi ledakan bersautan menggelegar di kedalaman hutan iblis


"ini benar-benar kemampuan yang mengerikan,'gumam zaulaw dengan menatap kedua telapak tangannya.


diapun mengayunkan jarinya lagi...


~slassh~


~craaak~


terlihat robekan ruang dan zaulaw masuk kedalamnya seketika robekan itupun tertutup dengan hilangnya zaulaw.


zaulaw hanya mencoba mengunjungi tempat-tempat yang pernah dilihatnya.


"sepertinya aku merasakan aura yang pernah aku kenal disekitar sini,' gumam zaulaw dengan mengedarkan kesadarannya.


"siapa mereka? sepertinya mereka berenam tidak menyadari ada yang mengawasinya.,' setelah mengetahui yang ia rasakan zaulaw melesat dengan jurus langkah cahaya.


~whuuuss~


zaulaw pun melesat di antara pepohonan, hanya sepersekian detik zaulaw pun berada di salah satu pohon yang cukup dekat dengan mereka berenam.


"heem... ternyata assassin.,' ucap zaulaw pelan.

__ADS_1


mereka menyembunyikan aura mereka tetapi tidak berarti bagi zaulaw yang memiliki jenis tubuh iblis.


dengan mudah mengetahui niat jahat seseorang.


"mati... ,'gumam zaulaw pelan dengan senyum jahatnya.


~whuuuss~


~slassh~


~slassh~


~whuuuss~


~whuuuss~


~slassh~


~slassh~


--tap--...


setelah melesat dari pohon satu kepohon lainnya untuk menghabisi para assassin,


zaulaw pun turun di depan rombongan yang sedang berjalan.


"hai.. siapa kamu,? apa maks...


~bruuuak~


~brukk~


~braaak~


sebelum kalimat tetua kedua sekte teratai emas selesai, puluhan assassin terjatuh dari ketinggian pohon dengan leh*r terpotong rapih.


"mati kau... pedang cahaya...!!!


ketua kedua pun dengan sigap menarik xia'mei kebelakang nya dan mengambil posisi siap menyerang


~jleeep~


~jleep~


~jleep~


dengan kecepatan yang tidak bisa diikuti mata mereka.


puluhan pedang cahaya sudah menancap di setiap bayangan anggota sekte teratai emas.


"apa maksudmu tuan,' mengetahui kekuatan zaulaw sangat mengerikan mau tidak mau tetua kedua berbicara lebih sopan


"maaf senior bukan maksudku ingin mencelakai kalian,


lihatlah sendiri,,' ucap zaulaw dengan menunjuk kearah pedang cahaya yang menancap di setiap bayangan kelompok itu ataupun bayangan pohon dan semak-semak.


terlihat dar*ah yang mulai mengalir dengan perlahan munculah sosok assassin yang telah tertancap pedang di kep*lanya.


"hah... kenapa bisa ini...?,'tetua kedua pun kaget.


"aku tidak merasakan apapun dari mereka,,' balas tetua ketiga.


"terimakasih tuan anda sudah menyelamatkan kami semua.'ucap tetua kedua dengan memberikan hormat.


"jangan sungkan senior saya kebetulan melewati tempat ini,' jawab zaulaw sopan.


"tu-tuan apakah benar anda tuan zaulaw?,' tanya seorang gadis di belakang tetua kedua.

__ADS_1


dengan sedikit melirik kebelakang tetua kedua.


" oh... itu benar, apakah anda nona xia'mei,? tanya balik zaulaw mencoba mengingatnya.


dengan tersenyum senang, bertemu orang yang pernah membantunya di hutan iblis


"heem... ,'jawab singkat xia'mei yang masih senang,


'ternyata dia masih mengingatku' pikir xia'mei.


" bagaimana keadaan kakekmu nona,' tanya zaulaw.


"karena akar dewa yang tuan berikan sekarang kakekku sudah bisa berkultifasi kembali.


"he..he..he syukurlah kalau begitu,' balas zaulaw dengan senyum tipis, menghiasi wajahnya.


setelah beberapa saat berbasa-basi dan perkenalan.


"senior apakah anda mengetahui mereka dari kelompok mana?,' tanya zaulaw


tetua kedua mencoba memeriksa dan mencari tanda yang bisa membuktikan dari kelompok mana mereka sebenarnya. tetapi hasilnya nihil.


"entahlah aku tidak menemukan apapun dari mereka,' jawab tetua kedua.


zaulaw pun memiliki ide ingin menjadikanya pasukan bayangan..


"sudah hampir petang, lebih baik kita mencari tempat yang sedikit lebih lapang,' ujar zaulaw mencoba menjauhkan mereka dari may*t assassin.


"kau benar... ayo kita bergegas,' perintah tetua kedua dengan melanjutkan langkahnya.


tanpa mereka semua sadari, zaulaw yang berada di baris paling belakang sudah melahap semua assassin yang ada.


"lebih baik kita bermalam disini,' ucap tetua ke-tujuh dengan melihat keadaan sekitar yang lebih luas.


malam pun berlalu terlihat cahaya pagi hari mulai menembus celah dedaunan di sekitar hutan.


"tetua kalau boleh tau kemana tujuan kalian,' tanya zaulaw kepada tetua ketiga yang berada di dekatnya


"kami mendapatkan misi dari sekte untuk menghadiri undangan di istana.'


"oh ternyata senior juga menuju ke ibu kota.,' balas zaulaw.


"jika berkenan bagaimana jika kita berangkat kesana bersamaku,' timpal zaulaw lagi


"maksudmu...? tanya tetua kedua yang bingung.


"xiao shi'zi....!! teriak zaulaw dengan melambaikan tangan nya


yang tan pa sepengatahuan mereka xiao shi'zi sudah di keluarkan dari cincin saat malam hari.


~ghoourr~


~ghoourr~


geraman yang sangat keras terdengar bersama dengan munculnya singa petir yang mulai turun dari langit.


"jangan panik.. dia adalah temanku yang akan mengantarkan kita ke ibu kota,' ucap zaulaw santai.


wajah terkejut dan kagum terlihat jelas diraut wajah mereka.


***


--to be bersambung--


seperti biasanya. saran, ide, kritik, cacian tetap ditunggu di kolom komentar.


buat para reader yang sudah menyumbangkan pengetahuannya saya banyak-banyak berterimakasih.

__ADS_1


πŸ™πŸ™πŸ˜πŸ‘'''''


__ADS_2