
"baiklah aku akan bersiap,!!,' gumam zaulaw dengan semangat
[ingat kakak harus tetap berusaha sadar menerima serangan petir surga atau kakak akan mati]
** di luar dunia cincin
seorang wanita mencoba mengetuk pintu kamar zaulaw.
-tok... tok... tok
"maaf apakah kita bisa bicara sebentar,' gumam ancchi pelan, mencoba menunggu jawaban
sudah beberapa saat, tetapi tidak ada jawaban dari kamar zaulaw,
"ada yang bisa saya bantu nona,?' tanya zan yang berada di sebelah ancchi saat ancchi akan meninggalkan pintu kamar zaulaw.
"ah..itu... tidak ada tuan zan,' jawab Ancchi pelan sambil terus berjalan kearah kamarnya,
-- kriiieek --
pintu kamar Ancchi terbuka
"jika nona ingin makan diluar atau memerlukan sesuatu nona bisa mengatakan kepadaku,
karena tuan muda masih melakukan kultifasi tertutup untuk beberapa hari,' tegas zan saat ancchi akan memasuki kamarnya.
"heem.. terimakasih,' balas Ancchi menoleh dan tersenyum kepada zan, lalu masuk kedalam kamarnya.
** dua hari telah berlalu keadaan kota juga sudah tenang, sosok misterius yang membuat gempar kota sudah benar-benar tertanam di ingatan semua penduduk.
begitu juga dengan keadaan Ancchi yang sudah lebih baik.
kini pagi sudah berlalu, terlihat dua sosok assassin yang bersembunyi di bayangan sebuah pohon mencoba mencari keberadaan nona mudanya.
"nona muda sepertinya sekarang berada di kota ini menurut giok jiwa nona muda, aku akan mencoba mengirim pesan kepada nona,' gumam salah satu assassin.
didalam sebuah kamar penginapan terlihat sosok cantik yang sudah memakai cadarnya dan bersiap akan keluar kamarnya, merasakan getaran dari dalam cincin penyimpanannya.
"siapa yang mengirim pesan ini,' gumam ancchi bertanya dalam hati dan mengeluarkan giok putih dari dalam cincinnya.
"ternyata mereka sudah sampai,' gumam ancchi sembari membalas pesan kedua bawahanya dan memasukannya lagi kedalam cincin
tidak jauh dari penginapan,
__ADS_1
di atas sebuah pohon, kedua assassin yang sedang bersembunyi hanya menganggukan kepalanya seakan sudah mengerti maksud perintah dari nonanya.
"tuan zan, tuan zen... heem... apakah tuan akan makan siang di bawah,' tanya ancchi yang tidak sengaja melihat kedua orang itu keluar dari pintu kamarnya.
"ach... baiklah nona mari kita makan bersama, beberapa hari ini kita selalu makan sendiri-sendiri di dalam kamar, ha..ha..ha,' canda zen saat menjawab pertanyaan ancchi
"mari nona silahkan,' zan mempersilahkan ancchi berjalan didepan.
"hei..hei..apa kalian sudah melupakanku,' ucap seorang pemuda.
dengan mengeluarkan sedikit kepalanya yang terlihat dengan rambut berantakan dibalik pintu yang celingukan dan menaik turunkan kedua alisnya.
.... krik..
.... krik..
ketiga orang yang melihatnya hanya tertegun dengan bibir berkedut saat melihat seseorang dengan rambut berantakan serta wajah yang lusuh dan sedikit gosong seperti tersambar petir tiba-tiba muncul dari balik pintu kamar.
"aah.. tuan muda, ternyata anda sudah selesai berkultifasi,' ucap zen mencoba mencairkan suasana dengan bibir yang masih berkedut.
"apakah kamu akan keluar dengan penampilan seperti itu,' gumam Ancchi dengan tatapan aneh.
"he..he.. baiklah kalian pergi dulu aku akan menyusul setelah ini,' balas zaulaw dengan tersenyum dan menggaruk kepalanya yang tidak gatal, sembari memasukan kepalanya dari balik pintu.
*disebuah kedai makan yang sedikit jauh dari penginapan,
sambil menyesap teh yang sudah disiapkan.
"apakah kalian sudah lama menunggu,' tanya seorang gadis kepada mereka berdua
"non..nona... maaf saya tidak mengetahui kedatangan nona muda,' jawab mereka sambil berdiri memberi hormat.
"duduklah, jangan terlalu formal disini... mari kita lanjutkan,' ucap Ancchi sembari memanggil pelayan dan memesan enam porsi besar untuk mereka.
dengan tatapan yang aneh dan penuh pertanyaan kepada nona muda mereka, karena terlihat dua sosok pria yang dulu pernah mereka awasi berdiri bersama ancchi.
"ada apa dengan kalian,' tanya Ancchi yang mengetahui keheranan mereka.
kedua pria itu zen dan zan, mereka tersenyum ramah
" salam kenal tuan mo feng... salam kenal tuan mo liu,' ucap zen dengan penuh senyum yang membuat mereka benar-benar kaget.
"apakah tuan zen sudah mengenal kedua pelayanku,?' ucap annchi yang kaget dan penuh keheranan. karena selama ini dia belum pernah memberitahukan tentang pelayannya.
__ADS_1
"tu...tuan.. apakah tuan mengenal kami,?' tanya mo liu yang lebih heran lagi, karena nona mereka ternyata juga belum memberi tau tentang keberadaan mereka.
hanya senyum yang terlontar dari bibir zen dan zan.
~whuus~
seorang pria yang kini terlihat sangat bersih dan lebih tampan dari sebelumnya, tiba-tiba duduk diantara mereka berlima,
lebih tepatnya dudul di sebelah Ancchi.
"tidak perlu heran nona ancchi tuan mo liu dan tuan mo feng,' balas zaulaw secara tiba-tiba.
"sebaiknya kita makan dahulu, aku akan menceritakannya nanti,' sembari tersenyum dan memberi sedikit ruang kepada pelayan untuk menaruh pesanan mereka
setelah beberapa saat terlihat mereka telah selesai makan hanya tersisa zaulaw yang masih menikmati menu kedua yang baru dia pesan...
"he..he... maaf aku merasa masakan disini sangat nikmat,' sembari melanjutkan makan hidangan yang tersedia.
'ada apa denganku,? kenapa aku melihatnya melakukan hal-hal seperti itu membuat hatiku sangat senang. kenapa denganku,' pertanyaan aneh dalam hati Ancchi yang campur aduk karena dia memang terkenal wanita dengan sikap dingin hampir kepada semua laki-laki yang ingin mendekatinya dan tidak pernah sekalipun ada pria yang cukup dekat dengannya selain ayah dan kedua kakaknya.
hanya beberapa menit zaulaw pun selesai menikmati makanannya
"ini benar-benar sangat enak,' gumam zaulaw sedikit keras dan menggosok-gosokan tanganya di perut.
sebenarnya mo feng dan mo liu sudah sangat penasaran dan ingin meminta penjelasan dari zaulaw...
"apakah kamu sudah puas menikmati makananmu, atau masih ingin tambah lagi,' sindir Ancchi sambil tersenyum lembut karena perasaan yang penuh bunga-bunga dalam hatinya saat menatap Zaulaw.
"aku rasa sudah cukup nona ancchi,' sambil tersenyum kecut.
"heem..,sekarang apakah bisa kamu jelaskan sekarang,'balas Ancchi sembari menolehkan kepalanya kearah zaulaw
zaulaw yang melihat tatapan Ancchi dengan senyum dibalik cadar, membuat perasaan zaulaw menjadi sedikit tegang.
"heeem... masalah itu, sebenarnya...
-to be bersambung-
jika ceritanya jelek, kurang pas, atau banyak salah ketik salah ungkapan salah penempatan tanda baca,
Saran, kritik, Ide, cacian. Masih author tunggu.
* jika ada yang ingin menyumbangkan ide alur cerita juga sangat diterima. pastinya nanti bisa saya usahakan membuat Chapter dengan ide anda tanpa mengurangi atau keluar dari cerita yang sudah author susun, "Semoga saja"ππ.
__ADS_1
"Saya ucapkan banyak terimakasih untuk yang sudah mendukung novel ini.
saya usahakan 2 CH setiap hari jika sampai 3CH seperti kemarin itu bonus.