No.1 SISTEM

No.1 SISTEM
CH.25 bertemu Raja Qin dian Jun


__ADS_3

"heem... baiklah ayo kita menemui orang tuamu,' ucap zaulaw.


"emm.,' jawaban aingkat annchi dengan menganggukan kepalanya


tanpa menunggu lama cepat zaulaw mengaktifkan portal dan merekapun hilang bersama meredupnya portal di dalam kapal.


kini mereka muncul di didekat kolam yang dikelilingi taman kecil yang tertata rapih.


"hei... siapa disana berhenti..!! teriak prajurit elit yang berjaga di pintu istana yang berada sedikit jauh dari tempat zaulaw muncul.


merekapun berlarian mendekati kedua sosok tersebut.


"haah tuan putri...!?


maafkan hamba yang tidak mengenali tuan putri,' ujar prajurit yang berada di depanya dan membungkukan badanya memberi hormat.


"berdirilah kalian, dimana ayah handa saat ini.,' tanya annchi


"baginda sedang mengadakan pertemuan di aula utama tuan putri,' jawab prajurit sambil memberikan hormatnya.


"terimakasih kalian pergilah aku akan kesana sendiri,' perintah annchi dengan beranjak pergi bersama Zaulaw ke tempat pertemuan diadakan.


para prajurit yang melihat kejadian itu hanya hanya bisa terheran-heran.


karena selama ini tuan putri yang mereka kenal adalah gadis yang dingin dan tidak pernah sekalipun dekat dengan pria.


" an'er apakah tidak sebaiknya aku menunggu diluar,' ucap zaulaw ragu saat mendekati pintu masuk aula.


"ge'ge adalah tamuku dan ge'ge juga sudah berjanji kepadaku akan membantu masalah yang terjadi disini,' jawab annchi yang memaksa zaulaw mengikuti nya.


--kriiiaaaaak--


prajurit penjaga yang mengetahui tuan putri mereka ingin memasuki aula merekapun membukakan pintu.


"Tuan putri memasuki aula..!! teriak tegas prajurit penjaga.


terlihat para menteri dan petinggi kerajaan sedang berkumpul dalam aula tersebut.


terlihat seorang pria paruh baya yang duduk di singgasana berdiri dan terlihat sangat senang dengan kedatangan sosok gadis yang tak lain adalah putri nya Qin annchi.


tiba-tiba ada seorang pemuda tampan yang datang dan memeluknya dengan erat.


"an'er aku sangat menghawatirkan mu, jika kamu tidak kembali hariini aku sudah berencana berangkat mencari mu besok,'..


ucap pemuda itu pelan, dia adalah kakak annchi dan juga putra mahkota Qin jun.


"syukurlah kamu sudah kembali an'er, aku sangat menghawatirkan mu karena adanya kekacauan yang terjadi akhir-akhir ini,' ucap raja Qin dian.


tetapi semua pandangan tertuju kepada pemuda yang berada di belakang putri annchi.


annchi yang menyadari tatapan semua orang di dalam aula akhirnya mengambil suara.


"ayah perkenalkan dia adalah zau ge'ge, dialah yang sudah menyelamatkanku dan mengantarku pulang.


semua tatapan kaget saat mendengar annchi yang selalu bersikap dingin menyebut pemuda itu dengan panggilan ge'ge.


"salam hormat baginda raja' dengan menangkupkan tanganya memberikan hormatnya.

__ADS_1


"hai anakmuda apakah seperti itu caramu memberikan hormat kepada baginda raja,?' tanya seorang menteri yang tidak suka dengan cara zaulaw memberikan hormat.


"eem... apakah ada yang salah tuan,' jawab zaulaw santai.


"jelas itu salah seharusnya kamu bersujud didepan baginda raja untuk penghormatan mu,' balas menteri itu yang mulai emosi.


"maafkan aku kalau begitu tuan, saya hanya akan bersujud di hadapan orang tua dan guruku saja,


selain mereka tidak ada yang pantas mendapatkan sujud dariku,' jawab zaulaw yang mencoba memprovokasi menteri tersebut.


semua yang mendengar itu pun terlihat geram, karena seorang pemuda yang berani membantah pernyataan yang mereka anggap benar dihadapan raja mereka.


"kamu memang sudah membantu tuan putri tetapi sikapmu sangat arogan anak muda,'.. ucap seorang petinggi yang lainnya.


disana hampir semua orang tidak terkecuali raja Qin dian jun, mencoba melihat tingkatan ranah kultivasi zaulaw, tetapi tidak ada satupun yang bisa melihatnya.


"baiklah jika memang kalian merasa aku tidak pantas disini aku akan pergi.


tuan putri, baginda raja saya mohon pamit,' dengan memberikan hormat zaulaw pun melangkah pergi.


"ge'ge tunggu,' teriak putri annchi yang berlari kearah zaulaw.


"sudahlah, jangan membahas hal ini lagi... anak muda kemarilah, an'er bawa kemari temanmu.,' ucap raja Qin dian jun,' dengan menunjukan tempat untuk mereka.


"baiklah,, terimakasih baginda raja.,' jawab zaulaw dengan berjalan di dampingi annchi


dan tanpa mereka berdua sadari


annchi berjalan dengan tetap memeluk tangan kanan Zaulaw.


"bangs*t aku akan memberimu pelajaran saat aku bertemu lagi denganmu,' batin seorang pemuda yang sangat mengagumi putri annchi yang ikut didalam pertemuan tersebut.


pertemuan pun akhirnya di mulai dengan suasana yang sudah kondusif.


di luar istana terlihat kedua pria paruh baya yang terlihat tampan sedang duduk menyesap teh di kedai yang cukup ramai pengunjung, untuk mencoba mencari informasi tentang keadaan di wilayah kerajaan matahari.


"sepertinya tuan muda sidah sampai di istana,' ucap zan pelan


"heem... kita tunggu saja sampai tuan memanggil kita.,' balas zen santai


*jauh di kota cang'an di wilayah perbatasan hutan, kelompok sekte aliran kura-kura hitam/ibli terlihat mulai menyusun rencana mereka.


"kita akan membuat tenda disini dan menunggu sampai kelompok yang lain sampai di kota nan'ru dan kota anyang.,' teriak pemimpin kelompok


"sekarang kalian jalankan tugas sesuai kelompok masing-masing.,' perintah seorang tetua yang ikut bersama mereka.


"baik tetua... ,' jawab kompak kelompok tersebut.


tanpa mereka sadari bayangan zan terus mengawasi kegiatan mereka.


*saat ini kelompok tetua kedua lin'zu dan xia'mei sudah berada di hutan perbatasan kota nan'ru.


-trang..-


-traang..-


"matilah kau...!!!

__ADS_1


terdengar suara keributan yang tidak jauh dari tempat tetua lin'zu yang sedang berjalan menuju kota.


" berhenti... kalian tunggulah disini aku akan pergi memeriksa nya.,' perintah tetua kedua.


"tunggu aku akan menemanimu,' sergah tetua ketiga.


"heem... yang lain tetap disini,' ucap tetua kedua dan melesat keatas pohon dan meninggalkan kelompoknya.


di balik pohon besar tetua kedua dan ketiga melihat perkelahian dua kelompok kecil.


"sepertinya salah satu dari kelompok itu anggota sekte kuil kuil dewa.


tapi kelompok mana lawan mereka.,' ucap tetua ketiga.


"mereka adalah kelompok kura-kura hitam, aku pernah berhadapan langsung dengan kelompok mereka,' ucap lin'zu.


"kita bantu kelompok kuil dewa,' ujar tetua lin'zu dengan melompat ke tengah-tengah perkelahian yang disusul tetua ketiga....


--hiiiaaaat--


"tarian pedang awan...!!" teriak lin'zu dengan mengeluarkan pedang miliknya dan mengayunkan nya beberapakali ke atas


-- traaang--


--triiing--


"bangs*t... siapa kau...,!!' teriak salah satu anggota kelompok kura-kura hitam yang mencoba menangkis serangan lin'zu


~slassh~


--arrghh--


~slassh~


--aarghhh


~slassh~


ayunan pedang lin'zu terlihat seperti tarian yang membawa kematian bagi kelompok kura-kura hitam.


~boom~


"siapa kau wanita lac*r ikut campur urusan kami


~slassh~


"aku adalah malaikat kematianmu,' dengan senyum jahat yang terlihat diwajah tetua lin'zu.


.....


--to be bersambung--


seperti biasanya. saran, ide, kritik, cacian tetap ditunggu di kolom komentar.


buat para reader yang sudah menyumbangkan pengetahuannya saya banyak-banyak berterimakasih.


πŸ™πŸ™πŸ˜πŸ‘

__ADS_1


__ADS_2