
perperangan tetap berlanjut dan aku menonton di kursi tahta.
' sungguh apakah harus aku turun tangan? ' gumam ku bertanya
" Aza " aku memanggil Aza
" Ya Nona? " Sahut Aza
" Bagaimana menurut mu tentang itu " Aku menunjukkan siaran perang shaian
aza hanya terdiam sejenak
" Nona. Saya rasa Shaian Terlalu mengikuti Perintah Anda hingga ia tidak paham akan pilihan yang anda buat " Aza mengerti situasi shaian
" apa maksud mu. Aza? " pura² bertanya
" Nona. aku dan keturunan saya adalah pelayan setia anda. dan begitu juga keturunan saya akan setia pada anda. yang mereka ingat satu perintah adalah bunuh musuh yang diperintah kan oleh Tuan nya " Aza menjelaskan
" Hmm jadi begitu yg membuat shaian lama membunuh mereka. karena dia takut salah dalam melakukan tindakan sebelum menerima perintah ku? " Aku menoleh
" Ya Nona. Saya sarankan anda untuk mengirimnya perintah agar ia paham tindakan lanjut " Aza mengusul
" baiklah. " aku menerima usulan dari aza
aku memejamkan mata dan aku mulai mengkoneksikan Kepsaya " Shaian
" Shaian " Panggil ku
Suara ku tergiang² di kepala Shaian dan ia sedikit kaget karena suara itu memanggil namanya
__ADS_1
" Apa yang membuat mu menunggu? " Tanya aku di transmisi
" Maafkan Saya Nona. Saya belum mengerti atas perintah anda. saya hanya ingin membunuh bangsawan itu tapi saya takut bahwa Nona akan marah kepada saya" suara pelan shaian
" Aku tidak menyalahkan mu. lebih baik kamu bunuh bagi yg melawan. tangkap bagi yg menyerah. apakah ini lebih jelas dari sebelumnya? " Tanya aku
" ini bisa saya pahami. Nona " Shaian semangat
sercecak kebahagiaan terlihat oleh shaian. senyuman terlihat dimata prajurit musuh yg melihat itu terheran². karena ini medan tempur sudah seharusnya takut karena mati bisa saja disini
" Dasar orang Gila " Musuh prajurit yg menyerang ku
screeet - suara pedang membelah tubuh
Degh
semua prajurit yg melihat itu langsung ketar ketir dan sebagian lari karena ketakutan
jumlah musuh kini sekitar 150 tersisa
" Sudahi perang ini. kalian Wajib Tunduk pada kekuasaan baru " lantang shaian diikuti langit yg melegar
mendengarkan itu sebagian para bangsawan tunduk
" Ti---Tolong Jangan bunuh kami " Salah satu bangsawan yg menunduk kepala
" Hei kalian. apakah otak kalian salah. tetapi aku tetap tidak mau tunduk pada seseorang wanita seperti mu " sombong Neutrath
" Kau tidak ingin tunduk?. bagaimana kita berduel sekarang aja. biarkan kekuatan yg bicara " shaian mengancungkan pedang kepada neutrath
__ADS_1
" baiklah. aku harap kamu tidak menyesali perbuatan mu dan kalian siaplah untuk ku siksa " Neutrath melirik para bangsawan dan berjalan menuju shaian
para bangsawan itu bergidik ngeri dengan lirikkan dari neutrath.
" jadi. bagaimana peraturan nya ? " Tanya Neutrath
" Mudah saja. Jika salah satu kita mati. itu akan menjadi pemenang. kamu paham bukan? " Shaian.
" Aku paham. aku harap kamu menyiapkan kuburan yang pantas " Neutrath dengan sombongnya
' Aku ini sudah setingkat dewa. tidak mungkin manusia sampah ini akan menang ' Gumam neutrath senyum
" 1 . 2 . 3 Fight ! " Wasit
bugh bagh bugh - pukulan demi pukulan diterima oleh aku
bom bom bom
Aku melempar bom tapi dia selalu pintar menguasai kehindaran yg taja..
" Hahaha kau tidak akan--- " belum menyeselaikan perkataannya
aku sudah menyeludup bom di dalam tas nya
duuuuaaar
" Kali ini aku menang bukan?
----------
__ADS_1
TBC