Nona Kaisar Dewi

Nona Kaisar Dewi
Sebuah tongkat


__ADS_3

pria itu pun juga tidak mengerti apa yang dibisikkan oleh Nau


" M--Maksud mu apa? aku tidak mengerti " Kata Pria itu berpura²


PLAK


Nau pun penampar Pria itu dan tampak tamparan itu membekas merah


" tolong. Jangan sakiti Suami ku " kata sang istri dari pria itu


" Aku sekali Lagi Mengatakan. Apa Kamu Mau Kekuasaan negeri ini? " kata Nau Bertanya


sang istri yang mendengar hal tersebut langsung terkejut dan ingin berteriak tapi berhasil di cegah oleh suaminya itu(pria itu)


" Tid--Tidak. Kami hanya ingin sebuah kedamaian dalam hidup kami saja itu sudah cukup " kata Pria itu dengan Ketakutan


" Kedamaian? dalam kemiskinan mu? apakah keluarga kamu bisa memakan enak? sementara para bangsawan kerajaan ini hanya menguras upeti dari kalian rakyat jelata. apa hanya itu yang kamu mau? " Nau dengan perkataan yang sungguh menyakitkan itu


Pria itu sedikit tersakiti dengan ucapan Nau tapi Apa daya bahwa itu memang benar


" Dengarkan aku. Jadilah Raja di Negeri ini. dan aku jamin Keluarga mu menjadi hal yang makmur dan juga negeri mu " kata Nau.


" Itu Ti--Tidak mungkin. Di Pihak Kerajaan Memiliki Naga ⭐ 50 dan bagi ku yang seorang petualang B itu rasa tidak mungkin " kata Pria itu dengan pesimis


Nau yang mendengarkan hal tersebut dirinya pun memanggil sebuah Tongkat.


" Stick White keluarlah Dari Tempat mu " Kata Nau berteriak

__ADS_1


D--Duuuaar


sebuah guncangan dirumah itu sama seperti gempa bumi dan membuat keluarga kecil itu sedikit ketakutan.


Muncul sebuah Cahaya Putih Api berkilauan di mata keluarga kecil itu.


" Ib-bu " kata Seorang dengan kecil


sontak membuat Nau Mengarahkan tangannya yang memunculkan sebuah sihir itu tersebut


Ibu yang mengetahui itu lantas nekat berlari dan menuju anaknya untuk melindungi nya


" Mohon Jangan membunuh Anak ku " Kata Ibu itu memohon


Nau pun menahan kembali sihir nya tersebut dan ibu itu pun tenang melihat hal yang berbahaya bagi putranya tidak ada lagi yg dikhawatirkan


" Wahai PUTIH. apakah kamu berkenan menjadikan Orang itu untuk jadi Tuan mu? " Kata Nau bertanya


" HAhahaha " tertawa Tongkat putih itu


" Kau bercanda wahai Nau. lebih baik aku hancur ditangan daripada dipegang oleh Rakyat Jelata seperti Dia " kata tongkat putih itu


Tidak Terima Pria itu akan hinaan sang tongkat putih maka Pria tersebut berdiri dan mendekati Nau


" Grab Possible " pria itu membaca mantra dan memepgang tongkat tersebut


" Haha Jangan Bercanda wahai Pria jelata. Kau---Tidak Ini Tidak Mungkin. Tolong Wahai Nau " kata Tongkat putih itu ketakutan akan kekuataan pria tersebut

__ADS_1


" S--Sebenarnya siapa kamu !! " kata Tongkat itu berusaha menjaga wibawa nya


" Aku. Alexander Sitechxaa. Anak Haram Sang Raja Sirechza " Kata Sitechxa


Teriakan demi Teriakan dan tongkat putih itu terus melawan higemoni kekuataan dari sitechxa.


" Kau menghina ku didepan istri ku. maka kamu harus menerima kekuasaanku dengan paksa dibawah orang yang kamu Hina ini " Kata Sitechxa sambil fokus melawan dominasi dari tongkat tersebut


" Menyerah lah wahai Tongkat Putih. Dia bukan Tandingan mu " Nau mulai berkata


Mendengar Perkataan Nau seolah² tongkat putih hanya bisa patuh dan memang benar kalau orang ini memiliki Kekuataan yang dahsyat masih tersimpan


" Kamu Memang kuat. Sitechxa. tapi Kamu tidak bisa melawan Mendominasi Dari Yang Mulia Ratu Iblis Kami. Gunakan Lah Tongkat pemberian Dari Yang Mulia Ratu Iblis kami untuk membalas dendam mu. jadilah Raja di Negeri Dan Jika kamu patuh. maka itu lebih baik untuk mu " kata Nau


Nau setelah beberapa kata Tersebut pun menghilang begitu saja


"Kamu sudah mendengar dari mana aku berasal. Bukan!? " kata Tongkat putih itu dengan nada mendominasi


" Tentu. Kau adalah tongkat dari Ratu Iblis mu. Tapi mengapa kamu kalah dengan ku yang seorang petualang? " Kata stechxa mengejek kembali Tongkat tersebut


" Ka---AH SUDAHLAH. Aku adalah tongkat yang terlemah yg dimiliki oleh Ratu Iblis. Beliau Menciptakan ku dari Putihnya kain. Cahaya api ku terambil dari Matahari Siang. mungkin kau tidak panas karena kamu adalah sudah memenuhi syarat ku " kata Tongkat itu dengan Nada sedikit Angkuh


"Apa Kamu bercanda? Jangan mengada² tentang sebesar apa kekuataan mu. tapi kamu pantas di coba


"AKU HARAP KAMU TIDAK MENARIK KATA² MU. WAHAI Manusia!" kata Tongkat tersebut dengan Nada Melegar


TBC .

__ADS_1


bye


__ADS_2