Nona Pengasuh Tuan Henry

Nona Pengasuh Tuan Henry
Bab 21 - Mengajak Kencan


__ADS_3

Setelah melihat rekaman cctv di kamar Henry,entah kenapa Belinda menjadi risau.Perasaannya pun mulai tidak tenang karena pikirannya dibayang-bayangi oleh Henry saat berdua dengan Lisa.


Tidak mungkin Henry menyukai pembantu itu. Gumamnya dalam hati.


Disaat dirinya tengah melamun memikirkan Henry,Dean pun datang menghampirinya.Hingga membuat tidak sadar jika Dean sempat memanggilnya beberapa kali.


"Sayang,apa kau sedang melamun?" tanya Dean sambil mengecup kepala Belinda.


Belinda seketika sadar dan menoleh kearah Dean sambil tersenyum.


"Ah tidak apa-apa.Apa menurut besok kita pulang saja?" tanya Belinda meminta saran pada Dean.


"Pulang??Hei..Ini baru saja beberapa hari.Kenapa kau tiba-tiba ingin pulang?Apa kau mulai merindukan suami mu?" tanya balik Dena dengan nada heran dan menebaknya.


"Tidak,aku hanya sedikit memikirkan pembantu itu.Aku khawatir jika dia tidak bekerja dengan jujur." ujar Belinda terpaksa berbohong.


"Untuk apa kau memikirkannya,bukankah di rumah itu kau sudah memasang kamera pengawas.Kenapa harus mengkhawatirkan dia.Lebih baik pikirkan saja liburan kita ini.Jangan pikirkan apa pun.Karena momen ini sangat jarang untuk kita berdua." ucap Dean langsung memeluk erat Belinda dan mel*mat bibir Belinda dengan liar.


Belinda yang mudah terbuai dengan rayuan Dean dan permainannya,seketika ia melupakan pikiran curiganya pada Henry dan Lisa.Dan kali ini ia ingin terhanyut dalam permainan liar yang dilakukan Dean padanya.

__ADS_1


...****************...


Seminggu kemudian..


Henry semakin muak pada Belinda,karena sudah hampir seminggu ia masih juga belum pulang.Walaupun ia tahu dengan siapa Belinda saat ini.Tapi ia tetap berusaha menahan kesabarannya sampai menunggu Belinda akan pulang.Dan ia pun telah merencanakan sesuatu untuk Belinda.


Darius kembali datang mengunjungi Henry.Henry pun menyambutnya dengan tatapan yang datar.


"Mau apa kau kesini?Jangan bilang kau alasan kesini karena ingin melihat gadis itu." tanya Henry sekaligus menebak kedatangan Darius.


"Tepat sekali..Sekaligus aku ingin ijin pada mu sebagai majikannya.Hehe." jawab Darius tersenyum lebar.


"Ijin apa?" tanya Henry penasaran.


"Ijinkan Lisa pergi bersama ku.Aku ingin membawanya ke suatu tempat.Jangan biarkan gadis itu terus menemani mu,kawan." jelas Darius.


"Kau sengaja ingin mengajak gadis itu kencan?" tebak Henry.


"Yah,bisa dibilang seperti itu.Bagaimana?Kau tidak keberatan 'kan?Jika aku mengajak Lisa pergi?" tanya Darius lagi.

__ADS_1


Sesaat Henry pun menarik nafas panjang dan mengangguk menyetujui ajakan Darius.


Darius pun bergegas menemui Lisa yang tengah sibuk di dapur.Darius pun langsung menyuruh Lisa untuk bersiap-siap.Lisa yang sebelumnya merasa bingung,hanya bisa menuruti ajakan Darius.


Dan disaat ia akan pergi,Lisa lebih dulu berpamitan pada Henry sang majikan.


"Tuan,saya ijin pergi bersama kak Darius." ucap Lisa pada Henry.


Henry langsung mengernyitkan alisnya ke atas.Kala mendengar Lisa menyebut Darius sebagai kakak.


Kakak??Apa si bodoh itu menyuruh dia memanggil kakak??Memuakkan sekali. gerutunya dalam hati.


Henry hanya menatap datar dan sesaat melirik ke arah Darius.


"Kau tidak boleh telat mengantarnya pulang.Aku membatasinya hanya sampai jam 6 sore." tukas Henry dengan tegas pada Darius.Seolah ia memberi peringatan pada Darius sang sahabat.


"CK..Kau pikir dia anak kecil yang harus tepat waktu untuk pulang ke rumah.Ayo Lisa." ujar Darius langsung merangkul bahu Lisa dan membawanya pergi.


Sedangkan Lisa hanya memandang khawatir pada sang tuan yang akan ditinggal sendirian di rumah.

__ADS_1


Henry pun sesaat memandang kesal saat Darius merangkul Lisa dengan begitu manjanya.Entah kenapa ia pun merasa begitu tidak suka melihat sang sahabat harus mendekati Lisa yang hanya seorang pembantu sekaligus pengasuhnya.


__ADS_2