Nona Pengasuh Tuan Henry

Nona Pengasuh Tuan Henry
Bab 27 - Suasana Menegangkan


__ADS_3

Mendengar ucapan Henry,ia pun langsung mendengus kesal.


"Kau digaji untuk melakukan semua tugas di rumah ini.Termasuk melakukan semua perintah ku.Apa kau ingin menentang ku?Kau ingin aku memecat mu sekarang juga??" tanya Henry dengan langsung mengancam Lisa.


Lisa pun seketika panik saat Henry mengancam akan memecat dirinya.Mau tidak mau Lisa pun terpaksa menuruti perintah Henry sang majikan.Dengan perasaan yang begitu panik dan takut,ia akhirnya melakukan yang sesuai diperintahkan oleh Henry.


Ia pun mulai menggosokkan punggung Henry dengan pelan sambil menutup matanya.Karena ia seakan tidak berani memandangi punggung Henry yang begitu kekar dan besar.Terlebih ia harus menyentuh punggung seorang lelaki yang sudah menjadi istri majikannya sendiri.


Ya Tuhan,maafkan tindakan ku ini.Bukan keinginan ku melakukan ini. Batin Lisa sejenak sambil melamun.


Lisa pun terus menggosokkan punggung Henry dengan tangan yang sedikit gemetaran.Henry pun tanpa sadar tersenyum kecil karena dapat merasakan tangan Lisa yang sedang gemetaran.


*


*


Belinda kembali dilanda bingung dan penasaran.Mengingat apa yang sudah ia lihat kebersamaan Henry dan Lisa melalui kamera pengawasnya.Perasaannya pun mulai tidak tenang,karena merasa mencurigai dengan sikap Lisa pada Henry.


Tidak mungkin perempuan itu berniat ingin mendekati Henry.Tapi seharusnya aku merasa senang,jika Henry bisa tertarik pada perempuan itu.Supaya aku bisa leluasa melepaskannya.Tapi kenapa perasaan ku justru seakan tidak terima??Ada apa ini?? Gundahnya dalam hati.

__ADS_1


...****************...


"Tuan,apakah tugas saya sudah selesai?" tanya Lisa sesaat berhenti menggosokkan punggung Henry.


"Bantu aku keluar dari bathup ini." jawab Henry memerintahkan Lisa sambil melirik datar.


"Baik tuan." jawab Lisa langsung bergegas bangkit dan membantu Henry untuk keluar dari bathup.


Namun,saat berusaha akan memapah tubuh Henry untuk keluar.Dengan refleknya Lisa justru terpeleset jatuh ke lantai.Karena tak kuat menahan beban tubuh Henry yang begitu berat.


Bruk..


Saling pandang pun tak terhindarkan,karena jarak wajah mereka yang begitu dekat.


Lisa pun langsung syok dan tak berani bergerak kala menahan tubuh Henry yang berada diatas tubuhnya.Sementara Henry justru memandangi wajah Lisa yang begitu dekat.Tanpa sadar,membuat Henry menelan saliva nya karena tak tahan melihat kecantikan Lisa sang pengasuh nya.


Brengsek..!!Kenapa wajahnya begitu cantik sekali. Umpatnya dalam hati.


"Tu..Tuan,bisakah anda mengangkat tubuh anda??" tanya Lisa yang berusaha menahan nafas karena begitu gugup.Bagaimana tidak jika dirinya harus dilihat terus oleh Henry sang majikan yang begitu dingin.

__ADS_1


Henry seketika sadar dan langsung mencoba mengangkat tubuhnya untuk bangkit dari tubuh Lisa.


Dengan salah tingkah,Lisa langsung bergegas mencoba memapah kembali tubuh Henry menuju kursi roda.Dan Lisa pun mulai mengeringkan tubuh dan rambut Henry secara perlahan.


Henry tampak membiarkan Lisa melakukannya sesuai tugasnya.Henry mengakui jika Lisa memang tampak begitu telaten saat mengurusi dirinya.Berbeda dengan Belinda sang istri yang justru lebih banyak protes dan mengeluh dibandingkan tulus merawat dirinya.


Dan ia pun baru menyadari perbedaan Belinda dan Lisa.Yang ternyata Belinda tak bisa menjadi istri yang sesuai ia inginkan.


"Kau keluar lah,aku mau ganti baju." ujar Henry menyuruh Lisa untuk keluar dari kamar mandi.


"Baik tuan." jawab Lisa mengangguk.


"Siapkan aku makanan,aku lapar." ujar Henry lagi sebelum Lisa akan keluar dari kamar mandi.


"Baik tuan,segera saya siapkan." jawab Lisa kembali sambil mengangguk dan pergi


Henry pun hanya memandang Lisa dengan serius.


"Kurasa gadis itu mulai membuat ku gila." ujarnya bicara sendiri.

__ADS_1


Setelah keluar dari kamar,Lisa langsung menarik nafas panjang.Ia begitu lega karena bisa melewati situasi yang membuatnya tegang.


__ADS_2