Nona Pengasuh Tuan Henry

Nona Pengasuh Tuan Henry
Bab 24 - Memandikan


__ADS_3

Setelah Darius pergi,Lisa pun memasuki kediaman Henry.


Dan ia pun langsung dikejutkan oleh Henry yang tengah menatapnya dengan tajam.


"Tu..Tuan.." seru Lisa dengan ekspresi yang gugup.


"Apa kau menikmati kencan dengan si bodoh itu?Sampai kau mengabaikan peringatan majikan mu?" tanya Henry dengan nada tidak senang dan ketus.


Lisa pun langsung tertunduk takut. "Maafkan saya tuan,saya tidak bermaksud melanggar peringatan tuan." ucap Lisa dengan nada takut.


"Cepat siapkan aku air panas,aku mau mandi.!!" sentak Henry langsung memberi perintah pada Lisa dengan nada tinggi.


Lisa seketika kaget dengan bentakan Henry.


"I..iya tuan." jawab Lisa langsung bergegas menuju toilet untuk menyiapkan air panas.


Namun,baru beberapa langkah Henry pun kembali memanggil Lisa.


"Tunggu.!" sahut Henry.


Membuat Lisa sesaat menoleh ke arahnya.


"Hari ini kau harus memandikan ku." sahut Henry lagi memberitahukan pada Lisa.

__ADS_1


Sontak membuat Lisa kaget dan menatap Henry dengan wajah tercengang.


"A..Apa??Memandikan tuan?" tanya Lisa mengulang kembali perkataan Henry.


"Tidak perlu ku perjelas." ujar Henry langsung meninggalkan Lisa.


Sementara Lisa hanya memandang dengan panik.


"Bagaimana ini??Kenapa dia tiba-tiba minta dimandikan?Apa yang harus ku lakukan sekarang?" tanya Lisa pada dirinya sendiri dengan perasaan yang sangat bingung.


Dengan perasaan bingung,Lisa pun lebih dulu menyiapkan air panas untuk Henry mandi.Sambil menunggu Lisa pun mulai melamun memikirkan apa yang harus ia lakukan sekarang.


Apakah harus aku melakukannya??Bukankah ini tidak pantas jika aku memandikan tuan Henry.Dua sudah beristri dan juga majikan mu.Kurasa ini pasti akan berlebihan.batin Lisa dalam hatinya.


Sontak membuat Lisa terkejut karena air panas yang langsung mengenai tangannya.


"Akh..Panas." lirih Lisa sambil mengibaskan tangannya yang kepanasan.


"Dasar ceroboh.!!" sentak Henry yang tiba-tiba sudah berada dibelakang Lisa.


Lisa pun langsung bangkit dan menunduk sambil memegangi tangannya yang sudah memerah.


"Ma..Maaf tuan." ucap Lisa dengan nada gugup.

__ADS_1


"Kenapa menyiapkan air panas saja kau harus sampai ceroboh itu?" tegur Henry dengan nada marah.


"Maaf kalau saya sudah melakukan kecerobohan tuan." ungkap Lisa mengaku salah.


"Apa tidak ada kata lain selain kata maaf yang kau katakan??Dasar bodoh.!" sentak Henry yang masih terus memarahi Lisa.


Lisa pun hanya memilih diam dan tidak berani menjawab perkataan Henry yang sedang memarahinya.


"Cepat selesaikan kerjaan mu!!mau berapa lama aku harus menunggu?" bentak Henry memberi perintah pada Lisa.


"Baik tuan." jawab Lisa langsung bergegas menyelesaikan tugasnya menyiapkan air panas.


...****************...


Eva kembali mendatangi kediaman Damar.Tapi ia tidak langsung untuk menemui Damar.Karena dia tahu saat ini yang akan dia temui pastinya Rida yang adalah ibunya.


Eva masih merasa begitu sakit hati atas perilaku dan perkataan Rida yang sudah menghina dirinya.


Ia lebih memilih ingin menemui Damar secara langsung untuk meminta kejelasan atas semua perkataan Rida.


Dengan ia menunggu Damar dari tempat sedikit jauh dari kediaman Damar.


Sejam ia menunggu,yang sudah cukup membuatnya bosan.Akhirnya orang yang ditunggu pun pulang.Eva pun langsung bersiap akan menghampiri Damar sang kekasih.

__ADS_1


Namun..


__ADS_2