
Saat Lusi akan pergi,Dama kembali menghalangi Lusi dengan mencengkram tangannya.
"Tidak Lusi,aku tidak mau kita putus.Aku sangat mencintai mu.Tolong jangan seperti ini." ujar Damar yang memohon pada Lusi.
Lusi pun langsung menghempaskan tangan Damar dengan kasar.Seakan ia merasa jijik dengan tangan Damar.
"Aku tidak peduli,karena aku sudah sangat membenci mu.Dan perlu kau tahu aku paling tidak suka dengan pria pengkhianat seperti mu.Paham.!" sentak Lusi langsung meluapkan amarahnya pada Damar.
Dan akhirnya Lusi pun pergi bersama sang pria asing itu.Meninggalkan Damar begitu saja tanpa memperdulikan perasaannya.
Damar pun langsung mengusap wajahnya secara kasar.Ia begitu kesal dan tidak terima dengan sikap Lusi yang mencampakkannya begitu saja.
"Brengsek.!!Wanita sialan.!!Beraninya dia mencampakkan ku.Ini semua gara-gara Eva wanita ja*ang itu.!!" umpat Damar seketika marah mengingat akan tindakan Eva sebelumnya.Yang sudah menghancurkan hubungannya dengan Lusi.Wanita yang kini sudah membuatnya sangat mencintainya.
*
*
Darius baru saja tiba dikediaman Henry,karena mengantarkan Henry ke suatu tempat.
Saat menurunkan Henry dan duduk di kursi roda.Henry pun sesaat menoleh ke arah Darius.
__ADS_1
"Kau pulang lah." ujar Henry menyuruh Darius untuk pulang.
"Kau serius menyuruh ku langsung pulang?" tanya Darius dengan nada heran.
"Memangnya kau mau apa lagi?" tanya Henry balik.
"Biarkan aku bertemu dengan Lisa sebentar saja.Aku ingin menyapanya." ujar Darius dengan meminta sesuatu pada Henry.
"Tidak." jawab Henry singkat.
"What?Why??" tanya Henry dengan menatap heran.
"Heiii..Ayo lah,jangan terlalu serius begitu.Dia bukan bekerja di kantor." ujar Darius sedikit protes.
"Aku majikannya dan aku berhak mengaturnya." tukas Henry dengan tegas.
"CK..Kau terlalu berlebihan sekali.!Kalau begitu berikan nomor ponselnya padaku.Waktu itu aku lupa memberikannya." kata Darius yang meminta nomor ponsel Lisa.
"Tidak akan ku berikan." jawab Henry dengan tegas lagi.
"Ayo lah kawan,jangan seperti orang tua.Aku hanya ingin berkomunikasi dengannya.Bukankah aku sudah pernah mengatakan padamu,untuk jangan melarang ku mendekatinya?" ungkit Darius yang pernah ia katakan pada Henry.
__ADS_1
"Tetap tidak akan ku berikan,dia harus fokus bekerja untuk ku.Jika dia meladeni mu,semua tugasnya akan jadi berantakan." kata Henry tetap menolak permintaan Darius dan langsung meninggalkan Darius.
Darius yang melihat hanya bisa menggelengkan kepalanya dengan heran.
"Ada apa dengan dia??Ku kira dia tidak akan peduli dengan Lisa??Kenapa sikapnya seperti orang yang tidak mau siapa pun mendekati Lisa??"ujarnya bicara sendiri dengan perasaan yang bingung.
*
*
Setelah gagal menemui Lusi,Damar pun pulang dengan raut wajah yang cemberut dan kesal.Rida sang ibu yang menyambutnya,melihat Damar dengan penasaran.
"Ada apa dengan wajah mu?Kenapa pulang sendirian?Bukankah kau akan mengajak Lusi kesini?" tanya Rida ingin tahu.Karena ternyata Damar sempat mengatakan akan mengajak Lusi berkunjung kediamannya.
"Kami sudah putus." jawab Damar dengan singkat sambil menghempaskan tubuhnya ke sofa sembari menarik nafas panjang.
Sontak membuat Rida pun kaget dengan wajah tercengang.
"Apa??Putus??Bagaimana bisa??Bukankah hubungan kalian baik-baik saja?" tanya Rida yang langsung panik dan syok.
"Ya.. Seharusnya memang baik-baik saja.Tapi sekarang dia sudah bersama pria lain.Dan mencampakkan ku begitu saja." jelas Damar sedikit kesal.
__ADS_1