
Lisa yang telah siap membuatkan makan malam untuk Henry,bergegas menemui Henry di kamarnya.
Saat ia akan membuka pintu kamar tersebut,ia langsung dikejutkan dengan pemandangan yang membuatnya syok.Perlahan Lisa kembali menutup pintu kamar Henry dengan pelan dan mencoba mengatur nafasnya.Ia tak mengira jika apa yang dilihatnya membuatnya seketika syok.
Apa aku tidak salah lihat?Bukankah tuan Henry?? Batin Lisa yang langsung merasa kebingungan.
Sementara Henry yang baru saja berbicara dengan seseorang melalui ponselnya langsung menutup panggilannya.Dan ia mengarahkan kursi rodanya untuk keluar dari kamar.
Dan terlihat Lisa masih berdiri tepat didepan pintu kamarnya.
"Sedang apa kau disitu?" tanya Henry.
Seketika membuat langsung menoleh kaget dan salah tingkah.
__ADS_1
"Ti..Tidak ada tuan.Saya hanya ingin memberitahu jika makanan sudah saya siapkan." ujar Lisa memberitahu Henry dengan nada yang gugup.
Tanpa bicara apa pun Henry mengarahkan kursi rodanya menuju meja makan.Dan saat tiba didepan meja makan.Ia melihat hidangan makan malam yang seketika menggugah seleranya.Tidak ada basa basi,Henry langsung menyantap masakan yang dibuatkan oleh Lisa.
Tanpa sadar ia begitu menikmati setiap masakan yang telah dibuat oleh Lisa.Lidahnya seakan tidak pernah menolak apa pun yang telah dibuatkan oleh Lisa.Seakan ia benar-benar merasakan masakan rumahan yang pernah ia makan saat masih tinggal bersama ibunya.
Berbeda hal dengan Belinda sang istri,yang tidak pernah sekali pun membuatkan masakan yang enak untuknya.Karena selama ini Belinda lebih banyak membeli makanan diluar dibandingkan ia harus merepotkan diri untuk memasak.
Dan entah kenapa Henry mulai merasa nyaman dengan kehadiran Lisa di kehidupannya.Walau pun posisi Lisa hanya sebatas art dan seorang pengasuh.Ia pun juga sama sekali tidak peduli kemana Belinda saat ini.Kapan sang istri akan pulang,Henry juga tidak memikirkannya lagi.Sebab Henry pun sudah mengetahui dimana dan dengan siapa Belinda saat ini.
*
*
__ADS_1
Namun,siapa sangka saat baru saja tiba dan akan menemui Lusi.Ia justru melihat kebersamaan Lusi bersama pria lain yang sama sekali tidak ia kenal.Karena penasaran,Damar langsung menghampiri Lusi bersama pria asing itu.
"Lusi." panggil Damar.
Lusi dan sang pria yang bersamanya pun langsung menoleh ke arah Damar.Sebelum akan berjalan ke mobil untuk pergi.
Melihat kemunculan Damar,Lusi langsung melihat Damar dengan tatapan sinis.
"Mau apa kau datang kesini?" tanya Lusi dengan nada ketus.
"Aku ingin bertemu dengan mu.Kenapa kau sulit dihubungi?Kau juga tidak membalas pesan ku.Dan siapa pria ini?" tanya Damar yang penasaran dan meminta kejelasan pada Lusi.
"Mulai hari ini kau tidak perlu menemui ku lagi.Karena hubungan kita mulai detik ini juga sudah berakhir.Aku tidak mau menjalin hubungan dengan pria tukang selingkuh seperti mu." ungkap Lusi dengan tegas yang langsung memutuskan hubungannya dengan Damar.
__ADS_1
Mendengar pernyataan Lusi,sontak membuat Damar terkejut.Niat hati ingin menemui kekasih pujaan justru harus harus mendengar pernyataan yang seharusnya tidak ingin ia dengar.