
Serpihan -serpihan luka mulai bercerita dengan ketegasan, takdir menuai banyak luka yang bersemi didalam sanubari.
Luka yang selalu menekan tentang rasa yang sudah mati,hanya membawa pada sebuah pilihan yang tersulit.
Seorang ibu Dan 3 anaknya masih terduduk diatas kursi dengan belenggu -belenggu yang sangat kuat bersama ketiga anak-anaknya.
Dia Berusaha untuk Bergerak tapi tidak mampu dia hanya bisa terdiam ditempat duduknya. Karena sekali Dia Bergerak maka tubuhnya dililit oleh tali Dan akibat dari lilitan tali kulitnya memerah seperti terluka sedangkan kakinya dililit dengan rantai.
Dia menghadap kekiri dan mulai mendapati kedua putrinya mulai meneteskan air mata.luka dihatinya begitu menelisik.
"Dina, Dini, Jangan menangis sayang, semua pasti akan baik-baik saja,"Khumairah bertutur dengan lembut.
"Iya mama, dini nggak Nangis. dini kuat kok," Dini kembali dengan berusaha tersenyum manis
"Dina?, "Khumairah berucap Lemah.
"Dina juga kok ibu, dina kuat dina anak hebat,"Dina berucap dengan wajah meyakinkan
Khumairah melihat kedua putrinya dengan bahagia, mereka berusaha kuat walaupun mereka masih sangat belia, sedangkan Afif putranya yang paling iya sayang hanya memandang hampa.
Untuk sesaat ruangan tampak sunyi,langkah kaki mulai terdengar dan tiba-tiba.
Suara seorang laki-laki terdengar memangil -mangil nama Khumairah.
"Khumairah, "Seorang laki-laki terus memanggil.
"Abang" khumairah membalas ucapan lelaki itu.
Laki-kaki itu berlari mendekati istri dan anaknya.
"Khumairah,"Firman berucap, sambil ia melangkahka kakinya ke arah istrinya.
ketiga anaknya memanggil bergantian, karena merasa bahagia melihat ayah mereka.
Tiba-tiba sekumpulan laki-laki menghadang Dan jumlah mereka bukan jumlah yang sedikit kalau dihitung-hitung mencapai 50 orang.
__ADS_1
Tiba-tiba Sebuah tembakan mendarat ke kedua kaki Firman, Firman merasakan kesakitan.
"Si,,,,siapa kalian" Firman berucap sambil menahan sakit.
"Kami hanya menjalankan tugas"salah satu laki-laki tegas menjawab.
"Siapa yang menyuruh kalian,"
"itu bukan urusan anda"
ayah dari tiga orang anak itu berusaha melawan para lelaki yang berotot itu dengan tangannya, dan Firman mulai mengeluarkan pistol dan menembaki mereka satu-satu persatu sekitar 20 orang berhasil firman taklukan dengan pistonya.tapi disisi lain ada tangan yang siap membidiknya dengan senapan yang berhasil menembus jantungnya. karena Firman ditmbak dibagian jantung maka dia mulai terlihat lemah dan 30 oang laki-laki tadi mengambil kesempatan. kepala Firman dibenturkan ketembok
Disisi lain ada mata yang mengeluarkan tetesanya.
Tersentak Khumairah memanggil nama Suaminya.
Suaminya masih tersenyum seakan mengatakan dia baik-baik saja, senyuman itu masih sangat indah walaupun darah segar mengalir Digantung dan kakinya
Belum selesai kepala itu terbentur ke tembok tiba-tiba seorang laki-laki membawa sebuah kayu,langsung memukul kepala suaminya.
Sedangkan ketiga anaknya melihat kondisi itu seperti hatinya tersayat sembilu.
Wanita itu mulai bergerak diatasi kursinya. dia berusaha kearah suaminya yang sudah terkapar lemah.
Tiba-tiba kursi itu terjatuh,"Plaak"
Dia terus merayap seperti seorang bayi dengan air mata tak terbendung.
Badannya merasakan sakit karena gesekan tali dan rantai yang mengikat kakinya, Khumairah sudah lemah karena menahan beratnya kursi dan kaki tangannya masih diikat dengan sangat kuat tapi dia berusaha terus kearah laki-laki yang sudah memberikannya Cinta untuknya.
"Cintaku, hiduplah untuk anak-anak kita " Firman tiba-tiba berucap dengan lemah.
"Apa yang kau katakan, bukankah kau telah berjanji tidak akan meninggalkanku" Wanita itu berkata dengan kesakitan yang tak bisa dijelaskan.
Sesaat Khumairah terdiam dan hanya bisa memandang tampa bisa membelai lembut wajah suaminya karena tangannya sudah di ikat
__ADS_1
"Khumairahku, kau akan selalu ada disiniii, dihatiku, maka hiduplah untuk anak-anak kita.
Firman mengeluarkan Air matanya.
"Wanitaku adalah wanita yang kuat dan kau tidak mati karena sebuah perasaan dan ku yakin engkau wanitaku yang tak akan digantikan dengan adapun" firman tiba-tiba tersenyum manis.
" Kau tau sayang, senyumanmu itu yang selalu jadi candu untuku, " Khumairah yang dengan tatapan sendu, sambil menangis
"khumairoh ku, jangan menangis kalau kau menangis aku tidak bisa tidur nyenyak" Firman berkata sambil menatap kedalaman mata istrinya.
Tiba-tiba tangan khumairah membekap mulut suaminya dan berkata
"Apa kau sedang gila wahai abangkuu, abang adalah candu bagiku dan selamanya seperti itu, bagaimana kamu meninggalkanku seperti ini"Khumairah dengan air mata yang mengalir deras.
Tiba-tiba sebuah tembakan mendarat
"Plak,,,, " Mengenai badan firman lagi.
Firman tetap berusaha mendekat dan menciumi ubun-ubun istrinya dan berucap lembut
"Cintaku kamu adalah bidadari syurgaku, tetaplah menjadi surga untuk anak-anaku.
Tembakan sekali lagi mengenai kepala firman sekali lagi mendarat.
Firman terkapar dengan darah yang sangat banyak.
Khumairah melihat banyak darah, tiba-tiba.
Pandangan khumairoh mulai kabur melihat semua kenyataan, apakah kita akan ke surga bersama berjalan mendekati sang khaliq.
Cintaku kau adalah cerita terindah, dan kau seperti sebuah harapan dari sebuah takdir.ku ingin disisimu dalam kehidupanku, dan nafasku sesak bila tak melihatmu untuk sesaat. kau manusia terbaik yang pernah kulihat. bapak terbaik dan seorang suami yang selalu membuat jatuh cinta.
Mata khumairoh menutup...
__ADS_1