Obsesi Cinta Psikopat

Obsesi Cinta Psikopat
Kerinduan Akan masa lalu


__ADS_3

Mata biru yang membuatkku terpaku akan rindu,Gadisku yang mampu menghipnotisku dalam sebuah khayalan yang tak pernah hilang


dan impian ini tanpa ada kepastian.


Ku berjalan menujumu dalam sebuah perjamuan dan sekarang ku berjalan menujumu dengan berharap setitik kepastian darimu ahh kalaupun tidak ada kepastianmu maka nafasku terhenti dalam abadinya kematian.


Maafkan diriku yang membuatmu terluka sejauh ini, hatiku begitu sakit karena menahan rindu tapi tak rindukan.mencoba melewati rasa sakit tapi tersakiti oleh keadaan. mencoba bahagia tapi dibahagiakan oleh ketidakpastian.


"Langkahku terhenti kalah dua orang anak berhamburan memeluku dan disitu baru kusadari ternyata khumairahku telah membuatku terlena dalam indahnya matamu.


Sebagai seorang dokter aku merasa bahagia dipelukan gadis-gadis kecil ini, mata dina dan dini yang biru benar-benar mengikutimu dengan sempurna.


jadi aku tak sanggup menghilang nyawa mereka walau selurunya mengikuti wajah firman.


dilain sisi tetaplah aku sebagai seorang yang sangat mencintaimu atau aku hanya terobsesi aku tak paham.


Kau tahu Khumairah terkadang aku merasa risih karena bagaimanpun anak-anak ini adalah anaknya firman yang telah merebut hati khumairahku, tapi demi kebahagiaanmu aku berusaha selalu menyediakan tanganku untuk memeluk mereka.


Aku masih bercengkerama dengan mereka dan berusaha melepaskan pelukan-pelukan mereka dan tujuanku adalah kamu.


Dilain sisi khumairah masih terdiam melihat anak-anak yang memeluk laki-laki lain selain ayah mereka dengan sangat bahagia, kecuali putraku di matanya aku melihat Aurah yang sedikit berbeda.


"Afif, Kenapa sayang, "Khumairah bertanya?


"Tidak ada apa-apa ibu, "Afif yang menggaruk kepalanya.

__ADS_1


"Sini," Khumairah memanggil Afif


Reflek khumairah memeluk putranya, tiba-tiba air mata Afif terjatuh


tapi Afif tetap mengeratkan pelukannya kepada ibunya sangat erat hanya untuk menghilangkan kemarahan dan tangisanya untuk sekarang, pelukan ibunya adalah satu-satunya obat.


Khumairah menyadari ada setitik air yang membasahi badanya.


"Kenapa sayang, "Khumairah bertanya segera Afif melepas pelukan


"Gimana keadaannya nyonya khumairah, "Dokter yang tiba-tiba bersuara dengan semangat.


"Alhamdulillah baik dokter, "Jawaban khumairah sambil memperhatikan wajah dokter yang ditutupi masker.


Dokter menyadari itu dan memandang tulus dan mendekat kearah Afif sambil membisikan kata -kata.


"Kau jangan memandang seperti itu, "Dokter mengancamya


"Kenapa wajahnya dibuka, Bukankah lukanya belum kering, Dokter bertanya khawatir. bisa saya menutupi lukanya nyonya khumairh biar lukanya cepat kering. "


"Abang ajak adik-adikmu keluar, "khumairah berucap biar anak-anaknya tak melihat ketika dia kadang merasakan perih diwajahnya.


"Bisa dimulai Dokter, "Khumairah yang mempersilakan dokter membalut wajahnya dengan perban.


Dokter mengambil perban dan mulai menutupi wajah khumairah

__ADS_1


Wajah yang selalu kurindukan dan sekarang aku menutupi luka-lukanya setelah kemarin membuatnya terluka


"Ahhh," khumairah menjerit kesakitan"


"Sabarlah tinggal sedikit lagi, " Dokter berbicara lembut, "


"Iya dokter, "Khumairah berucap.


Setelah semua tertutup perban akhirnya khumairah mulai berbicara serius


"HP bisa diambil dokter, "Khumairah yang langsung berbicara tutup poin


"Saya meminjamkanya untuk Afif, "Dokter menjawab.


"Maaf dokter Afif masih kecil bukankah kurang baik kalau Afif memegang barang untuk orang dewasa, "Khumairah bertutur dengan penuh penolakan.


Gadisku yang masih terlihat keras kepala kalau dia tak menginginkan sesuatu maka dia akan membuangnya tampa ada kompromi dokter yang teringat akan khumairah sekarang dan masalalu


"Apakah engkau menolak bila aku memberinya untuk Afif,"Dokter yang menurunkan maskernya.


"Andre,,,,"Khumairah syok dan tiba-tiba air matanya dipenuhi cairan hangat. "


" Kenapa kau menangis,,,"Segera Andre ingin menyekat Air mata Khumairah.


Tapi tangan itu dihentikan oleh Khumairah, dan menyuruh Andre untuk pergi, karena memang Khumairah tak memerlukan tangan yang sudah menyakitinya.

__ADS_1


__ADS_2