Obsesi Cinta Psikopat

Obsesi Cinta Psikopat
Ibuku


__ADS_3

Afif memeluk ibunya dengan erat, jantungnya ingin sekali tidak berdetak lagi disaat ini,Tapi apalah daya takdir sudah terjadi dan janji sudah di ucapkan.


Ibunya mulai lelah dan melangkahkan kakinya dengan tertatih berjalan diiringi afif menuju tempat tidur,Jangan kemana-kemana sayang ibu takut, Khumairah berucap pelan,Afif memegang tangan khumairah sambil berucap lembut, semua akan baik-baik saja, Ibuku yang paling baik. Psikis khumairah benar-benar tidak baik-baik saja.


Afif memegang tangan ibunya sampai ia terlelap dan reflek ia membelai lembut rambut ibunya.


Wajah ibu memang tidak cantik lagi dan wajah ibu memang sudah tidak ingin dilihat oleh manusia lain, tapi kau tahu ibu anakmu akan selalu melihat wajahmu dengan sesuatu yang paling sempurna karnah engkau ibuku dan ku ingin takdir mempertemukan kita di alam keabadian yaitu surga, Maka Afif akan bersabar jika syaratnya Allah mempertemukan kita lagi.


Pikiran seakan kembali ke pikirannya yang kemarin


Flashback Afif.


Mata ku tiba-tiba tidak bisa melihat setelah melihat laki-laki yang jadi panutanku tergeletak, Hatiku begitu hancur dan ku kira aku telah ikut bersamanya.


Aku tak tahu sudah beberapa waktu aku tertidur yang pasti diriku tiba -tiba terbangun di sebuah layar yang memperlihatkan seorang laki-laki yang masih tergeletak pucat pasi, aku memanggilnya dengan keras berharap dia bangun dan berharap memanggilku dengan kesayanganku.


Air mata meluncur dengan deras, ayah aku memanggilnya


Apakah kau kedinginan Ayahku kembali mulutku berucap, engkau terlihat sangat pucat wahai ayahku, Afif mulai menjerit, tangis pilu itu begitu terdengar.


Bukankah kata ayah kalau orang sudah pucat tanpa gerakan bukankah ada kemungkinan orang itu sudah meninggal,Mungkinkah ayah kau sudahh, Afif tak melanjutkan ucapannya dan langsung menangis.

__ADS_1


"Tidak,Ayahh "Sebuah teriakan mengisi ruangan.


Ayah, jangan pergi, Ayah aku mohon kau bisa bertahan, Afif dengan kepura-puraanya, walau dia paham betul Ayahnya sudah meninggalkannya.


Sudah hampir satu jam Afif menangis dalam kesendirian tanpa ada yang menghapus air matanya.


Selang beberapa saat, tiba-tiba sebuah layar menampilkan seorang perempuan yang wajahnya hampir tidak bisa dikenali lagi dengan darah yang mengalir, bekas -bekas pisau itu begitu terlihat jelas dan disengaja.


Afif terus melihat perempuan itu dan tiba-tiba ia berteriak


"Ibuu, " Afif berteriak histeris hati Afif begitu hancur, Kedua orang yang amat ia sayang kini sedang terbaring disebuah tempat yang begitu asing buat dirinya. Hati Afif sudah begitu hancur akankah dia dapat bertahan hidup.


Afif menangis dan diapun lelah dengan tangisannya setelah beberapa saat ia pun tertidur.


🌺🌺🌺


Bunga tidur.


"Ayah,Jangan pergi"Afif memanggilnya dengan teriakan begitu keras.


Firman berlari dan memeluknya dengan Erat.

__ADS_1


"Kesayanganku, jagoanku," Firman berucap bahagia.


Air mata Afif mengalir dengan ucapan ayahnya.


"Ayah jangan tinggalkan Afif ya, "Afif dengan suara tegasnya.


"Sayangku dunia ini bukan milik kita, tetap kita akan selalu meninggalkan dan ditinggalkan itu suatu ketetapan dan yakinlan tempat yang abadi itu surga.


"Ayah, Afif mau ikut Ayah, " Afif berucap manja


"Belum saatnya, Ayah punya tugas buat Afif , jaga Ibu dan jaga dedek sayang, "


Firman melangkah pergii


"Ayah teriakan afif memanggil firman ,Jangan tinggalin afif ayah Afif mohon.Afif disertai tangisan pilu.


secara spontan Afif terbangun dan memanggil nama firman


"Ayah jangan tinggalkan Afif, air mata berderai terlihat jelas.


Layar monitor masih terlihat dan dia melihat dua gadis cantik didalam layar tersebut reflek Afif memanggil adik-adiknya yang berteriak histeris.

__ADS_1


"Dedek,,,,"Afif Memanggil


__ADS_2