Obsesi Cinta Psikopat

Obsesi Cinta Psikopat
Darah


__ADS_3

Seorang bocah berteriak histeris, Afif kecil menangis dengan amarah kebencian, karena melihat beberapa peluru menembus kepala ayahnya.


"Ayah, "Suara lemah dari Afif.


Air mata Afif terus mengalir deras karena suara tembakan dan demi tembakan terjadi didepan mata. tangisan dan demi tangisan begitu menyayat hatinya.


Kembar telah lemah karena air mata yang terus mengalir.


Sesaat semua kembali tenang Afif dengan Diamnya tiba -tiba berucap


"Kalian ingin nyawaku juga, "Afif bertanya dengan amarah


"Hai bocah buat apa aku dengan nyawamu, tenanglah kalian berempat tidak ada dalam pilihan kematian "Laki-laki itu memandang serius dengan wajah yang sangat sangar


Tiba-tiba suara hape berbunyi dari laki-laki yang tadi berbicara


Dia berbicara tapi suaranya tidak bisa di dengar oleh Afif.


Beberapa saat kondisi tengah sibuk


Segera laki-laki yang tadi mulai berjalan dan mendekati beberapa pemuda yang kekar dan mereka mulai terlihat berbisik dan mereka terlihat siap dengan sesuatu yang baru,entah apa itu.


mereka mendekati ibu dari bocah kecil itu, Afif mulai terlihat tidak baik-baik saja.


"Ibu bangun,"Teriakan bocah kecil itu


Tapi apalah daya ibunya tak mungkin dibangunkan lagi karena badannya memang sudah lemah.


Sesaat wajah ibunya diiris selayaknya ikan segar.


Afif ingin berteriak,tiba-tiba ia terlelap dalam tidurnya, akibat dari suntikan yang diberikan para penjaga yang ada dibelakangnya.

__ADS_1


Kembar disuntikan dengan cairan yang membuat mereka terlelap dalam tidur.


🌺🌺🌺🌺🌺🌺🌺


Tangan yang terus berdarah, terus meninju Tembok tampa ampun. kesedihan itu begitu tergiang dalam pikiran Afif. Ayahnya ditembak di depan dia dan kedua Saudarinya bukan hal mudah untuk dilupakan.


Sesaat sebuah suara terdengar.


"Abang,, "Khumairah terbangun sambil memberontak seperti kewarasanya sesaat hilang


Afif berlari kearah perempuan yang sangat ia cintai sambil menyebut kata Ibu


"Ibu semua akan baik -baik saja" sambil ia memeluk wanita yang sudah dalam kondisi di perban wajahnya itu dengan sangat erat, seperti takut kehilangan.


Sejenak khumairah terdiam dan menerima pelukan hangat dari Putranya.


Tapi pikiran Khumairah hanya pada suaminya yang ditembak brutal.


Air mata pemuda 10 tahun itu tiba-tiba terjatuh dengan sendirinya, walaupun ia berusaha menahannya untuk Ibu yang sangat dikasihinya.


Segera iya menyekat air matanya agar ibunya melihat bahwa dirinya sekarang baik-baik saja.


"Ayahmu mana,ibu ingin melihatnya," Khumairah sudah mulai histeris dan untuk sesaat pengendalian dirinya hilang.


h


"Ibukuu, kesayanganku, semua akan baik-baik saja," Afif yang mengeratkan pelukannya.


"Ayo katakan ayahmu mana nak,"


Afif ,menangis tergugu, tak bisa dia jelaskan sebelumnya, belenggu kesedihan sekarang begitu mempora -porandakannya dalam sebuah kehancuran, kalau boleh memilih Afif ingin mati bersama ayahnya. tapi tangis ibunya menyadarkan kalau dia harus belajar dewasa karena memang keadaan yang mendewasakanya.

__ADS_1


"Ibu tahu engkau kado terindahku dari Allah,"Afif berceloteh lembut.


"Iya" Anggukan lemah dari khumairoh"


"Ibuu, Kesayanganku dan akan selalu jadi kesayanganku, bahkan kalau dunia tidak berpihak padaku maka aku akan belajar membuatnya pergi, tapi ketika ibu pergi dariku maka nyawaku pun ikut pergi,"Afif berucap dengan kesedihan.


khumairoh terdiam dan berfikir sejenak ternyata Putranya sudah Dewasa.


Sekarang khumairah sudah mulai paham bahwa suaminya sudah pergi untuk selamanya dan tak akan pernah kembali.


Air matanya mengalir dengan semakin deras, kesedihan yang tak bisa dijelaskan, jantung itu yang awalnya sesak semakin sesak dengan belenggu luka baru.


Khumairah bertanya lagi


"Adikmu mana nak?,"Khumairoh yang mulai gelisah dan melepaskan pelukanya


"Ibuku, mereka baik-baik saja, "Afif menjawab. sambil memegang wajah yang diperban itu.


Khumairah menangkap tangan anaknya berceceran darah.


"Afif, kenapa tanganmu, "khumairah bertanya.


Afif belum mengeluarkan sepatah katapun,khumairah sudah memanggil dokter dengan suara lemah.


"Ibukuu, Afif tidak kenapa-kenapa.Afif anak yang kuat"


Air mata khumairah mulai keluar dan merasa dirinya sangat tidak berdaya.


Sesaat khumairah dan Afif mendengar suara langkah kaki


terdengar suara langkah kaki beberapa orang dari luar seperti ingin memasuki ruangan.

__ADS_1


__ADS_2