Obsesi Cinta Psikopat

Obsesi Cinta Psikopat
Takdir


__ADS_3

"Kau masih ingat apa yang ku ingingkan"


Afif menghentikan langkahnya dan matanya mulai memerah,"


untuk sesaat pikirannya masih mengambang, jawaban apa yang harus dia keluarkan, dia masih kecil dan waktunya untuk main-main tapi keadaan harus menjadikannya lebih dewasa dan bijak


Afif masih terdiam dan belum siap menjawab.


"Apakah ada jawaban untuku, "Laki-Laki itu mulai mendekapnya.


Mulut munyil itu tiba -tiba berucap.


"Apakah engkau tak ingin nyawaku untuk menukar wajah ceria ibuku, "Afif dengan tegas menjawab.


Laki -laki itu mendekat dan memegang rahang Afif.


Tampak Wajah ketakutan selayaknya anak kecil tapi Afif mencoba mengontrolnya.


"Aku menginginkan ibumu, bukan nyawamu, jadi cepatlah menempati perkataanmu, sebelum semuanya hilang, "Laki itu memandang Afif dengan tatapan marah.


"Bisakah engkau memberi aku waktu sedikit saja tuan, anda tahu tadi Aku baru saja melihat wajah ceria ibuku dan itu sudah cukup dan sekarang anda mengancamku, tolong biarkan ibuku tersenyum dulu atau biarkan kami bernafas," sambil Afif menangkupkan tanganya dengan berusaha merendah.


Marahnya laki-laki yang mengancamnya seperti kesetanan


"Aku tak butuh kau memohon yang aku butuhkan pekerjaanmu, "Laki-laki yang dibutakan dengan keegoisanya dalam sebuah perasaan melepas tangkupan tangan Afif.


Afif terdiam dengan ketidak berdayaanya


"Afif Dimana kamu nak, "Tiba-tiba sebuah seruan terdengar dari seorang wanita.

__ADS_1


Wajah Afif mulai terlihat tegar yang tadi terlihat murung dan mulai melanjutkan mengatakan sesuatu.


"Maaf tuan saya harus kembali untuk ibu saya, " Wajah Afif menatap tegasnya anak-anak.


"Baiklah, segera aku akan masuk keruangan ibumu nanti, pastikan semuanya baik-baik saja"Tanpa memandang wajah Afif.


"Baik Tuan, " Jawaban sedikit terdengar pas ibunya membuka pintu.


Suara Afif sedikit didengar oleh ibunya,tapi segera ibu nafikan, dan Ibunya berfikir tak mungkin anaknya memanggil orang itu dengan tuan sementara dia seorang dokter.


Langkah Afif berjalan mendekati ibunya yang masih dibalut perban.


"Ini mukenah buat Ibu, apakah engkau senang, "Wajah Afif tersenyum dengan sangat manis untuk ibu kesayanganya.


"Sayangku terimakasih untuk semuanya, "Sambil membelai lembut wajah anaknya Dan mencubiti pipinya dengan lembut, kerana senyuman anaknya membuat Khumairah sangat bahagia


Afif langsung memeluk ibunya dengan erat.


"Afif nggak salah kok sayang,"Wajah khumairoh yang ,bingung.


Khumairoh merasa aneh dengan tingkah laku anaknya yang baru 10 tahun tapi sikapnya layaknya orang dewasa yang benar benar merasa bersalah


"Maafin Afif, "


"Tentu Afif, ibu akan selalu memaafkan anak ibu, tapi kamu lakukan kesalahan Apa, "


"Iya tadi Afif telat membawa mukenah buat ibu, itu karena Om Dokter Ibu" Afif dengan wajah tersenyum dan mulai dengan ektingnya yang memperkenalkan ibunya ke dokter.


Khumairah sepertinya Lupa bahwa masih ada orang lain yang melirik ke arah merekah.

__ADS_1


"Assalamualaikum, nona khumairah, "Dokter itu memberikan salam


"Walaikumsalam, "Khumairah menjawab dengan dingin.


Dokter itu menatap dengan seribuh pertanyaan dengan anak kecil baru seumur jagung menurutnya


"Bisakah kita kembali keruangan kita Afif,"Khumairah bertanya


"Ayo ibu, "Langsung menarik tangan khumairah tingkahnya kembali ke anak-anak yang masih lucu.


Khumairah masuk ke kamar mandi dan segera menyalahkan kerang air untuk berwujud.


"Khumairah mencuci tangan, berkumur dan tibalah wajahnya, Ya Allah wajah ini masih diperban bagaimana aku tidak ingat, Air mata khumairah tiba-tiba mengalir.


khumairah mendekati cermin dikamar mandi, segera ia melepas Perban diwajahnya walaupun tanpa persetujuan dokter.


Khumairah melihat wajah penuh dengan luka seperti disayat pisau didalam cermin tersebut, segera ia berteriak histeris.


"Ibu, kenapa dengan ibuu, "


Afif langsung masuk kedalam kamar mandi..


Afif langsung memeluk ibunya yang sudah tidak berdaya.


"Ibu tenanglah, semuanya akan baik-baik saja, "Afif yang menenangkan ibunya yang begitu histeris.


"Ada hantu sayang di cermin, "Khumairah berkata dengan ketakutan dan matanya dupenuhi dengan air mata.


"Ibuku semuanya akan baik -baik saja

__ADS_1


Ya Allah akankah ibuku baik-baik saja setelah ini, hatiku begitu hancur melihatnya terluka dengan semua terjadi, Afif bergumah dengan Lukanya


__ADS_2