Obsesi Cinta Psikopat

Obsesi Cinta Psikopat
bellengu cinta


__ADS_3

Hati khumairah yang awalnya bahagia tiba-tiba terasa sakit setelah mendengar ocehan putrinya yang secara reflek mengatakan dirinya hantu, dan berlarih ke arah Afif dengan penuh ketakutan. Afif segera membawa kembar keluar karena


Afif melihat sedikit kesedihan diwajah ibunya.


************


setelah keadaan mulai tenang dan Afif memberi pengertian kepada si kembar. Afif berjalan dan mendekati babysister dengan wajah yang serius.


"Apakah ini bagian dari rencana tuan,?"Afif langsung berbicara tutup poin.


"Rencana? Maksudnya Dimana den? ,"Babysister sedikit bingung.


"iya tak apa-apa , terimakasih "Afif yang sambil tersenyum dan dia paham babysister tak paham dengan apa yang ia katakan.


Afif segera melangkah mengajak kembar untuk masuk keruangan ibunya.


"Den tunggu, ini ada titipan dari tuan,nanti tuan telepon katanya,,"Membisikan pelan dikuping Afif.


Afif mengangguk dan segera melangkah pergi meninggalkan babysister setelah mengambil barang tersebut.


******************


"Siapa yang nggak mau masuk lihat ibu, "Afif dengan candaanya


"Dedek mau ikut kakak masuk lihat ibu" Dini berkata


"Dedek juga, "Jawab dina dengan gemesnya sampai Afif ingin mencubit pipinya.


mereka berlarian masuk ke kamar khumairah setelah sekian hari mereka tidak melihat ibu mereka dan mungkin ini jadi hal yang sangat membahagiakan bagi kembar.walaupun mereka sedikit takut melihat wajah ibunya.


Wajah khumairah begitu semangat dan senyuman seakan tidak ada beban


walaupun khumairah menyadari sesuatu dan dia seorang ibu yang dapat melihat ketakutan pada anak -anak yang lahir dirahimnya.

__ADS_1


Afif melangkah ke tempat laci dan menyimpan barang pemberian tuan tampa mau melihat apa isi chat didalamnya.


"Afif, sinii, "Khumairah berucap


Khumairah memeluk ketiga anaknya walaupun namanya anak-anak saling berebut untuk dipeluk.


Kebahagiaan itu terasa sangat sempurna untuk sekarang walaupun khumairah teringat dengan suaminya sampai tiba-tiba kembar bertanya?


"Ibu, Ayah kenapa nggak kelihatan, Dini kangen Ayah! "Dini bertanya kepada khumairah


"Nanti abang ajak Dini ke Ayah tapi tunggu ibu sembuh dulu, "Afif yang langsung menjawab dengan penuh ketagasan walau dibelahan jiwanya yang lain hati afif begitu sakit.


Tiba-tiba dering HP berbunyi


Tek..... Tek..... Tekk


"Abang keenya ada suara sayang" mata khumairah menyelidik mencari arah suara.


Suaranya seperti dilaci. "Khumairah tiba-tiba berucap lagi.


Afif dengan ragu berjalan mendekati arah laci rumah sakit dan perlahan mencari barang yang berbunyi itu.


Afif mengeluarkan bungkusan itu dengan khawatir segera ia memberi bungkusan itu kepada ibunya.


"Afif yang buka bungkusanya ya? "Khumairah yang sambil memandang putra kecilnya.


Segera Afif membuka bungkusan yang diberi sama tuan, dia kaget ternyata sebuah HP Afif langsung mengeluarkannya dan memperlihatkan kepada khumairah.


Khumairah memandang aneh dan bertanya-tanya siapa yang punya hape.


"Afif siapa yang punya hape,"Khumairah tiba-tiba bertanya.


"Hape bibi yang jagain dedek keenya ibu, "Afif yang berbohong.

__ADS_1


Dering hape beberapa kali terdengar akhirnya khumairah mengangkat dan khumairah takut ada yang penting tanpa curiga sedikitpun.


"Gimana dengan hapenya Afif, "seorang laki-laki bertanya.


Khumairah mulai bingung dengan arah pembicaraan laki -laki tersebut dan siapa laki-laki dewasa ini yang jelas-jelas mengenal anaknya bahkan berbicara sangat akrab.


"Maksudnya?,,dan darimana anda mengenal putra saya, "khumairah menjawab


"Iya tadi Afif katanya mau pinjam hape,"Laki-laki itu menjawab dengan mulai tidak baik-baik saja.


"Anda siapa? itu jadi pertanyaan saya!


"Saya dokter, "


"Oh dokter, " Khumairah tidak berfikir aneh lagi, mungkin Afif pinjam hape untuk menghubungi dokter.


" Oh iya Dokter, Nanti Afif kembalikan Hapenya, "Khumairah berucap.


Khumairah segerah mengakhiri pembicaraanya dan segera menutup pembicaraan.


"Afif kamu berbohong sama ibu nak, "Khumairah bertanya dengan raut kesedihan.


" Berbohong, " Afif yang sambil menggaruk kepalanya yang tidak gatal.


"Bukanya hape ini abang pinjam sama dokter, " Khumairah berucap.


"ogah, iya ibu lupa Afif, "Afif tiba tersenyum.


Setelah lama Afif diinterogasi tiba-tiba sebuah ketukan pintu terdengar.


Seseorang tiba-tiba mengetuk pintu dari luar dan mengucapkan salam.


Anak-anak dan ibu itu semuanya terdiam setelah mendengar ucapan pelan Afif menyebut tuan.

__ADS_1


__ADS_2