
"Dedek, "Panggilan Afif menghentak kesunyian.
Didalam video Afif diperlihatkan dengan danau yang besar dan buas yang siap menerka mangsanya, sepertinya buaya-buaya itu dibiarkan kelaparan, dan didekat danau berdiri kedua gadis kecil yang berjilbab yang sangat ketakutan dipegang oleh kedua laki-laki yang tinggi besar dan seorang pria memakai topeng, Afif mulai merasa tidak tenang dan berusaha melepas ikatan-ikatan yang membelenggu dibadanya.
Afif ingin sekali meraih tangan mungil adik -adiknya tapi apalah daya untuk menolong dirinya saja iya tak sanggup.
Afif menangis cukup lama tiba-tiba video mati.
"Dedek, mana dedek,, Afif memanggil, jangan tinggalkan Abang ya dek, abang mohon.
Afif berteriak histeris dan menangis dalam kesunyian.
******************
"Aku ingin mengadakan sebuah perjanjian untukmu, "Seorang laki -laki yang tiba -tiba bersuara
Afif membuka matanya dan terlihat mata itu sudah memerah dan terlihat mata Afif sudah membengkak saking lamanya iya menangis.
"Apa yang kau inginkan, "Afif yang belum paham maksud lelaki itu.
"Kalau menurutmu aku menginginkan siapa? "Laki -laki itu berucap
"Apakah kau bodoh,mana aku tahu siapa yang kau inginkan, ayahku kau bunuh, ibuku kau rusak wajahnya dan adik-adik ku, kau siapkan untuk makanan buaya dan aku kau ikat dengan tali,"Afif memandang dengan wajah serius yang penuh dengan dendam.
Afif ingin meneteskan Air mata tapi air mata itu dia tahan karena tak mau terlihat lemah dan dia tak mau menangis, apalagi dihadapan manusia yang sudah merebut kebahagiaan keluarganya.
" Ini yang aku suka darimu bocah,,,, dan ku yakin kau bisa memenuhi keinginanku, "Laki-laki itu memandang dengan senyuman meledek.
__ADS_1
laki-laki itu berjalan dan memegang rahang Afif dan mengatakan kalau dia menginginkan ibunya.
Mata Afif memandang sinis dan mengucapkan.
"Ambil nyawaku saja sebagai penukar nyawa ibuku, "Afif berucap memohon.
" Bukan mengingikan nyawanya tapi mengingikanya bersamaku"Laki-laki itu berucap.
"Dasar sampah, "Afif kembali berucap
"Tak apa-apa aku jadi sampah, tapi ibumu dan adik-adikmu jadi sampah yang siap dikubur, " Lelaki itu berucap dengan menatap wajah Afif serius
🌺🌺🌺🌺
"Asalamualaikum warahmatullah" Suara Panggilan dari luar
langkah mungil mereka ingin memasuki ruangan tapi langkah mereka segera dihentikan oleh Afif.
"Kita di luar ya dek, ibu baru saja tidur,"Afif berucap lembut kepada kedua adiknya dan ditemani satu baby sitter
"Abang, "Kita kangen banget sama ibu.
"Nanti ya, biarkan ibu istirahat sebentar,okay"
Afif memegang keduanya dan mencium kening Adiknya satu persatu,melihat si kembar didekatnya sudah jadi penyemangat untuk afif dan dia berusaha akan tetap hidup untuk mereka sekalipun Afif sudah diancam dengan kematiannya.
"Dini mau lihat ibu, "Dini merajuk
__ADS_1
Afif paham betul bahwa ibunya sedang tidak baik -baik saja dan wajah ibunya yang tak mungkin dijelaskan jadi Afif berusaha menghindarkan dari adik-adiknya.
"Dini dengar abang Afif ya, sebentar saja tunggu ibu bangun dulu,"Afif memegang kedua pundak adiknya,berharap adiknya ada pengertian.
Tiba-tiba sebuah suara terdengar dari belakang Afif suara khumairah terdengar
"Dedekk, "Khumairah berucap lembut.
"Ibu,,,, dina dini memanggil Khumairah tapi Afif terus menahan adik-adiknya untuk melihat wajah ibunya, akhirnya dina dan dini menggigit tangan Afif dan segera mendekat ke arah suara.
Dina dan dini tiba-tiba melihat seorang perempuan yang hampir seluruh wajahnya terdapat luka sayatan.
seketika mereka berteriak histeris dan merasa ketakutan dan jijik.
Dina dan dini membalikkan badan dan memanggil Afig.
"Abang, sebuah teriakan kembali terdengar ketakutan" Kembar memeluk Afif dengan sangat erat, suruh hantunya pergi abang dini takut.
"dek,,, tenanglah,itu ibu sayang" Afif kembali berucap.
dilain sisi ada wanita yang semakin terluka dengan ucapan anak-anaknya. karena wajahnya membuat anak-anaknya ketakutan.
Di benaknya khumairah merasa bahwa dirinya memberikan kesedihan yang begitu mendalam untuk anak-anaknya
hati Khumairah yang bahagia kembali terasa sakit mendengar ocehan putri-putri kecilnya
Hidup atau dihidupkan oleh keadaan Khumairah dengan celotehnya.
__ADS_1