
"Shruuuppp" suara milk tea di hirup. Terlihat seorang gadis duduk dihalaman belakang. Ia sedang santai menikmati sore hari ditengah tengah kebun bunganya. Seulas senyum tercetak tulus di bibirnya sambil memandang langit yang telah berubah warna menjadi jingga. Ia mulai kembali meneguk kembali milk tea yang ada didalam cangkir porselennya hingga tandas. Setelah itu meletakkan toples, cangkir, dan teko kedalam nampan dan hendak membawanya ke dalam rumah. Baru saja ia melangkah, sebuah suara yang sangat keras menghentikan aktifitasnya. Tepat saat ia mengangkat nampan di meja dalam jarak 1 meter. Ia segera meletakkannya kembali dimeja dan berlari ke arah sumber suara.
"Apa itu? " tanyanya heran sambil menatap miris rerimbunan bunga miliknya yang telah hancur. Sekejap perhatiannya beralih ke benda putih yang menindih bunga bunga kesayangannya. Semula ia mengira bahwa tang ada dihadapannnya sekarang adalah sebuah selimut putih. Tapi saat di lihat dari dekat ternyata sepasang sayap putih besar yang megah. Dengan diliputi rasa takut gadis itu mendekati benda asing di depannya. Sambil memegang cangkul kebun kecil. Dan ia menyodorkan cangkul itu ke arah sayap putih yang tergeletak itu. Sekali, dua kali, tidak ada respon, akhirnya pada yang ke tiga kalinya terdengar suara.
"AKHHHHH SAKITTTTT!!!!!" teriak sayap itu, eh, tunggu salah salah, itu bukan suara sayap itu, melainkan teriakan dari cowok pemilik sayap itu. Gadis itu kaget setengah mati. Dan.....
"Kyaaaa!!!!!!!" teriak gadis itu terkejut. Cowok yang baru saja bangun dari pingsannya itu lantas menutup telinga kuat kuat.
"Woy, diem woy!! Suara elo bikin telinga gue sakit!!!!" kata cowok itu.
"Kyaaaa bisa ngomong" kata gadis itu lagi.
"Bisa lah, elo kira gue bisu apa? Nggak bisa ngomong?! " kata cowok itu ketus.
"Kyaaaaa bisa jawab" kata gadis itu lagi.
Cowok itu lantas berdiri dari duduknya karena tidak tahan dengan suara gadis itu. Sebelum itu ia membaca sebuah mantra dan whous sayapnya menghilang dan di gantikan dengan kalung berliontin sayap berwarna perak menggantung di lehernya. Gadis itu membelalakkan matanya tak percaya.
"Jangan berdiri!!!, gue tau elo nggak pake apa apa" kata gadis itu waspada. Karena saat cowok itu duduk, Ehm , ia terlihat tidak memakai apa apa.
__ADS_1
"Huh sok tau banget lo, andaikan gue nggak pake apapun, gue nggak bakal ngapa - ngapain elo, mata elo taro dimana?! nih, gue pake celana" kata cowok itu ketus. Gadis itu terdiam seketika, ternyata ia salah sangka, ia tak tahu harus bilang apa. Ia benar benar bingung sekarang ini. Ini adalah situasi yang menjengkelkan. Cowok itu seolah tahu apa yang dipikirkan gadis itu. Ia tersenyum sinis.
"Mau ngomong apa elo sekarang? Ha?!, gue bilang juga apa, jangan sok tahu!!" gadis itu masih diam.
"Jawab woy!!!!" kata cowok itu lantang.
"Oh gue tahu, elo pasti kagum kan dengan tubuh gue, hah dasar gadis di bumi ini nggak ada yang bener, cuma lihat kayak gini doang kagum . Pantes aja banyak kejadian "panjat pinang", panjat dulu paru dipinang. Hahahhahahha" kata cowok itu kasar.
"Emangnya elo bukan dari bumi?" kata cewek itu polos.
"Kepo" kata cowok itu ketus.
"Dasar!!! " jawab cewek itu jengkel. "Elo siapa?! Kalo elo nggak dari bumi trus dari mana?!" kata cewek itu sengit.
Ni cowok dari mana si? Omongannya nggak bisa di jaga apa?. Batin gadis itu, entah mengapa saat ia mendengar suara ketus dari cowok itu hatinya merasa sakit. Mungkin karena ia tak mendengar kata kata kasar dari orang sekitarnya. Matanya merasa memanas, wajahnya mulai memerah. Gadis itu tak menyadari kalau air mata merembes dari sudut matanya. Malah yang tau kalau dia menangis itu cowok itu.
"Eh, ngapain elo nangis?" kata cowok itu dengan gemetar.
"Kepo!!, bukan urusan elo" kata gadis itu jutek sambil memalingkan muka, ia tak mau kalau ketahuan menangis.
__ADS_1
"Udah dong jangan nangis" kata cowok itu. Tubuhnya mulai bergetar. Tak membuang waktu ia segera mendekat ke arah gadis itu. Salah satu tangannya terulur ke wajah gadis itu, hendak menyapu air matanya. Sebelum tercapai niatnya tangannya malah dihalau gadis itu.
"Nggak usah pegang pegang " kata gadis itu ketus.
"Udahlah nggak usah nangis" kata cowok itu perlahan, ia mulai ketakutan sekarang.
"Kalau elo nggak bolehin gue nangis kenapa tadi elo ngomong sama kasar kayak gitu, ha?!". Kata cewek itu sambil berteriak.
"Ma maaf gue nggak tau kalo elo sensitif kalau di ajak ngomong pake bahasa yang kasar" kata cowok itu lagi. Dan sekarang suara tangisan gadis itu lama semakin keras. Tanpa pikir panjang, cowok itu segera menarik gadis itu ke dalam pelukannya. Gadis itu semakin kencang menangis. Sekejap dia langsung sadar dengan apa yang terjadi. Sekarang ia sedang berada di dalam pelukan cowok aneh bersayap yang baru saja membuatnya menangis.
"Akhhhh dasar mesum!!!" teriak gadis itu sambil mendorong dada cowok itu sampai terpental ke belakang.
"Dasar nggak punya sopan santun, nggak ingat barusan bikin cewek nangis sekarang malah peluk peluk nggak jelas" kata cewek itu ketus.
"La maunya gimana?, biasanya kalo cewek nangis itu di peluk bakal diem, ini malah tambah marah, elo maunya apa sih?, gue gendong?, atau...... " kata cowok itu menggantungkan kalimatnya sambil mendekatkan bibirnya ke arah cewek itu.
"Ihhhh najis!!!!!! Ngapain nyosor nyosor?! Pergi!!!! Gue jijik sama elo" teriak gadis itu. Dan cowok itu baru pertama kali merasakan dipanggil cowok mesum dan najis. Pukulan tak terlihat bersarang di dadanya.
Uhhhh nyesekkkkk๐ฃ๐ฃ๐ฃ๐ฃ๐ฃ
__ADS_1
_________________________
Yuhu readers gimana baca episode pertamanya? Seru kan?? Minta vote nya dong yang banyak biar cerita ini tambah sukses dan aku tambah semangat buat ngelanjutin ceritanya. Kasih semangat dong buat aku yah yah yah๐๐๐